Harga Emas Pegadaian Hari Ini 31 Mei 2026 Naik, Antam, UBS dan Galeri24 Kompak Menguat
Harga emas yang diproduksi oleh UBS, Antam, dan Galeri24 di Pegadaian naik pada hari Minggu, 31 Mei 2026, dengan emas Antam mencatatkan kenaikan tertinggi.
Harga emas UBS, Antam dan Galeri24 di Pegadaian terpantau mengalami kenaikan, Minggu (31/5). Kenaikan harga logam mulia ini berkisar antara Rp16.000 hingga Rp26.000.
Mengutip informasi dari Antara, harga emas UBS meningkat sebesar Rp16.000 menjadi Rp2.850.000 per gram, yang sebelumnya adalah Rp2.834.000. Sementara itu, harga emas Antam naik lebih tinggi, yaitu Rp26.000, menjadi Rp 2.911.000 per gram dari harga sebelumnya Rp2.885.000.
Galeri24 juga mencatat kenaikan harga sebesar Rp22.000, sehingga harganya menjadi Rp2.794.000 per gram, naik dari Rp2.772.000 per gram. Perlu dicatat bahwa harga tersebut dapat berubah sewaktu-waktu.
Untuk produk Galeri24, emas dijual dengan kuantitas mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram (1 kilogram). Emas UBS tersedia dalam kuantitas 0,5 gram hingga 500 gram, sedangkan harga emas Antam di Sahabat Pegadaian hanya ditampilkan untuk kuantitas 0,5 gram hingga 100 gram. Berikut adalah daftar lengkap harga emas Pegadaian untuk masing-masing produk, yang diambil dari sumber Antara:
Galeri24
- 0,5 gram: Rp 1.465.000
- 1 gram: Rp 2.794.000
- 2 gram: Rp 5.520.000
- 5 gram: Rp 13.698.000
- 10 gram: Rp 27.323.000
- 25 gram: Rp 67.939.000
- 50 gram: Rp 135.769.000
- 100 gram: Rp 271.404.000
- 250 gram: Rp 676.843.000
- 500 gram: Rp 1.353.685.000
- 1.000 gram: Rp 2.707.370.000
Antam
- 0,5 gram: Rp 1.508.000
- 1 gram: Rp 2.911.000
- 2 gram: Rp 5.760.000
- 3 gram: Rp 8.614.000
- 5 gram: Rp 14.321.000
- 10 gram: Rp 28.585.000
- 25 gram: Rp 71.331.000
- 50 gram: Rp 142.579.000
- 100 gram: Rp 285.077.000
UBS
- 0,5 gram: Rp 1.541.000
- 1 gram: Rp 2.850.000
- 2 gram: Rp 5.656.000
- 5 gram: Rp 13.977.000
- 10 gram: Rp 27.809.000
- 25 gram: Rp 69.385.000
- 50 gram: Rp 138.483.000
- 100 gram: Rp 276.858.000
- 250 gram: Rp 691.940.000
- 500 gram: Rp 1.382.255.000
Fluktuasi
Sebelumnya, harga emas dunia mengalami penguatan dalam dua sesi berturut-turut pada Jumat, 29 Mei 2026. Kenaikan harga emas ini dipicu oleh berita bahwa Amerika Serikat (AS) dan Iran mungkin telah sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata. Meskipun demikian, harga emas masih berpotensi mengalami penurunan bulanan karena adanya kekhawatiran inflasi dan harapan akan suku bunga yang lebih tinggi, yang dapat membebani sentimen pasar.
Mengutip CNBC, pada Sabtu (30/5), harga emas spot tercatat naik sebesar 0,6 persen menjadi US$ 4.519,64 per ounce. Sebelumnya, harga emas sempat turun ke level terendah dalam dua bulan di angka US$ 4.356,76 pada hari Kamis, tetapi ditutup lebih tinggi pada sesi perdagangan berikutnya.
Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus juga menunjukkan kenaikan, sebesar 0,4% menjadi US$ 4.550. Di sisi lain, harga perak spot mengalami penurunan sebesar 0,2% menjadi US$ 75,51 per ounce, meskipun masih menuju kenaikan bulanan. Sementara itu, harga platinum stabil di angka US$ 1.923,55, dan palladium naik 0,6% menjadi US$ 1.375,57, meskipun turun lebih dari 9% selama bulan ini.
Empat sumber yang mengetahui masalah ini mengungkapkan bahwa kesepakatan yang diusulkan antara AS dan Iran akan memperpanjang gencatan senjata mereka selama 60 hari dan mencabut pembatasan pengiriman melalui Selat Hormuz. Namun, Presiden AS Trump belum memberikan persetujuan untuk perjanjian tersebut, dan media pemerintah Iran melaporkan bahwa perjanjian tersebut belum final.
Chief Market Strategist Blue Line Futures, Philip Streible, menuturkan bahwa emas telah memantul dari level support teknis yang kunci. Optimisme atas perpanjangan gencatan senjata ini turut mendorong harga minyak dan dolar AS turun, yang keduanya mendukung harga emas batangan. Indeks dolar AS berada di jalur penurunan mingguan, sehingga membuat logam mulia yang berdenominasi dolar menjadi lebih murah bagi pembeli luar negeri.
Di sisi lain, harga minyak juga diperkirakan akan mengalami penurunan mingguan. Namun, Streible menekankan bahwa tema suku bunga "lebih tinggi untuk jangka waktu lebih lama" tetap berlanjut, mengingat gangguan pada pengiriman dan infrastruktur energi dapat menjaga harga minyak tetap tinggi, sementara Federal Reserve tetap berhati-hati dalam kebijakan moneternya.
Permintaan Emas di India Turun
Pada hari Kamis, data terbaru menunjukkan bahwa inflasi di AS mengalami kenaikan tercepat dalam tiga tahun terakhir pada bulan April. Kenaikan ini dipicu oleh harga energi yang lebih tinggi akibat perang di Iran, yang pada gilirannya memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (Fed) akan mempertahankan suku bunga tidak berubah hingga tahun depan.
Suku bunga yang lebih tinggi akan meningkatkan biaya peluang untuk memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil. Akibatnya, harga emas spot mengalami penurunan lebih dari 2% selama bulan ini.
Di sisi lain, permintaan emas di India tetap lesu disebabkan oleh harga yang lebih tinggi dan adanya bea impor. Selain itu, premi di pasar konsumen utama China juga menyempit di tengah sentimen yang cenderung berhati-hati.