Fakta Menarik: Udang Lokal Primadona Kuliner Nusantara, KKP Pastikan Aman Dikonsumsi
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan udang lokal Indonesia adalah primadona kuliner Nusantara, kaya rasa dan gizi, serta aman dikonsumsi.
Jakarta, 17 Oktober – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali menegaskan posisi udang lokal sebagai primadona di hati masyarakat Nusantara. Hal ini disampaikan oleh KKP pada Kamis, 17 Oktober, dalam sebuah pernyataan resmi di Jakarta, menyoroti cita rasa khas dan nilai gizi tinggi yang terkandung dalam komoditas perikanan ini.
Machmud, Sekretaris Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP, menjelaskan bahwa kedekatan masyarakat Indonesia dengan udang telah terbukti dari beragamnya olahan tradisional. Mulai dari Aceh hingga Papua, berbagai daerah memiliki resep khas yang menjadikan udang sebagai bahan utama, menunjukkan warisan kuliner yang kaya.
Selain memperkaya khazanah kuliner tradisional, udang lokal juga populer dalam kreasi hidangan kekinian yang digemari generasi muda. KKP berkomitmen untuk terus menjaga kualitas dan daya saing udang Indonesia, termasuk melalui upaya promosi dan memastikan keamanan produk di tengah tantangan pasar global.
Kekayaan Kuliner Nusantara Berbahan Udang Lokal
Sejak dahulu, udang lokal telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kekayaan kuliner Indonesia. Machmud dari KKP menyoroti bagaimana setiap daerah memiliki ciri khas dalam mengolah udang, menciptakan hidangan yang unik dan lezat.
Di Aceh, misalnya, terdapat menu udang asam keueng yang pedas dan segar, sementara Sumatera Barat bangga dengan udang balado-nya yang kaya rempah. Sumatera Selatan memiliki pindang udang yang gurih, dan Betawi terkenal dengan udang sambal petai yang menggugah selera.
Tidak hanya itu, Jawa Tengah memiliki botok udang yang khas, Bali dengan sate udang lilit yang eksotis, serta Sulawesi Selatan dengan udang rica-rica yang pedas. Bahkan Papua pun memiliki udang sagu dan udang selingkuh yang unik, menunjukkan betapa beragamnya olahan udang lokal di seluruh penjuru negeri.
“Tentu ini menunjukkan bahwa udang telah menjadi bagian dari kekayaan kuliner nusantara yang patut kita jaga dan banggakan,” kata Machmud, menekankan pentingnya melestarikan warisan kuliner ini. Selain hidangan tradisional, udang lokal juga banyak diadaptasi menjadi menu modern seperti udang kungpao, sushi udang, dimsum, hingga ebi furay.
Komitmen KKP Jaga Kualitas dan Daya Saing Udang Indonesia
Kementerian Kelautan dan Perikanan tidak hanya berhenti pada promosi, tetapi juga aktif menjaga kualitas dan daya saing udang lokal di pasar internasional. KKP terus melakukan aksi diplomasi, terutama menghadapi pengetatan ekspor ke pasar Amerika yang berdampak pada produk udang dari Pulau Jawa dan Lampung.
Penguatan pasar domestik juga menjadi fokus utama, salah satunya melalui penyelenggaraan berbagai event promosi. KKP baru-baru ini menggelar bazar bertema udang selama dua hari di area parkir Gedung Mina Bahari III, sebagai bagian dari rangkaian Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan dalam memperingati HUT ke-26 KKP.
Direktur Pemasaran Ditjen PDSPKP KKP, Erwin Dwiyana, menjelaskan bahwa bazar tersebut menampilkan demo masak olahan udang, shrimp corner untuk UMKM berbasis udang, serta promosi menu tradisional dan modern. “Berbagai literatur menunjukkan kandungan dan manfaat udang yang begitu kaya. Selain sehat, dengan mengonsumsi udang kita juga turut mendukung hasil karya pembudidaya lokal. Jadi, dengan makan udang, kita sekaligus bangga menjadi Indonesia,” tutur Erwin.
Yang tak kalah penting, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono telah memastikan bahwa udang tambak Indonesia aman dikonsumsi dan bebas dari radioaktif. KKP terus berkoordinasi dan bersinergi dengan Satuan Tugas Penanganan Kerawanan Bahaya Radiasi Radionuklida Cesium-137, menjamin keamanan produk perikanan bagi masyarakat.
Sumber: AntaraNews