BMKG Ingatkan Ancaman El Nino, Mentan: Stok Pangan Cukup 10 Bulan
Stok pangan cukup sampai 10 bulan ke depan. Dengan prediksi musim kemarau hanya terjadi selama enam bulan, stok pangan dianggap cukup.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman merespon soal prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait ancaman badan El Nino yang membuat musim kemarau menjadi lebih panjang.
Amran mengaku sudah dipanggil Presiden Prabowo Subianto terkait potensi terjadinya musim kemarau panjang pada tahun 2026. Amran mengaku sudah menghitung semua stok pangan sebagai antisipasi kemarau berkepanjangan.
"Tadi malam dipanggil Bapak Presiden menghadap. Kami sudah hitung baik, sekarang, stok kita, cadangan di gudang, di lapangan, dan mereka hotel, rumah, dan seterusnya, termasuk standing crowd itu cukup untuk 10 bulan ke depan," ujarnya usai membuka acara Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) di Hotel Claro Makassar, Rabu (26/3).
Amran juga menyinggung jadwal panen petani pada Maret 2026. Dengan tambahan hasil panen tersebut, Amran menjamik stok pangan aman hingga Desember 2026.
"Sekarang ini bulan tiga selesai. Berarti sembilan bulan sampai Desember cukup. Itu belum dihitung yang akan dipanen," kata dia.
Amran berkaca pada tahun 2023-2024 yang di mana terjadi badai El Nino yang menyebabkan kemarau panjang. Saat itu, produksi pertanian mencapai 2 juta per bulan.
"Artinya, totalnya ada 14 juta. Itu bisa sampai Mei tahun depan," kata Amran.
Mentan Jamin Stok Pangan Aman
Ia kembali menegaskan jika stok pangan cukup sampai 10 bulan ke depan. Dengan prediksi musim kemarau hanya terjadi selama enam bulan, stok pangan dianggap cukup.
"Jadi aman. Tahun stok kita tertinggi hari ini, itu 4,2 juta ton. Bulan depan itu 5 juta ton. Tidak pernah terjadi stok seperti itu selama Republik ini merdeka," ucapnya.
Sebelumnya, Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa pemantauan anomali iklim global di Samudera Pasifik menunjukkan nilai indeks ENSO saat ini berada pada angka -0,28 (Netral) dan diprediksi bertahan hingga Juni 2026.
Namun demikian, mulai pertengahan tahun peluang munculnya El Niño kategori Lemah-Moderat sebesar 50-60% mulai semester kedua tahun ini perlu menjadi perhatian.
“Sementara itu, kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) diprediksi tetap stabil pada fase Netral sepanjang tahun,” kata Faisal dalam Konferensi Pers Prakiraan Awal Musim Kemarau 2026 di Gedung Multi-Hazard Early Warning System, Jakarta, Rabu (4/3).
Lebih lanjut, peralihan Angin Baratan (Monsun Asia) menjadi Angin Timuran (Monsun Australia) menjadi penanda dimulainya musim kemarau.
BMKG mencatat sebanyak 114 Zona Musim (ZOM) atau 16,3% wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau pada April 2026, mencakup pesisir utara Jawa bagian barat, sebagian besar Jawa Tengah hingga Jawa Timur, NTB, NTT, serta sebagian kecil Kalimantan dan Sulawesi.