Prabowo Pastikan Swasembada Pangan di Tengah Ketegangan Geopolitik Global
Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia telah mencapai swasembada pangan, seperti udang di Kebumen, di tengah konflik geopolitik global, menunjukkan kemandirian strategis negara.
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia telah berhasil mencapai swasembada pangan di tengah situasi ketidakpastian serta konflik geopolitik yang melanda berbagai belahan dunia saat ini. Pencapaian ini, salah satunya terlihat dari produksi udang di Kebumen, Jawa Tengah, menunjukkan kemajuan signifikan.
Keberhasilan ini merupakan hasil dari langkah strategis pemerintah selama 19 bulan terakhir dalam memperkuat kemandirian sektor pangan. Upaya tersebut bertujuan untuk menjamin stabilitas kebutuhan pokok masyarakat di tengah tantangan global.
Presiden Prabowo menyatakan bahwa banyak capaian yang telah diraih selama kepemimpinannya sejak Oktober 2024, yakni selama 1 tahun 7 bulan atau 19 bulan. Ia menyebutkan Indonesia kini telah swasembada beras, jagung, dan protein.
Capaian Swasembada Pangan Nasional dan Target Masa Depan
Presiden Prabowo merinci bahwa capaian swasembada pangan saat ini mencakup komoditas pokok seperti beras, jagung, dan protein, termasuk telur ayam. Hal ini menunjukkan keberhasilan strategi pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat secara mandiri.
Sementara itu, untuk komoditas daging, pemerintah saat ini tengah menggenjot percepatan produksi dengan target kemandirian penuh. Diharapkan, swasembada daging dapat terealisasi dalam kurun waktu empat hingga lima tahun mendatang, memperkuat ketahanan pangan nasional secara menyeluruh.
Langkah-langkah strategis ini merupakan bagian integral dari visi pemerintah untuk memastikan ketersediaan pangan yang stabil dan terjangkau bagi seluruh rakyat Indonesia. Kemandirian pangan menjadi fondasi penting dalam menghadapi gejolak ekonomi dan geopolitik global.
Ketahanan Nasional di Tengah Geopolitik Global
Di tengah situasi global yang dipenuhi dengan ketegangan geopolitik, Presiden Prabowo menekankan bahwa Indonesia harus memiliki kekuatan pertahanan yang tangguh. Kekuatan ini dinilai krusial untuk melindungi kekayaan alam nasional dari intervensi pihak asing maupun pihak tertentu yang ingin menguasai sumber daya domestik.
Presiden menyatakan rasa syukurnya bahwa Indonesia masih tidak terlibat langsung dalam konflik-konflik tersebut, namun tetap waspada. Pembangunan kekuatan pertahanan nasional menjadi prioritas utama untuk menjaga kedaulatan dan kekayaan negara.
Pengelolaan kekayaan alam secara mandiri dan transparan menjadi kunci untuk memastikan manfaatnya dinikmati oleh seluruh rakyat. Hal ini sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang berdaulat dan mampu menjaga kepentingannya di kancah internasional.
Pemberantasan Kebocoran Kekayaan Negara dan Pembangunan Produktif
Selain ketahanan pangan dan pertahanan, Presiden menyoroti pentingnya menutup celah kebocoran kekayaan negara yang selama ini menghambat kesejahteraan rakyat luas. Presiden berkomitmen penuh untuk memastikan kekayaan tersebut dikelola secara transparan dan dinikmati langsung oleh seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya segelintir pihak.
Pemerintah terus memperluas model pembangunan proyek produktif ke berbagai daerah, seperti pengembangan tambak udang dan ikan di Waingapu, Gorontalo, serta kawasan Pantura, Jawa Barat. Langkah ini merupakan bagian integral dari strategi besar pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika ekonomi global yang menantang.
Upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur ekonomi yang masif dan produktif. Salah satu contoh utamanya adalah Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Kebumen, yang telah mengintegrasikan teknologi modern pada lahan seluas 100 hektare.
Hingga operasional siklus ke-8, BUBK Kebumen tercatat telah memproduksi 1.151.497 kg udang, memberikan kontribusi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp83,3 miliar. Selain itu, kawasan ini secara konsisten menyerap 145 tenaga kerja tetap serta 500 tenaga harian lepas setiap harinya, menjadikannya percontohan modernisasi sektor perikanan yang berdampak langsung bagi ekonomi masyarakat lokal.
Sumber: AntaraNews