Pesan Menkes: Manfaatkan Label Nutri Level untuk Pilih Makanan-Minuman Sehat
Nutri Level adalah sistem label gizi berbasis warna dan huruf (A, B, C, D) yang dicantumkan pada kemasan makanan dan minuman siap saji di Indonesia.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin berpesan agar masyarakat memanfaatkan label Nutri-Level sebagai panduan untuk memilih makanan dan minuman yang sehat.
"Pastikan nanti kalau makan dan minum, pilih produk yang sehat, pilih yang A sama B. Kalau D boleh, tapi seminggu sekali saja," kata Menkes Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Selasa usai peresmian pencantuman label nutrisi Nutri-Level pada produk makanan dan minuman di Indonesia.
"Hari ini kita launching untuk label Nutri-Level," kata Menkes Budi Gunadi Sadikin dikutip dari Antara.
Nutri Level adalah sistem label gizi berbasis warna dan huruf (A, B, C, D) yang dicantumkan pada kemasan makanan dan minuman siap saji di Indonesia, untuk menunjukkan tingkat kandungan gula, garam, dan lemak, dalam suatu produk.
Level A, warna hijau tua, menunjukkan kandungan Gula, Garam, dan Lemak (GGL) lebih rendah.
Level B, hijau muda, kandungan GGL rendah.
Level C, kuning, kandungan GGL sedang, perlu dikonsumsi dengan bijak.
Level D, merah, kandungan GGL tinggi, sehingga perlu dibatasi/dihindari.
"Melalui label ini, konsumen dapat memahami kualitas nutrisi produk secara lebih cepat, mudah, dan informatif," kata Menkes Budi Gunadi Sadikin.
Kemenkes Gandeng Swasta Sosialisasi Pencantuman Label Nutrisi
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggandeng sektor swasta dalam menyosialisasikan kebijakan pencantuman label nutrisi "Nutri-Level" pada produk minuman di Indonesia.
"Hari ini kita launching untuk label Nutri-Level," kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.
Sektor swasta tersebut adalah PT Lippo Malls Indonesia (LMI), Universitas Pelita Harapan (UPH), dan Siloam International Hospitals.
Menurut Menkes, kolaborasi ini menjadi langkah nyata lintas sektor antara pemerintah, pelaku industri, institusi pendidikan, dan layanan kesehatan, dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi makanan dan minuman yang lebih bijak dan seimbang.
Kebijakan Nutri-Level menghadirkan sistem pelabelan nutrisi sederhana dengan skala A hingga D untuk menunjukkan tingkat kandungan gula, garam, dan lemak, dalam suatu produk.
Melalui label ini konsumen dapat memahami kualitas nutrisi produk secara lebih cepat, mudah, dan informatif.
Menurut Menkes, penerapan label nutrisi ini penting seiring meningkatnya risiko penyakit tidak menular akibat konsumsi gula, garam, dan lemak berlebihan, seperti obesitas, hipertensi, penyakit jantung, stroke, hingga diabetes tipe 2.
Menkes berharap dengan pencantuman Nutri-Level pada produk dapat membantu masyarakat mengambil keputusan konsumsi yang lebih bijak, sekaligus mendorong terbentuknya pola hidup yang lebih sehat.
Dalam kesempatan tersebut Menkes Budi Gunadi Sadikin berkesempatan untuk mencicipi minuman yang telah berlabel Nutri-Level dari restoran Xing Fu Tang dan Fore.
Optimalkan Jaringan Pusat Perbelanjaan
Sebagai bagian dari edukasi publik, Lippo Malls Indonesia mengoptimalkan jaringan pusat perbelanjaannya yang mencakup 70 mal di 37 kota dan 18 provinsi untuk memperluas sosialisasi Nutri-Level kepada pengunjung serta tenant Food and Beverage.
Dengan lebih dari 16 ribu tenant dan sekitar 200 juta pengunjung setiap tahun, pusat perbelanjaan dinilai menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan literasi nutrisi kepada masyarakat luas.
Di sisi akademik, Universitas Pelita Harapan berperan mendukung implementasi kebijakan melalui pengujian kadar gula pada sampel minuman siap saji dari tenant di Lippo Mall Nusantara. Hasil pengujian tersebut kemudian dikonversi ke kategori Nutri-Level sesuai Kepmenkes Nomor 301 Tahun 2026 sebagai dasar pencantuman informasi nutrisi secara mandiri pada menu maupun kemasan produk.
Siloam International Hospitals turut memperluas edukasi kesehatan melalui jaringan layanan kesehatan di berbagai wilayah Indonesia dengan pendekatan preventif, terutama peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pola konsumsi dan asupan nutrisi yang lebih seimbang.
President UPH Stephanie Riady mengatakan kolaborasi ini merupakan bentuk nyata dukungan sektor swasta terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat Indonesia.
"Sebagai ruang publik yang dekat dengan aktivitas sehari-hari masyarakat, LMI memiliki peran strategis dalam menghadirkan edukasi kesehatan yang mudah diakses dan relevan bagi masyarakat luas. Sedangkan kolaborasi bersama UPH dan Siloam diharapkan dapat memperkuat implementasi program ini secara menyeluruh, mulai dari edukasi, pengujian, hingga penyebaran informasi kesehatan kepada masyarakat," kata Stephanie Riady.