DPD I Golkar Maluku Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Penikaman Ketua DPD II Maluku Tenggara Agrapinus Rumatora
DPD I Partai Golkar Maluku meminta polisi segera mengusut tuntas kasus penikaman Ketua DPD II Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora, yang terjadi di Bandara Karel Sadsuitubun.
DPD I Partai Golkar Maluku mendesak aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas dugaan penikaman terhadap Ketua DPD II Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora. Insiden tragis ini terjadi di pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun, Ambon, pada Minggu, 19 April.
Agrapinus Rumatora, yang juga dikenal sebagai Nus Kei, menjadi korban penikaman oleh orang tak dikenal saat hendak mempersiapkan pelaksanaan musda di Maluku Tenggara. Sayangnya, nyawa korban tidak dapat diselamatkan setelah sempat dievakuasi ke rumah sakit setempat.
Ketua DPD I Partai Golkar Maluku, Umar A. Lessy, menyatakan keprihatinan mendalam atas kejadian ini. Ia menegaskan bahwa peristiwa penikaman Ketua Golkar Maluku Tenggara ini merupakan kejadian serius yang berpotensi mengganggu stabilitas sosial di daerah.
Tuntutan Golkar Maluku: Usut Tuntas dan Tangkap Pelaku
Umar A. Lessy mengutuk keras tindakan kekerasan yang menimpa Ketua DPD II Maluku Tenggara tersebut. Menurutnya, tindakan penikaman ini adalah perbuatan melawan hukum yang tidak dapat ditolerir dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Partai Golkar Maluku secara tegas meminta aparat keamanan untuk segera mengusut tuntas kasus penikaman Ketua Golkar Maluku Tenggara ini. Mereka menuntut agar pelaku segera ditangkap dan motif di balik kejadian tersebut diungkap secara transparan dan profesional.
Komitmen partai dalam menjaga nilai-nilai demokrasi, perdamaian, dan supremasi hukum di Provinsi Maluku juga ditegaskan. DPD I Partai Golkar Malkaru berharap kasus ini dapat ditangani dengan serius oleh penegak hukum.
Imbauan Golkar untuk Menjaga Kondusivitas Daerah
Menyikapi insiden penikaman Ketua Golkar Maluku Tenggara, DPD I Partai Golkar Maluku mengimbau seluruh kader di wilayah tersebut untuk menahan diri. Mereka diminta untuk tidak terprovokasi dan tetap menjaga situasi tetap aman serta kondusif.
Solidaritas kader diharapkan ditunjukkan dalam bentuk sikap dewasa, bukan dengan tindakan yang justru memperkeruh keadaan. Hal ini penting untuk mencegah eskalasi konflik dan menjaga ketertiban masyarakat.
Selain itu, Golkar juga mendorong semua pihak, termasuk tokoh masyarakat, tokoh agama, dan elemen pemuda, untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Mereka juga diminta untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi guna menghindari hoaks.
Solidaritas Internal dan Penyerahan Kasus ke Hukum
DPD I Partai Golkar Maluku menginstruksikan seluruh struktur partai di Maluku agar tetap solid. Penguatan komunikasi internal menjadi prioritas untuk memastikan informasi yang akurat tersebar di kalangan kader.
Partai menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus penikaman Ketua Golkar Maluku Tenggara ini kepada aparat penegak hukum. Kepercayaan penuh diberikan kepada polisi untuk mengungkap kebenaran di balik insiden tragis ini.
Peristiwa ini tidak hanya berdampak pada korban dan keluarga, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas sosial dan situasi kondusif di daerah. Oleh karena itu, penanganan yang cepat dan tepat sangat diharapkan.
Sumber: AntaraNews