Bukan Cari Rumput dan Olahraga, Tiga Remaja di Jakut Bawa Celurit dan Stik Golf Diduga Hendak Tawuran
Ketiga remaja itu saat ini ditahan di Polsek Koja untuk dilakukan penyelidikan.
Kepolisian menangkap tiga remaja di Jalan Beting Remaja RW 19, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, pada Sabtu (13/6) dini hari. Tiga remaja itu ditangkap setelah diduga hendak tawuran.
Ketiga remaja itu berinisial dua Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) dan seorang pemuda berinisial MY (20). Selain menangkap tiga remaja, kepolisian juga menyita satu senjata tajam celurit dan satu stik golf diduga akan digunakan tawuran.
Kronologi Penangkapan
Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol Henik Maryanto mengatakan, kronologi penangkapan tiga remaja itu berawal saat Tim Patra Ki 4 Yon B Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya bersama Tim Perintis Presisi melakukan patroli kewilayahan guna mengantisipasi gangguan kamtibmas pada malam hingga dini hari. Saat melaksanakan patroli, petugas mendapati sekelompok pemuda yang diduga hendak melakukan tawuran.
"Tim kemudian segera melakukan pembubaran dan pengamanan untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas,” kata Henik kepada wartawan, Minggu (14/6).
Hasil pemeriksaan awal, ketiga remaja itu diduga berencana tawuran dengan kelompok dari wilayah Malaka. Namun sebelum bentrokan terjadi, petugas lebih dulu tiba di lokasi.
Henik mengatakan patroli malam hingga dini hari terus ditingkatkan guna menekan berbagai potensi gangguan keamanan, terutama tawuran, kejahatan jalanan, dan tindak kriminal lainnya.
“Patroli ini merupakan bagian dari komitmen Polda Metro Jaya dalam menjaga Jakarta tetap aman dan kondusif. Setiap potensi gangguan kamtibmas akan kami respons cepat agar tidak berkembang menjadi aksi yang meresahkan masyarakat,” ujar dia.
Tiga Remaja Ditahan
Usai diamankan, dua ABH dan MY beserta barang bukti diserahkan ke Polsek Koja untuk menjalani pemeriksaan dan proses penyidikan lebih lanjut. Saat ini ketiganya telah ditahan di Polsek Koja.
Henik juga mengingatkan para orang tua agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anaknya, khususnya pada malam hingga dini hari, guna mencegah keterlibatan dalam aksi tawuran.
“Kami mengimbau para orang tua untuk lebih memperhatikan aktivitas putra-putrinya. Peran keluarga dan lingkungan sangat penting dalam mencegah remaja maupun pemuda terlibat tawuran,” pungkas Henik.