Bulog Banyumas Catat Serapan Gabah 74 Persen dari Target, Pastikan Stok Beras Aman
Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas berhasil mencatat serapan gabah petani hingga 74 persen dari target tahun 2026, memastikan stok beras aman di wilayah Banyumas Raya dan terus berupaya stabilkan harga pangan.
Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas mencatat realisasi penyerapan gabah dan beras petani telah mencapai 53.860 ton setara beras. Angka ini setara dengan sekitar 74 persen dari target pengadaan tahun 2026 yang ditetapkan sebesar 72.312 ton. Capaian signifikan ini menunjukkan komitmen Bulog dalam menjaga ketersediaan pangan di wilayah Banyumas Raya.
Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas, Prawoko Setyo Aji, di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Minggu (31/5), mengungkapkan bahwa realisasi ini diperoleh meskipun saat ini sebagian besar petani telah memasuki musim tanam kedua. Intensitas panen di wilayah tersebut mulai berkurang dibandingkan masa panen raya sebelumnya.
Prawoko menegaskan bahwa sisa target penyerapan akan terus dikejar pada musim panen kedua yang diperkirakan berlangsung pada akhir Juli hingga Agustus mendatang. Upaya ini dilakukan untuk mengoptimalkan pengadaan gabah dan beras dalam negeri demi menjaga stabilitas pasokan pangan di masyarakat.
Optimalisasi Serapan Gabah di Tengah Musim Tanam Kedua
Pada masa panen raya sebelumnya, penyerapan gabah harian oleh Bulog Banyumas dapat mencapai kisaran 1.500-2.500 ton per hari, dengan rata-rata sekitar 2.300 ton per hari. Volume penyerapan ini sangat membantu dalam memenuhi target pengadaan nasional.
Seiring berakhirnya panen raya di wilayah Banyumas Raya, yang meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara, volume penyerapan mengalami penurunan. Hal ini terjadi karena panen petani tidak lagi berlangsung serentak.
Prawoko menjelaskan bahwa saat ini penyerapan harian masih berkisar 400-500 ton. Kondisi ini terjadi karena waktu tanam petani berbeda-beda. Ada pula petani yang melakukan tanam ulang akibat gangguan pada tanaman, menyebabkan waktu panen menjadi lebih lambat dibandingkan petani lainnya.
Meskipun demikian, Bulog Banyumas tetap melaksanakan penyerapan di berbagai lokasi yang masih memasuki masa panen guna mengoptimalkan pengadaan gabah dan beras dalam negeri secara berkelanjutan.
Ketersediaan Stok Beras dan Antisipasi El Nino
Stok beras yang dikuasai Bulog Banyumas saat ini hampir mencapai 90 ribu ton, jumlah yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Banyumas Raya. Ketersediaan stok ini menjadi jaminan penting bagi ketahanan pangan lokal.
Dengan ketersediaan stok yang melimpah, Bulog optimistis pasokan beras di wilayah Banyumas Raya akan tetap aman. Optimisme ini muncul meskipun terdapat potensi dampak fenomena El Nino terhadap sektor pertanian pada musim kemarau 2026.
"Komoditas pangan, khususnya beras di wilayah Banyumas Raya, kami optimistis dalam kondisi aman karena stok yang tersedia sangat mencukupi," kata Prawoko. Pernyataan ini memberikan keyakinan kepada masyarakat terkait pasokan beras.
Program Stabilisasi Harga Pangan oleh Bulog
Selain menjaga ketersediaan cadangan beras pemerintah, Bulog juga terus menjalankan berbagai program untuk menstabilkan pasokan dan harga pangan di masyarakat. Program-program ini dirancang untuk memastikan akses masyarakat terhadap pangan yang terjangkau.
Salah satu program yang terus digencarkan adalah penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Beras SPHP dapat diperoleh masyarakat melalui toko-toko maupun ritel modern yang bekerja sama dengan Bulog.
Beras SPHP dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Harga tersebut adalah Rp12.500 per kilogram atau Rp62.500 per kemasan lima kilogram. Harga ini bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat.
"Program-program pemerintah terus digulirkan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus menjangkau masyarakat yang membutuhkan," ujar Prawoko. Ini menunjukkan komitmen Bulog dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat.
Sumber: AntaraNews