Prospek Budidaya Udang Kebumen: Dorong Ekonomi dan Ketahanan Pangan Nasional
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan **prospek budidaya udang Kebumen** sangat menjanjikan untuk pertumbuhan ekonomi daerah dan ketahanan pangan nasional. Simak potensi besar sektor ini!
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyoroti potensi besar sektor budidaya udang di Kabupaten Kebumen. Ia menyatakan bahwa sektor ini memiliki prospek sangat baik untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional. Pernyataan ini disampaikan saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam panen raya udang di tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Desa Tegalretno, Petanahan, Kebumen, pada Sabtu, 23 Mei 2026.
Panen raya tersebut berlangsung di kawasan budidaya udang modern seluas 100 hektare yang dikembangkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kawasan ini dirancang sebagai model budidaya udang yang berbasis kawasan serta berkelanjutan. Keberadaan BUBK Kebumen menjadi bagian dari implementasi strategi ekonomi biru yang digagas pemerintah pusat.
Pengembangan BUBK Kebumen juga bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, sejalan dengan visi pemerintah. Inisiatif ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan daerah, sekaligus memberikan kontribusi signifikan secara nasional.
Potensi Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja
Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa **prospek budidaya udang Kebumen** sangat cerah. Kawasan tambak udang seluas 100 hektare ini diproyeksikan akan membuka banyak lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat Kebumen. Selain itu, **budidaya udang Kebumen** juga akan meningkatkan pendapatan daerah secara signifikan.
Peningkatan pendapatan ini bukan hanya berdampak pada Kebumen, tetapi juga memberikan prospek yang sangat bagus secara nasional. Kawasan BUBK Kebumen saat ini telah menyerap sekitar 650 tenaga kerja lokal. Hal ini menjadikannya salah satu proyek strategis nasional di sektor perikanan budidaya.
Keberadaan proyek ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengembangkan sektor perikanan sebagai pilar ekonomi. Dengan demikian, **budidaya udang Kebumen** tidak hanya sekadar aktivitas ekonomi, tetapi juga motor penggerak kesejahteraan masyarakat.
Dukungan Pemerintah Pusat dan Standar Dunia
Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi tinggi terhadap produktivitas tambak udang di Kebumen. Produktivitas ini dinilai telah mencapai standar dunia. Presiden menerima laporan bahwa satu hektare lahan tambak mampu menghasilkan hingga 40 ton udang.
Angka produktivitas yang luar biasa ini didukung oleh harga jual udang yang sangat baik, mencapai Rp70 ribu per kilogram. Presiden menyatakan bahwa pemerintah akan terus memperluas pembangunan kawasan budidaya perikanan produktif di berbagai daerah. Beberapa lokasi yang menjadi target pengembangan antara lain Waingapu, Gorontalo, dan Pantai Utara Jawa Barat.
Presiden menekankan pentingnya mendukung proyek-proyek yang produktif. Proyek-proyek tersebut harus mampu menciptakan lapangan kerja dan menghasilkan nilai tambah bagi rakyat. Pengembangan BUBK Kebumen adalah contoh nyata dari upaya pemerintah dalam mencapai tujuan tersebut.
Kontribusi Kebumen terhadap Produksi Udang Nasional
Data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menunjukkan bahwa produksi udang vaname di Jawa Tengah pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 26.313 ton. Dari jumlah tersebut, Kabupaten Kebumen menjadi salah satu sentra produksi utama. Kontribusi Kebumen diperkirakan sebesar 1.850 ton.
Angka ini menempatkan Kebumen sebagai pemain kunci dalam industri udang di Jawa Tengah. Selain produksi, ekspor udang Jawa Tengah pada triwulan I tahun 2026 juga menunjukkan performa yang mengesankan. Total ekspor mencapai 1.300 ton dengan nilai Rp178,8 miliar.
Kontribusi signifikan dari **budidaya udang Kebumen** ini tidak hanya memperkuat posisi Jawa Tengah. Namun juga mendukung penguatan ketahanan pangan dan ekonomi nasional. Ini membuktikan bahwa investasi pada sektor perikanan budidaya memiliki dampak positif yang luas.
Sumber: AntaraNews