Fakta Unik Bendungan Way Apu: Wapres Cek Proyek Strategis Nasional Ber-PLTA 8 MW di Pulau Buru
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau pembangunan Bendungan Way Apu di Pulau Buru, Maluku, proyek strategis nasional yang ditargetkan rampung 2026. Apa saja manfaatnya?
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja penting ke Kepulauan Maluku. Pada Selasa (14/10), Wapres Gibran secara langsung mengecek kemajuan pembangunan Bendungan Way Apu di Pulau Buru, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku. Proyek ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diharapkan membawa dampak besar bagi wilayah tersebut.
Dalam tinjauannya, Wapres Gibran memberikan arahan tegas kepada para pekerja dan penanggung jawab proyek. Beliau menekankan pentingnya penyelesaian pembangunan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Hal ini agar masyarakat dapat segera merasakan manfaat nyata dari keberadaan Bendungan Way Apu di masa mendatang.
Kunjungan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur vital di daerah. Wapres berharap Bendungan Way Apu tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga mampu menjadi pendorong kesejahteraan masyarakat, terutama para petani dan nelayan di Pulau Buru.
Target dan Manfaat Bendungan Way Apu
Bendungan Way Apu merupakan proyek ambisius yang ditargetkan rampung pada September 2026. Kepala Balai Wilayah Sungai Maluku Kementerian Pekerjaan Umum, Fery Moun Hepy, menyatakan bahwa Wapres Gibran terus memantau perkembangan penyelesaian pembangunan bendungan tersebut. “Jadi harapan beliau ini agar bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” kata Fery.
Proyek ini memiliki beragam manfaat krusial bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Bendungan Way Apu diproyeksikan mampu mengairi sekitar 10.000 hektare sawah, yang akan sangat mendukung sektor pertanian lokal. Selain itu, bendungan ini juga akan menyediakan pasokan air bersih yang memadai bagi penduduk.
Manfaat lain dari Bendungan Way Apu adalah kemampuannya dalam mengurangi risiko banjir di wilayah sekitarnya. Aspek penting lainnya adalah keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas 8 megawatt (MW) yang terintegrasi. PLTA ini akan menjadi salah satu sumber energi baru dan terbarukan di Kabupaten Buru, Maluku, mendukung kebutuhan energi daerah.
Arahan Wapres untuk Percepatan Proyek
Wapres Gibran Rakabuming Raka secara langsung menyampaikan arahan kepada pihak-pihak terkait di lokasi pembangunan. Beliau menegaskan agar proyek Bendungan Way Apu dapat diselesaikan tepat waktu sesuai target yang telah ditetapkan. Percepatan ini menjadi prioritas agar manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat.
“Bendungan Way Apu agar selesai tepat waktu dan segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama untuk meningkatkan kesejahteraan petani, nelayan, serta mendukung ketahanan pangan dan energi nasional,” tegas Wapres Gibran, sebagaimana dinarasikan oleh siaran resmi Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) RI.
Wapres Gibran juga berharap pembangunan Bendungan Way Apu dapat membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di Maluku. Proyek ini diharapkan memperkuat peran Provinsi Maluku dalam menopang ketahanan pangan nasional. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan menjadi katalisator bagi kemajuan daerah.
Dukungan Pejabat Tinggi di Lokasi
Kunjungan Wakil Presiden Gibran ke lokasi pembangunan Bendungan Way Apu di Kabupaten Buru turut didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap proyek strategis ini. Para pejabat tersebut memastikan kelancaran dan pengawasan pembangunan.
Beberapa pejabat yang mendampingi Wapres antara lain Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto. Turut hadir pula Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo dan Bupati Buru Ikram Umasugi. Kehadiran mereka menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyukseskan proyek Bendungan Way Apu.
Selain itu, Dandim Kabupaten Buru Letkol Inf. Heribertus Purwanto, Kapolres Kabupaten Buru AKBP Sulastri Sukidjang, dan Kajari Kabupaten Buru Adri Notanubun juga turut mendampingi. Kepala Satuan Kerja Bendungan Way Apu Budi Prasetyo serta General Manager Operasional PT PP (Persero) Tbk. Apri Setiawan juga hadir, menunjukkan keterlibatan langsung dari pelaksana proyek.
Sumber: AntaraNews