Stok Beras Cetak Rekor 5,3 Juta Ton, Jadi Level Tertinggi Sejak Indonesia Merdeka
Amran mengungkapkan, stok beras nasional saat ini berada di angka 5,3 juta ton dan diperkirakan meningkat menjadi 5,5 juta ton pada akhir bulan.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyebut sektor pertanian Indonesia mencatat sejumlah capaian besar pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Salah satunya ialah cadangan beras pemerintah (CBP) yang kini mencapai level tertinggi sejak Indonesia merdeka.
Amran mengungkapkan, stok beras nasional saat ini berada di angka 5,3 juta ton dan diperkirakan meningkat menjadi 5,5 juta ton pada akhir bulan. Jumlah tersebut disebut melampaui seluruh capaian stok beras nasional pada periode-periode sebelumnya.
Selain stok pangan, indikator kesejahteraan petani juga mengalami kenaikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Nilai Tukar Petani (NTP) saat ini tercatat sebagai yang tertinggi dalam 33 tahun terakhir.
Menurut Amran, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian juga menunjukkan lonjakan signifikan. Saat proses pergantian pemerintahan menuju kepemimpinan Presiden Prabowo, pertumbuhan PDB pertanian berada di level 0,67 persen. Kini, angka tersebut naik menjadi 5,7 persen dan diklaim sebagai pertumbuhan tertinggi dalam seperempat abad terakhir.
Untuk menjawab keraguan terkait data produksi beras nasional, Amran menyebut angka produksi Indonesia telah diverifikasi oleh sejumlah lembaga nasional maupun internasional. Produksi beras Indonesia saat ini disebut mencapai 34,6 juta ton dengan surplus sekitar 4 juta ton.
"Produksi kita tercatat mencapai 34,6 juta ton, yang berarti kita mengalami surplus sebesar 4 juta ton. Ini bukan sekadar klaim dari Kementerian Pertanian, melainkan data yang disepakati oleh lembaga-lembaga dunia," kata Amran, Rabu (13/5).
Data BPS
Ia menjelaskan, Badan Pusat Statistik mencatat produksi beras Indonesia sebesar 34,6 juta ton. Angka yang sama juga divalidasi oleh USDA atau United States Department of Agriculture. Sementara itu, FAO memperkirakan produksi beras Indonesia dapat mencapai hingga 36 juta ton.
Amran turut membandingkan kondisi saat ini dengan era Presiden Soeharto pada 1984, ketika Indonesia menerima penghargaan FAO atas keberhasilan swasembada pangan. Kala itu, stok beras tertinggi yang dikuasai Bulog berada di kisaran 2,6 juta ton.
Menurut dia, capaian saat ini berhasil melampaui rekor tersebut dengan stok beras nasional mencapai 5,3 juta ton. Pemerintah Indonesia juga disebut memperoleh dua penghargaan tertinggi dari FAO secara berturut-turut sebagai bentuk pengakuan atas keberhasilan kebijakan ketahanan pangan nasional.