Kementan Cetak Generasi Muda Pertanian Modern, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Kementerian Pertanian (Kementan) berkomitmen mencetak Generasi Muda Pertanian Modern melalui program unggulan untuk mempercepat regenerasi petani dan mendukung ketahanan pangan nasional.
Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya menyiapkan generasi muda sebagai penggerak utama pertanian modern di Indonesia. Langkah ini diambil untuk mempercepat regenerasi petani serta mendukung penuh ketahanan pangan nasional. Inisiatif strategis ini melibatkan penguatan kapasitas, kepemimpinan, dan pemanfaatan teknologi terkini.
Upaya konkret tersebut diwujudkan melalui serangkaian program unggulan yang diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan. Program ini mencakup pemilihan Young Ambassador Agriculture (YAA), Duta Polbangtan/PEPI, dan Brigade Pangan Inspiratif Tahun 2026. Kegiatan penting tersebut berlangsung di Ciawi, Bogor, Jawa Barat.
Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti, menegaskan pentingnya menciptakan generasi muda pertanian yang adaptif dan profesional. Mereka diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan pertanian di daerah masing-masing. Regenerasi petani harus dibarengi dengan penguatan kapasitas yang berkelanjutan.
Mempercepat Regenerasi Petani dan Ketahanan Pangan
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sebelumnya telah menegaskan bahwa generasi muda adalah ujung tombak pembangunan pertanian nasional. Hal ini sangat krusial di tengah tantangan krisis pangan global serta perubahan iklim yang semakin nyata. Oleh karena itu, Kementan terus mempercepat regenerasi petani melalui penguatan kapasitas anak muda di sektor pertanian.
Menurut Mentan Amran, pertanian modern saat ini sangat membutuhkan sumber daya manusia unggul yang adaptif terhadap teknologi dan inovasi. Sektor pertanian kini tidak lagi identik dengan pekerjaan tradisional, melainkan telah berkembang menjadi sektor strategis yang menjanjikan secara ekonomi. Pertanian adalah bisnis besar yang membutuhkan anak muda kreatif dan inovatif.
“Pertanian saat ini bukan lagi sektor tradisional. Pertanian adalah bisnis besar yang menjanjikan dan membutuhkan anak-anak muda yang kreatif, inovatif, serta menguasai teknologi. Kalau pangan kuat, bangsa juga akan kuat,” ujar Mentan Amran. Ia menambahkan bahwa petani muda memiliki peran vital dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Mereka juga berperan memperkuat posisi Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.
Strategi Kementan Mengembangkan SDM Pertanian Unggul
Kegiatan Young Ambassador Agriculture (YAA) dan Brigade Pangan Inspiratif merupakan bagian integral dari strategi Kementan. Strategi ini bertujuan mencetak sumber daya manusia pertanian yang profesional, berdaya saing, serta memiliki jiwa kepemimpinan dan kewirausahaan. Kementan terus membuka ruang luas bagi generasi muda untuk terlibat langsung dalam pengembangan pertanian modern berbasis teknologi dan kewirausahaan.
Para peserta program mendapatkan berbagai pembekalan komprehensif yang sangat relevan dengan kebutuhan sektor pertanian masa kini. Pembekalan tersebut meliputi materi kepemimpinan, kemampuan public speaking, serta strategi personal branding yang kuat. Selain itu, mereka juga diajarkan strategi promosi pertanian di era digital.
Peserta program juga didorong untuk menjadi duta pertanian yang aktif dan mampu menyebarluaskan program strategis Kementan kepada masyarakat luas. Melalui langkah-langkah ini, Kementan berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik terjun ke sektor pertanian. Keterlibatan mereka sangat penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Pertanian Berbasis Teknologi dan Kewirausahaan
Kementan secara konsisten mendorong pengembangan pertanian yang modern, efisien, dan produktif melalui pemanfaatan teknologi. Pengembangan ini juga berlandaskan pada semangat kewirausahaan di kalangan anak muda. Pendekatan ini bertujuan untuk mengubah persepsi masyarakat terhadap sektor pertanian.
“Petani muda adalah masa depan pertanian Indonesia. Mereka harus menjadi motor penggerak pertanian modern yang produktif, efisien, dan berbasis teknologi,” tegas Mentan Amran. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya peran strategis generasi muda dalam transformasi pertanian. Kementan berkomitmen penuh untuk mendukung inovasi dan kreativitas mereka.
Dengan fokus pada pertanian berbasis teknologi dan kewirausahaan, Kementan berupaya menciptakan ekosistem yang kondusif. Ekosistem ini memungkinkan generasi muda untuk berinovasi dan berkontribusi secara signifikan. Inisiatif ini diharapkan dapat menarik lebih banyak talenta muda ke sektor pertanian.
Sumber: AntaraNews