Harga Emas di Pegadaian Minggu 28 Desember 2025, ada Lonjakan UBS dan Galeri24
Berikut adalah daftar harga emas dari Pegadaian yang diproduksi oleh UBS dan Galeri24 per tanggal Minggu, 28 Desember 2025.
Harga emas yang diproduksi oleh UBS dan Galeri24 di Pegadaian pada hari Minggu, (28/12/2025), terus mengalami kenaikan. Logam mulia emas dari kedua produsen ini tercatat naik antara Rp 13.000 hingga Rp 15.000.
Harga emas UBS kini lebih tinggi sebesar Rp 13.000, dari Rp 2.671.000 menjadi Rp 2.684.000 per gram. Sementara itu, harga emas Galeri24 meningkat Rp 15.000, dari Rp 2.612.000 per gram menjadi Rp 2.627.000 per gram.
Emas Galeri24 tersedia dalam berbagai kuantitas, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Di sisi lain, emas UBS dijual dalam kuantitas dari 0,5 gram hingga 500 gram.
Harga emas UBS:
- Harga emas UBS 0,5 gram: Rp 1.451.000
- Harga emas UBS 1 gram: Rp 2.684.000
- Harga emas UBS 2 gram: Rp 5.326.000
- Harga emas UBS 5 gram: Rp 13.160.000
- Harga emas UBS 10 gram: Rp 26.182.000
- Harga emas UBS 25 gram: Rp 65.327.000
- Harga emas UBS 50 gram: Rp 130.386.000
- Harga emas UBS 100 gram: Rp 260.667.000
- Harga emas UBS 250 gram: Rp 651.476.000
- Harga emas UBS 500 gram: Rp 1.301.422.000
Harga emas Galeri24:
- Harga emas Galeri24 0,5 gram: Rp 1.378.000
- Harga emas Galeri24 1 gram: Rp 2.627.000
- Harga emas Galeri24 2 gram: Rp 5.175.000
- Harga emas Galeri24 5 gram: Rp 12.841.000
- Harga emas Galeri24 10 gram: Rp 25.613.000
- Harga emas Galeri24 25 gram: Rp 63.873.000
- Harga emas Galeri24 50 gram: Rp 127.646.000
- Harga emas Galeri24 100 gram: Rp 255.166.000
- Harga emas Galeri24 250 gram: Rp 636.348.000
- Harga emas Galeri24 500 gram: Rp 1.272.696.000
- Harga emas Galeri24 1.000 gram: Rp 2.545.391.000
Harga Emas dan Perak Naik
Pada perdagangan Jumat, 26 Desember 2025, harga perak mencatatkan lonjakan yang signifikan dengan menembus angka USD 77 untuk pertama kalinya.
Hal ini juga diiringi oleh kenaikan harga emas dan platinum yang mencapai rekor tertinggi, didorong oleh harapan akan penurunan suku bunga oleh Federal Reserve (the Fed) serta ketegangan geopolitik yang meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven.
Menurut laporan CNBC, harga perak spot mengalami kenaikan sebesar 7% menjadi USD 77,12 per ounce setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi di USD 77,11.
Kenaikan harga ini mencerminkan lonjakan sebesar 167% sepanjang tahun 2025, yang disebabkan oleh defisit pasokan, pengakuan perak sebagai mineral penting di AS, serta arus masuk investasi yang kuat.
Sementara itu, harga emas di pasar spot juga meningkat 1,1% menjadi USD 4.529,8 per ounce, setelah mencapai rekor USD 4.533,14 sebelumnya. Harga kontrak berjangka emas untuk pengiriman Februari mengalami kenaikan 1,3% menjadi USD 4.559.
"Ekspektasi pelonggaran kebijakan the Fed lebih lanjut pada 2026, dolar AS yang melemah dan meningkatnya ketegangan geopolitik mendorong volatilitas di pasar yang tipis. Meskipun ada beberapa risiko aksi ambil untung sebelum akhir tahun, trennya tetap kuat," ujar Vice President and Senior Metals Strategist Zaner Metals, Peter Grant.
Respons Pasar Karena Sentimen Suku Bunga
Pasar saat ini memperkirakan adanya dua kali pemotongan suku bunga pada tahun 2026, dengan kemungkinan pemotongan pertama terjadi sekitar pertengahan tahun.
Hal ini dipicu oleh spekulasi bahwa Presiden AS, Donald Trump, dapat mengangkat ketua Federal Reserve yang memiliki pandangan lebih lunak, yang pada gilirannya memperkuat ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang lebih akomodatif.
Indeks dolar AS menunjukkan penurunan mingguan, yang pada akhirnya meningkatkan daya tarik emas yang dinyatakan dalam dolar bagi pembeli internasional.
Dalam konteks geopolitik, AS di bawah kepemimpinan Donald Trump melancarkan serangan udara terhadap kelompok militan ISIS di barat laut Nigeria pada hari Kamis minggu ini.
"Harga perak diperkirakan mencapai USD 77 per ounce dan dapat meningkat menjadi USD 80 pada akhir tahun," ungkap Grant.
Ia juga menambahkan, "Untuk emas, target selanjutnya adalah USD 4.686,81, dengan kemungkinan mencapai USD 5.000 pada paruh pertama tahun depan."
Emas saat ini berada pada jalur untuk mencatatkan kenaikan tahunan terkuat sejak tahun 1979, didorong oleh pelonggaran kebijakan dari Federal Reserve, pembelian oleh bank sentral, arus masuk dana ETF, serta tren de-dolarisasi yang terus berlanjut.
Di sisi permintaan fisik, diskon emas di India melebar ke level tertinggi dalam lebih dari enam bulan terakhir, disebabkan oleh lonjakan harga yang terus berlanjut, yang menekan pembelian ritel. Sementara itu, diskon untuk emas di China mengalami penyempitan tajam dari level tertinggi lima tahun yang lalu.
Di tempat lain, harga platinum spot mengalami kenaikan sebesar 8,7% menjadi USD 2.411,46 per ounce, setelah sebelumnya mencapai rekor tertinggi di level USD 2.448,25.
Selain itu, harga paladium juga mengalami peningkatan hampir 10% menjadi USD 1.850,76. Hal ini menunjukkan bahwa pasar logam mulia masih menunjukkan dinamika yang menarik bagi para investor.