PPIH Mantapkan Skema Murur Haji untuk Jamaah Lansia dan Risti di Armuzna
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mematangkan penerapan **Skema Murur Haji** bagi jamaah calon haji lansia dan berisiko tinggi, guna menjamin keselamatan serta kenyamanan mereka selama puncak ibadah di Armuzna.
Makkah – Menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah memantapkan implementasi Skema Murur Haji. Langkah strategis ini diambil untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan jamaah calon haji Indonesia yang tergolong lansia serta memiliki risiko tinggi (risti).
Melalui skema inovatif ini, jamaah calon haji kategori risti, lansia, beserta para pendampingnya akan diberangkatkan langsung dari Arafah menuju Mina setelah menunaikan wukuf. Mereka tidak perlu lagi turun dan bermalam (mabit) di Muzdalifah, sebuah perubahan signifikan dari prosedur standar sebelumnya.
Puji Raharjo, Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji (Kemenhaj) sekaligus Wakil Penanggung Jawab II PPIH Arab Saudi, menjelaskan bahwa inisiatif proaktif ini bertujuan mengurangi kepadatan di Muzdalifah. Selain itu, kebijakan ini juga dirancang untuk melindungi kondisi kesehatan jamaah calon haji yang rentan, mengoptimalkan pengalaman ibadah mereka.
Optimalisasi Pergerakan dengan Skema Murur Haji
Penerapan Skema Murur Haji menjadi solusi efektif untuk mengatasi tantangan logistik dan kesehatan di tengah kepadatan puncak haji. Puji Raharjo menegaskan, “Karena keterbatasan ruang di Muzdalifah, nanti sebagian jamaah calon haji kita yang risiko tinggi, lansia, punya komorbid, dan pendampingnya akan langsung kita bawa ke Mina.”
Jamaah yang termasuk dalam kategori murur akan langsung menaiki bus dari Arafah menuju Mina setelah menyelesaikan wukuf. Proses ini menghilangkan kebutuhan mereka untuk turun di Muzdalifah atau menunggu hingga tengah malam untuk melanjutkan perjalanan, menjadikan pergerakan lebih aman dan efisien.
Sebagai perbandingan, jamaah calon haji yang berada dalam kondisi fisik sehat tetap akan menjalani mabit di Muzdalifah. Mereka akan diberangkatkan menuju Mina setelah lewat tengah malam, sesuai dengan jadwal reguler.
Koordinasi dan Persiapan Matang PPIH
PPIH Arab Saudi bersama Satuan Operasi Armuzna terus bekerja intensif untuk memfinalisasi mekanisme teknis, pembagian jamaah calon haji, serta Prosedur Operasional Standar (SOP) pelaksanaan murur dan tanazul. Koordinasi erat juga dilakukan dengan berbagai pihak terkait, termasuk ketua kloter, pembimbing ibadah, tenaga kesehatan, hingga Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).
Puji Raharjo berharap seluruh jamaah calon haji dapat mengikuti puncak ibadah haji secara normal, sehat, dan tanpa terkendala hal-hal yang menghambat ibadah. Kepatuhan jamaah terhadap arahan petugas menjadi faktor krusial untuk mencegah kendala logistik atau kepadatan jalur, seperti yang pernah terjadi pada musim-musim sebelumnya.
Selain Skema Murur Haji, PPIH juga menempatkan petugas lebih awal di Arafah dan Mina. Sejumlah petugas bahkan disiagakan khusus di Mina sebelum puncak haji dimulai. Tugas mereka adalah membantu kedatangan jamaah calon haji dan memastikan mereka dapat menempati tenda dengan tepat dan nyaman.
Prioritas Keselamatan dan Imbauan Kesehatan
Di samping Skema Murur Haji, PPIH tetap menyediakan layanan safari wukuf khusus bagi jamaah calon haji lansia dan disabilitas. Jumlah peserta safari wukuf tahun ini dirancang lebih selektif, sekitar 300 hingga 400 orang, dibandingkan tahun lalu yang mencapai 525 orang.
Selektivitas ini sejalan dengan proses pemeriksaan kesehatan dan pengawasan kondisi jamaah calon haji yang semakin ketat sejak di tanah air. Hal ini menunjukkan komitmen PPIH dalam memprioritaskan kesehatan dan keselamatan jamaah rentan.
Menjelang puncak haji, Puji Raharjo mengimbau seluruh jamaah calon haji agar senantiasa menjaga kondisi fisik. Ia juga mengingatkan untuk tidak memaksakan diri melakukan aktivitas berat sebelum wukuf di Arafah. Puji menegaskan, “Haji itu puncaknya di Arafah. Jangan sampai tenaganya habis sebelum waktunya.”
Sumber: AntaraNews