Fakta Unik: KKP Kembangkan Induk Udang Lokal Nusa Dewa, Perkuat Budidaya Udang Nasional dari Hulu
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serius perkuat sektor Budidaya Udang Nasional dari hulu, hadirkan induk unggul Nusa Dewa dan sederhanakan regulasi demi ekspor berdaya saing global.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara serius memperkuat sektor industri budidaya udang nasional. Langkah ini diambil guna meningkatkan produktivitas dan daya saing ekspor udang Indonesia di pasar global. Fokus utama penguatan dimulai dari sektor hulu produksi.
Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP, Tb Haeru Rahayu, menjelaskan strategi komprehensif yang telah disiapkan. Strategi tersebut mencakup penyederhanaan regulasi hingga pengembangan induk udang unggul. Pernyataan ini disampaikan dalam keterangan pers di Jakarta pada Minggu, 6 Oktober.
Penguatan ini bertujuan agar Indonesia mampu menghasilkan udang berkualitas tinggi secara berkelanjutan. Dengan demikian, target peningkatan ekspor udang dapat tercapai secara optimal. KKP berkomitmen penuh untuk mendukung para pembudidaya udang di seluruh Indonesia.
Penyederhanaan Regulasi dan Harmonisasi Kebijakan
Salah satu strategi utama KKP adalah melakukan perbaikan dan penyusunan regulasi. Hal ini dilakukan dengan menyederhanakan aturan perizinan agar lebih efisien bagi para pelaku budidaya udang. Proses perizinan yang lebih mudah diharapkan dapat mendorong investasi.
Selain itu, KKP juga berupaya melakukan harmonisasi regulasi antara pemerintah pusat dan daerah. Langkah ini penting guna menghindari tumpang tindih kebijakan yang dapat menghambat pertumbuhan industri. "Melakukan harmonisasi regulasi antara pusat dan daerah guna menghindari tumpang tindih, serta memastikan kebijakan yang diterapkan mendukung investasi sekaligus keberlanjutan lingkungan,” kata Tebe.
Kebijakan yang selaras akan memastikan bahwa setiap aturan yang diterapkan mendukung investasi jangka panjang. Pada saat yang sama, keberlanjutan lingkungan juga menjadi prioritas utama. Ini penting untuk masa depan budidaya udang yang lestari.
Peningkatan Praktik Budidaya dan Teknologi Unggul
KKP juga mendorong penerapan protokol budidaya atau good aquaculture practice (GAP) di seluruh sentra produksi udang. Peningkatan kapasitas pembudidaya dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan intensif. Ini memastikan mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai.
Pemerintah juga mendorong penggunaan teknologi ramah lingkungan dan penerapan biosecurity yang ketat. Tujuannya adalah untuk menjamin kualitas udang sejak awal siklus produksi. Udang yang dihasilkan harus sesuai dengan standar internasional yang berlaku.
Sebagai inovasi, KKP mengajak para pembudidaya untuk meninggalkan praktik lama yang tidak sesuai standar, termasuk penggunaan antibiotik. Sebagai alternatif, pemerintah mendorong penggunaan probiotik. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas udang tanpa efek samping.
Dukungan Pembiayaan dan Pengembangan Induk Lokal
Dukungan pendanaan juga menjadi fokus KKP untuk memperkuat industri budidaya udang. Penyediaan akses kredit lunak atau skema pembiayaan khusus bagi petambak udang terus diupayakan. Ini membantu pembudidaya dalam mengembangkan usahanya.
Pemerintah juga memberikan insentif bagi pembudidaya yang menerapkan praktik terbaik (best practices) dalam kegiatan budidaya mereka. Kolaborasi dengan lembaga keuangan juga dijalin untuk memperluas akses modal. Hal ini penting untuk pertumbuhan skala usaha.
KKP berupaya menghasilkan induk udang unggul secara mandiri sehingga tidak perlu lagi impor. "Di momen Bulan Bhakti Kelautan dan Perikanan dalam rangka peringatan HUT ke-26 tahun KKP yang jatuh tiap 26 Oktober, program induk udang unggul kian diperkuat,” ucap Tebe. Induk udang lokal bernama Nusa Dewa telah dikembangkan melalui Balai di Karangasem, Bali. “Ini menjadi bukti nyata bahwa kita mampu menghasilkan produk unggul buatan Indonesia. Sudah saatnya kita bangga dengan karya anak bangsa,” tegas Tebe.
Potensi Besar dan Kolaborasi Industri Udang
Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan udang sebagai komoditas unggulan di pasar global. Dengan kondisi eksisting seperti ketersediaan lahan, produksi nasional, dan posisi udang Indonesia di pasar global, peluang ini sangat besar. "Dengan kondisi eksisting seperti ketersediaan lahan, produksi nasional, dan posisi udang Indonesia di pasar global, kita memiliki peluang besar untuk menjadikan industri udang lebih maju, berdaya saing, dan berkelanjutan,” kata Tebe.
Tebe juga menekankan pentingnya kolaborasi erat antara asosiasi, pelaku usaha swasta, akademisi, serta kementerian dan lembaga terkait. Sinergi ini menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan industri udang Indonesia yang berdaya saing global dan berkelanjutan. Semua pihak harus bekerja sama.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sebelumnya juga menekankan pentingnya pengembangan perikanan budidaya berkelanjutan. Praktik ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan nasional. Namun, juga ikut menjaga populasi perikanan di alam. Ini adalah komitmen jangka panjang KKP.
Sumber: AntaraNews