Waskita Ungkap Penyebab Utama Kerusakan Tol Kayuagung-Palembang
Waskita Karya menjelaskan bahwa perubahan muka air banjir 50 tahunan dan banyaknya kendaraan overload menjadi pemicu utama kerusakan Tol Kayuagung-Palembang. Simak upaya perbaikan dan kesiapan menyambut arus mudik Lebaran 2026.
PT Waskita Karya (Persero) Tbk, melalui anak usahanya PT Waskita Sriwijaya Tol (WST), mengidentifikasi dua faktor utama penyebab kerusakan pada ruas Tol Kayuagung-Palembang. Perubahan muka air banjir 50 tahunan serta tingginya volume kendaraan yang melebihi batas muatan (overload) disebut sebagai pemicu utama kerusakan infrastruktur jalan tol ini. Kondisi ini telah menyebabkan sejumlah titik di ruas tol mengalami degradasi, memerlukan perbaikan intensif untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.
Manager Operasional Tol Palembang-Kayuagung, Sapto Hari Mukti, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi permasalahan ini. Salah satunya adalah peningkatan ketinggian di kilometer 345-349. Peningkatan ini bertujuan agar perubahan muka air banjir tidak lagi berdampak signifikan terhadap struktur jalan tol.
Perbaikan menyeluruh di hampir seluruh ruas tol, mulai dari kilometer 330 hingga 367, ditargetkan rampung pada April 2027. Meskipun demikian, Waskita Sriwijaya Tol berkomitmen untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan layanan terbaik menjelang arus mudik Lebaran 2026. Hal ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, dan lancar bagi masyarakat.
Faktor Utama Pemicu Kerusakan Tol Kayuagung
Kerusakan yang terjadi pada ruas Tol Kayuagung-Palembang bukan tanpa sebab. Waskita Karya menyoroti dua penyebab krusial yang saling berkaitan. Pertama, perubahan muka air banjir yang disebut sebagai banjir 50 tahunan, memiliki dampak signifikan terhadap stabilitas struktur jalan tol.
Kondisi geografis dan hidrologis di sekitar area tol membuat jalan rentan terhadap fluktuasi ketinggian air. Perubahan muka air yang ekstrem ini dapat mengikis fondasi dan lapisan bawah jalan, sehingga memicu kerusakan permukaan yang terlihat.
Faktor kedua adalah banyaknya kendaraan overload yang melintas di ruas tol tersebut. Beban berlebih dari kendaraan, terutama truk-truk besar, secara akumulatif memberikan tekanan yang sangat besar pada struktur jalan. Hal ini mempercepat keausan dan kerusakan, bahkan pada konstruksi jalan yang dirancang untuk menahan beban berat.
Kombinasi antara dampak lingkungan dan tekanan mekanis dari kendaraan overload inilah yang menjadi tantangan besar bagi pemeliharaan dan perbaikan Tol Kayuagung-Palembang. Kondisi jalan yang berlubang dan bergelombang di beberapa titik telah berulang kali viral di media sosial, menjadi sorotan warganet yang mengeluhkan minimnya kenyamanan serta risiko keselamatan saat melintasi jalur utama trans-Sumatera tersebut.
Upaya Perbaikan dan Target Penyelesaian
Menanggapi kerusakan yang terjadi, Waskita Karya telah mengambil langkah-langkah perbaikan yang komprehensif. Perbaikan dilakukan secara menyeluruh di hampir seluruh ruas tol, mencakup kilometer 330 hingga 367.
Salah satu upaya konkret adalah peningkatan ketinggian di kilometer 345-349. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi dampak perubahan muka air banjir di masa mendatang, sehingga struktur jalan tol lebih tahan terhadap kondisi lingkungan.
PT Waskita Sriwijaya Tol (WST) memastikan bahwa perbaikan dilakukan berdasarkan desain dan perencanaan yang matang, dengan jaminan kualitas terbaik. Pihaknya berkomitmen untuk menyelesaikan perbaikan ini secara maksimal.
Target penyelesaian perbaikan Tol Palembang-Kayuagung adalah pada April 2027. Meskipun demikian, upaya perbaikan terus berlangsung, terutama dalam rangka menyambut periode libur Lebaran 2026.
Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2026
Meskipun perbaikan masih berjalan, PT Waskita Sriwijaya Tol (WST) telah memastikan kesiapan penuh untuk menyambut arus mudik Lebaran 2026. Kesiapan ini mencakup aspek infrastruktur, operasional, maupun layanan kepada pengguna jalan.
Komitmen perusahaan adalah menghadirkan pelayanan excellent agar masyarakat dapat menikmati perjalanan yang aman, nyaman, dan lancar selama momen mudik dan arus balik Lebaran. Berbagai langkah strategis dilakukan guna memberikan perjalanan yang aman, nyaman, dan lancar bagi masyarakat yang pulang ke kampung halaman.
Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan kepada pengguna jalan, WST juga akan memberikan diskon tarif tol. Diskon sebesar 10 persen akan diberikan sehari sebelum diskon 30 persen berlaku, serta pada H+8 Lebaran.
Selain itu, pihak pengelola juga menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung bagi pemudik, antara lain 5.000 kartu uang elektronik, layanan top up saldo tol, empat unit mobil derek yang disiagakan di dua posko, serta delapan tim pemeliharaan jalan yang bersiaga dari 11 Maret hingga 1 April 2026.
Sumber: AntaraNews