Sosok Nus Kei, Ketua Golkar Maluku Tenggara yang Meninggal Dunia Ditikam di Bandara
Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Nus Kei meninggal dunia setelah menjadi korban penikaman tragis di Bandara Karel Sadsuitubun.
Agrapinus Rumatora, yang lebih dikenal sebagai Nus Kei, dilaporkan meninggal dunia pada Minggu (19/4). Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara itu meregang nyawa setelah menjadi korban penikaman di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun Ibra, Kecamatan Kei Kecil, Maluku Tenggara.
Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 11.25 WIT, tak lama setelah Nus Kei tiba dari Jakarta. Kabar duka ini mengejutkan banyak pihak, mengingat perannya sebagai tokoh politik lokal yang aktif dan berpengaruh di daerah tersebut.
Setelah kejadian, Nus Kei dilarikan ke Rumah Sakit Karel Sadsuitubun untuk mendapatkan perawatan medis, namun sayangnya, nyawanya tidak tertolong akibat luka serius yang diderita.
Kepolisian segera mengambil tindakan dengan menangkap dua terduga pelaku dalam waktu singkat. Penyelidikan mendalam masih berlangsung untuk mengungkap motif di balik penikaman yang menewaskan paman dari John Kei ini.
Kronologi Penikaman Tragis
Insiden ini bermula ketika Nus Kei baru saja tiba menggunakan pesawat dari Jakarta dan sedang berjalan menuju pintu keluar bandara.
Dia berniat menemui keluarganya yang telah menunggu di luar. Namun, secara tiba-tiba, seorang pria bermasker dan mengenakan jaket merah mendekat dan melakukan penyerangan dengan sebilah pisau.
Nus Kei mengalami empat luka tusuk di bagian dada, leher, dan punggung. Korban berusaha menyelamatkan diri ke ruang tunggu bandara, namun dia ambruk akibat pendarahan hebat. Meskipun sempat dilarikan ke Rumah Sakit Karel Sadsuitubun, tim medis menyatakan bahwa Nus Kei meninggal dunia karena luka yang dialaminya.
Sosok Nus Kei
Nus Kei, merupakan seorang tokoh senior diperkirakan berusia sekitar 60-an tahun. Dalam dunia politik, Nus Kei menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar di Kabupaten Maluku Tenggara.
Dia datang ke Maluku Tenggara untuk menghadiri Musyawarah Daerah Partai Golkar yang dijadwalkan berlangsung pada 23 April 2026.
Dua Pelaku Ditangkap
Dalam waktu kurang dari dua jam setelah insiden, Polres Maluku Tenggara berhasil menangkap dua orang yang diduga sebagai pelaku penikaman. Pelaku tersebut diidentifikasi dengan inisial HR (28) dan FU (36).
Menariknya, salah satu dari pelaku, yaitu HR, merupakan seorang atlet Mixed Martial Arts (MMA) nasional yang sering berkompetisi di berbagai ajang nasional. Saat ini, kedua pelaku sedang menjalani pemeriksaan secara mendalam di Satuan Reserse Kriminal Polres Maluku Tenggara.
Mengenai alasan di balik penyerangan ini, Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi, mengungkapkan bahwa motif tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh pihak penyidik. Selain itu, kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat, terutama kepada keluarga korban dan para simpatisan, untuk bersikap tenang dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada Polri. Kepolisian juga meminta agar tidak melakukan tindakan balasan yang bisa memperburuk keadaan di lapangan.
Konflik dengan John Kei
Nus Kei pernah menjadi sasaran serangan oleh John Kei dan pengikutnya pada tahun 2020. Latar belakang konflik ini berkaitan dengan masalah pribadi, khususnya ketidakpuasan dalam pembagian uang dari hasil penjualan tanah di Ambon.
John Kei merasa dikhianati dalam hal pembagian uang tersebut, yang kemudian memicu serangkaian insiden yang berujung pada ketegangan antara mereka.
Lebih lanjut, anak buah John Kei juga terlibat dalam tindakan perusakan dan percobaan pembunuhan terhadap Nus Kei di Cipondoh, Tangerang, yang terjadi dalam insiden yang sama. Kasus ini berakhir di pengadilan setelah pelaku menjalani vonis jatuhkan majelis hakim.