TP PKK Kalbar Dorong Pangan Lokal Kalimantan Barat Mendunia Lewat Festival dan Inovasi
Tim Penggerak PKK Kalimantan Barat gencar mendorong Pangan Lokal Kalimantan Barat menembus pasar global melalui Festival Pangan Kalbar Ke-7, kolaborasi, dan inovasi, menghadirkan potensi ekonomi besar.
Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) secara aktif mendorong pangan lokal daerah ini untuk menembus pasar global. Upaya ini dilakukan melalui penguatan kolaborasi serta inovasi dalam penyelenggaraan Festival Pangan Kalbar Ke-7 Tahun 2026. Acara tersebut juga dirangkaikan dengan Saprahan Khatulistiwa Ke-6 di Pontianak pada Minggu, 3 Mei 2026.
Ketua TP PKK Provinsi Kalbar, Erlina, menyatakan bahwa keberhasilan festival ini bukan hanya sekadar rekor, melainkan momentum penting. Ini adalah kesempatan emas untuk memperkenalkan kekayaan pangan lokal Kalimantan Barat agar semakin dikenal luas, bahkan hingga ke mancanegara. Keberhasilan penyajian 12.000 porsi lontong khas Sukadana menjadi pintu masuk strategis untuk tujuan tersebut.
Penyelenggaraan festival ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat berbasis kuliner lokal dan meningkatkan nilai ekonomi produk. Erlina menekankan peran TP PKK dalam mendorong pemanfaatan pangan lokal, dimulai dari lingkup keluarga hingga berkembang menjadi usaha produktif yang bernilai ekonomi tinggi.
Peran TP PKK dalam Mengangkat Pangan Lokal
TP PKK Provinsi Kalimantan Barat memegang peranan krusial dalam menggerakkan potensi pangan lokal dari tingkat rumah tangga. Erlina menyoroti bagaimana organisasi ini terus mendorong keluarga, khususnya para ibu, untuk lebih kreatif dalam mengolah bahan pangan setempat. Dari dapur rumah tangga, diharapkan lahir produk unggulan yang memiliki nilai jual tinggi dan mampu bersaing di pasar.
Momentum Festival Pangan Kalbar Ke-7 tahun ini menjadi sangat istimewa dengan pencapaian rekor penyajian 12.000 porsi lontong khas Sukadana. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga dinilai sebagai langkah strategis. Ini membuka jalan bagi pengenalan kekayaan kuliner daerah ke kancah internasional, menunjukkan potensi besar Pangan Lokal Kalimantan Barat.
Melalui pendekatan ini, TP PKK berupaya mengubah persepsi bahwa pangan lokal hanya untuk konsumsi domestik. Mereka ingin menunjukkan bahwa dengan inovasi dan sentuhan kreatif, produk-produk ini dapat memiliki daya tarik global. Ini adalah bagian dari strategi besar untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui ekonomi kreatif berbasis kuliner.
Kolaborasi dan Inspirasi untuk Daya Saing Global
Kolaborasi erat antara TP PKK dan penyelenggara festival menjadi kunci utama untuk memperluas dampak kegiatan secara berkelanjutan. Erlina menegaskan pentingnya penguatan kerja sama ini demi pemberdayaan masyarakat yang lebih luas, terutama bagi mereka yang bergerak di sektor kuliner lokal. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan usaha.
Kehadiran Stephanie Meyerson, juara MasterChef Indonesia Season 13, memberikan inspirasi signifikan bagi masyarakat dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kalimantan Barat. Kehadirannya memotivasi para pelaku usaha untuk mengembangkan olahan Pangan Lokal Kalimantan Barat menjadi produk yang lebih modern dan kompetitif. Ini menunjukkan bahwa kuliner daerah memiliki potensi besar untuk berinovasi.
Erlina berharap kehadiran Chef Stephanie dapat mendorong UMKM untuk menghasilkan produk yang tidak hanya lezat, tetapi juga menarik, higienis, dan memiliki daya saing tinggi. Standar kualitas ini penting untuk menembus pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Inovasi dalam penyajian dan pengemasan juga menjadi fokus utama.
Promosi Konsisten dan Identitas Daerah
Sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Barat, Erlina juga menekankan pentingnya promosi Pangan Lokal Kalimantan Barat secara konsisten. Konsistensi dalam promosi adalah kunci agar produk-produk khas daerah mampu bersaing di pasar yang semakin luas. Tanpa promosi yang berkelanjutan, potensi besar ini mungkin tidak akan terwujud sepenuhnya.
Tujuan utama dari semua upaya ini adalah agar Pangan Lokal Kalimantan Barat semakin dikenal luas dan mampu mendunia. Erlina menegaskan bahwa ini bukan hanya tentang urusan kuliner semata, melainkan juga tentang identitas dan kebanggaan daerah. Setiap hidangan lokal membawa cerita dan warisan budaya yang patut diperkenalkan ke seluruh dunia.
Festival Pangan Kalbar Ke-7, yang dibuka langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, diharapkan menjadi langkah konkret. Acara ini diharapkan mendorong Pangan Lokal Kalimantan Barat untuk "naik kelas" dan semakin dikenal, dari tingkat nasional hingga mencapai panggung internasional. Ini adalah investasi jangka panjang untuk budaya dan ekonomi daerah.
Kegiatan ini turut dihadiri berbagai tokoh penting, termasuk unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Barat, Wakil Ketua Dekranasda Provinsi Kalbar Donata Dirasig, Wali Kota Pontianak Edi Kamtono, serta pimpinan instansi vertikal. Kehadiran pelaku usaha kuliner, budayawan, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat umum juga memadati lokasi acara, menunjukkan dukungan luas terhadap inisiatif ini.
Sumber: AntaraNews