Meski Harga Jual Beras SPHP Bervariasi, Bulog Banyumas Jamin Stabilitas Harga Beras Purbalingga Tetap Terkendali
Perum Bulog Cabang Banyumas memastikan Stabilitas Harga Beras Purbalingga terjaga berkat penyaluran SPHP, meski ditemukan perbedaan harga jual di lapangan. Simak detailnya!
Perum Bulog Cabang Banyumas telah mengonfirmasi bahwa harga beras di Pasar Segamas, Purbalingga, Jawa Tengah, menunjukkan stabilitas yang signifikan. Kondisi ini terjadi berkat intervensi melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Pemantauan terbaru menunjukkan adanya penurunan harga beras dalam beberapa pekan terakhir, memberikan angin segar bagi konsumen di wilayah tersebut.
Pemimpin Perum Bulog Cabang Banyumas, Prawoko Setyo Aji, pada Sabtu (13/9) menjelaskan hasil pemantauan bersama Pemerintah Kabupaten Purbalingga. Pemantauan ini melibatkan berbagai dinas terkait seperti Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP), Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian, serta Bagian Perekonomian untuk memastikan akurasi data di lapangan. Harga beras setara medium saat ini berada di kisaran Rp12.500 hingga Rp13.500 per kilogram.
Beras SPHP yang disalurkan Bulog kini mudah ditemukan di pedagang dengan harga jual antara Rp11.600 hingga Rp12.000 per kilogram. Harga ini masih di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yaitu Rp12.500 per kilogram. Penyaluran beras SPHP ini menjadi kunci utama dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan beras serta mendukung Stabilitas Harga Beras Purbalingga.
Peran Vital SPHP dalam Stabilitas Harga Beras
Program SPHP memberikan efek cukup signifikan dalam menjaga stabilitas harga di pasaran, khususnya untuk komoditas beras. Hingga awal September ini, Bulog telah berhasil menyalurkan sebanyak 707 ton beras SPHP ke berbagai wilayah di Purbalingga. Volume penyaluran ini menunjukkan komitmen Bulog dalam menjaga pasokan.
Tujuan utama dari penyaluran beras SPHP adalah untuk memastikan masyarakat mendapatkan beras berkualitas dengan harga terjangkau. Ini merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk melindungi daya beli masyarakat dari fluktuasi harga yang tidak terkendali. Kehadiran beras SPHP diharapkan mampu menekan potensi kenaikan harga.
Bulog juga secara aktif mengingatkan pedagang agar menjual beras SPHP sesuai aturan yang berlaku. Pedagang diminta untuk menjual maksimal Rp12.500 per kilogram, tidak boleh membuka kemasan, dan setiap konsumen hanya diperbolehkan membeli dua kantong lima kilogram. Aturan ini diterapkan untuk mencegah praktik penimbunan dan memastikan pemerataan distribusi.
Strategi Penyaluran Beras SPHP dan Tantangan di Lapangan
Penyaluran beras SPHP dilakukan tidak hanya melalui pedagang pasar, tetapi juga lewat gerakan pangan murah (GPM) yang rutin digelar oleh Pemerintah Kabupaten Purbalingga bersama Bulog. Strategi ini bertujuan untuk memperluas akses masyarakat terhadap beras dengan harga yang telah ditetapkan. Berbagai titik distribusi diupayakan agar menjangkau lebih banyak warga.
Bahkan, distribusi beras SPHP juga didukung oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) hingga ke tingkat kecamatan. Melalui komando rayon militer (koramil) maupun kepolisian sektor (polsek), diharapkan beras SPHP dapat lebih mudah diakses oleh masyarakat di pelosok daerah. Kolaborasi ini memperkuat jaringan distribusi.
Namun, dalam kesempatan terpisah, Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan DKPP Kabupaten Purbalingga, Wahyu Jumartono, mengungkapkan adanya temuan perbedaan harga penjualan beras SPHP di tingkat pedagang. "Ada yang menjual Rp58.000 per kemasan lima kilogram, ada pula yang mematok Rp60.000, dan sebagian pedagang menjual hingga Rp62.500," katanya. Perbedaan harga ini menjadi perhatian serius karena menunjukkan variasi di lapangan.
Menurut Wahyu Jumartono, pemantauan rutin penting dilakukan sebagai tindak lanjut laporan Indeks Perkembangan Harga (IPH) dari Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Tengah. Dengan demikian, pemerintah daerah dapat menyiapkan intervensi kebijakan yang tepat agar harga tetap terkendali dan sesuai ketentuan, demi menjaga Stabilitas Harga Beras Purbalingga.
Antisipasi Fluktuasi Harga Komoditas Lain
Selain beras, pemantauan harga juga ditujukan terhadap komoditas lainnya yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Salah satunya adalah daging ayam ras yang mengalami kenaikan harga. Sebelumnya berkisar Rp32.000-Rp35.000 per kilogram, kini mencapai Rp40.000 per kilogram, menunjukkan adanya pergerakan harga yang signifikan.
Kenaikan harga daging ayam ras diperkirakan dipicu oleh meningkatnya permintaan dari konsumen maupun untuk kebutuhan program bantuan sosial. Peningkatan permintaan ini seringkali menjadi faktor utama pendorong kenaikan harga pada komoditas hewani. Pemerintah terus memantau dinamika pasar untuk komoditas ini.
Sementara itu, harga cabai merah keriting menunjukkan stabilitas yang cukup baik. Komoditas bumbu dapur ini tetap berada di kisaran Rp38.000 per kilogram. Kondisi harga cabai yang stabil ini memberikan sedikit kelegaan di tengah fluktuasi harga komoditas pangan lainnya.
Sumber: AntaraNews