Harga Emas di Pegadaian 26 Oktober 2025, UBS dan Galeri24 Turun
Berikut adalah rincian harga emas Pegadaian yang berlaku pada hari Minggu, 26 Oktober 2025.
Pada hari Minggu, 26 Oktober 2025, harga emas untuk dua produk logam mulia di Pegadaian mengalami penurunan. Produk tersebut adalah emas UBS dan Galeri24. Harga jual emas Galeri24 turun sedikit sebesar Rp2.000, sehingga menjadi Rp2.443.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.445.000 per gram.
Begitu pula, harga emas UBS juga mengalami penurunan yang sama, yakni Rp2.000 per gram. Emas Galeri24 tersedia dalam ukuran mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram, sedangkan emas UBS tersedia dalam ukuran 0,5 gram hingga 500 gram. Namun, harga emas Antam belum diperbarui sejak 24 Oktober 2025.
Berikut adalah daftar lengkap harga emas di Pegadaian untuk masing-masing produk yang diambil dari Antara:
Harga emas UBS:
- Harga emas UBS 0,5 gram: Rp 1.326.000
- Harga emas UBS 1 gram: Rp 2.452.000
- Harga emas UBS 2 gram: Rp 4.866.000
- Harga emas UBS 5 gram: Rp 12.024.000
- Harga emas UBS 10 gram: Rp 23.920.000
- Harga emas UBS 25 gram: Rp 59.682.000
- Harga emas UBS 50 gram: Rp 119.118.000
- Harga emas UBS 100 gram: Rp 238.142.000
- Harga emas UBS 250 gram: Rp 595.179.000
- Harga emas UBS 500 gram: Rp 1.188.956.000
Harga emas Galeri24:
- Harga emas Galeri24 0,5 gram: Rp 1.282.000
- Harga emas Galeri24 1 gram: Rp 2.443.000
- Harga emas Galeri24 2 gram: Rp 4.813.000
- Harga emas Galeri24 5 gram: Rp 11.942.000
- Harga emas Galeri24 10 gram: Rp 23.819.000
- Harga emas Galeri24 25 gram: Rp 59.402.000
- Harga emas Galeri24 50 gram: Rp 118.710.000
- Harga emas Galeri24 100 gram: Rp 237.301.000
- Harga emas Galeri24 250 gram: Rp 592.961.000
- Harga emas Galeri24 500 gram: Rp 1.185.338.000
- Harga emas Galeri24 1.000 gram: Rp 2.370.675.000
Harga Emas Global Turun
Sebelumnya, pada perdagangan Jumat, 24 Oktober 2025 waktu setempat, harga emas dunia mengalami penurunan. Penurunan ini terjadi setelah data inflasi dari Amerika Serikat (AS) menunjukkan angka yang sedikit lebih rendah dari yang diperkirakan, yang memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (the Fed) akan menurunkan suku bunga pada pekan depan. Meskipun demikian, harga logam mulia diperkirakan akan mengalami kerugian mingguan pertamanya dalam sepuluh minggu terakhir.
Menurut informasi yang dirilis oleh CNBC pada Sabtu (25/10/2025), harga emas di pasar spot turun sebesar 0,57% menjadi USD 4.101,61 per ounce, setelah sebelumnya mengalami penurunan hampir 2% di awal sesi perdagangan. Secara keseluruhan, harga emas telah turun lebih dari 3% selama pekan ini. Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup melemah 0,2% pada level 4.137,8 per ounce. "Emas dan perak melonjak karena Indeks Harga Konsumen (IHK) inti September lebih rendah dari perkiraan, tetapi kemungkinan tidak cukup untuk sepenuhnya meredam aksi jual pekan ini," ujar Tai Wong, seorang pedagang logam independen. Ia menambahkan bahwa harga saat ini menunjukkan bahwa emas, terutama perak, perlu mengalami penurunan lebih lanjut sebelum mencapai konsolidasi.
Harga emas di pasar spot mencapai puncaknya pada USD 4.381,21 pada hari Senin lalu. Namun, sejak saat itu, harga emas telah mengalami penurunan lebih dari 6%. Penurunan ini terjadi karena investor melakukan aksi ambil untung. Selain itu, adanya tanda-tanda meredanya ketegangan dalam perdagangan antara Amerika Serikat dan China juga berkontribusi terhadap pengurangan permintaan akan aset yang dianggap aman. Sementara itu, harga perak spot mengalami penurunan sebesar 0,86%, menjadi USD 48,50 per ounce, dan menunjukkan tren penurunan mingguan yang lebih dari 6%.
Sentimen Harga Emas
Data yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja menunjukkan bahwa harga konsumen di Amerika Serikat mengalami kenaikan sebesar 3% dalam periode 12 bulan hingga bulan September. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan dengan ekspektasi para ekonom yang memperkirakan kenaikan sebesar 3,1%. Pelaku pasar saat ini hampir sepenuhnya mengantisipasi adanya penurunan suku bunga pada pertemuan bank sentral AS yang akan datang. Diperkirakan, penurunan suku bunga lainnya akan terjadi pada bulan Desember mendatang.
Kenaikan Harga Emas Capai 55%
Suku bunga yang lebih rendah berkontribusi pada penurunan biaya peluang untuk memiliki aset non-imbal hasil seperti emas. Di sisi lain, Gedung Putih mengumumkan pada hari Kamis bahwa Presiden AS, Donald Trump, akan bertemu dengan Presiden China, Xi Jinping, pada minggu depan, menjelang tenggat waktu 1 November untuk tarif tambahan yang dikenakan AS atas impor dari China.
“Jika (harga emas) jatuh di bawah USD 4.000, kita mungkin akan menyaksikan penurunan pasar yang lebih signifikan, mungkin sampai USD 3.850, yang merupakan level support utama selanjutnya,” UJAR Chief Market Strategist Blue Line Futures, Phillip Streible. Tahun ini, harga emas batangan telah meningkat sebesar 55%, dengan kenaikan ini didorong oleh ketegangan dalam geopolitik dan perdagangan, pembelian besar oleh bank sentral, serta ekspektasi terhadap penurunan suku bunga di AS.
Sementara itu, harga platinum mengalami penurunan sebesar 1,33% menjadi USD 1.603,94, dan harga paladium juga turun 1,43% menjadi USD 1.436,19. Pergerakan harga ini mencerminkan dinamika pasar yang dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal dan kebijakan ekonomi yang sedang berlangsung.