Update Harga Emas Pegadaian Sabtu 16 Mei 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Lesu
Penurunan harga emas global berpengaruh pada nilai logam mulia di Pegadaian. Berikut adalah daftar harga emas dari UBS, Antam, dan Galeri24.
Harga emas UBS, Antam, dan Galeri24 mengalami penurunan yang signifikan di Pegadaian, Sabtu (16/5). Penurunan harga logam mulia ini berkisar antara Rp21.000 hingga Rp78.000.
Mengutip dari Antara yang dipublikasikan di laman Sahabat Pegadaian, harga emas UBS turun sebesar Rp78.000 menjadi Rp 2.807.000 per gram, dari harga sebelumnya yang tercatat Rp2.885.000 per gram. Begitu pula, harga emas Antam kini dibanderol Rp2.918.000, mengalami penurunan Rp21.000 dari harga sebelumnya yang mencapai Rp2.939.000 per gram.
Selain itu, Galeri24 juga mencatat penurunan harga, di mana emasnya merosot Rp34.000 menjadi Rp 2.794.000 per gram dari sebelumnya Rp 2.828.000 per gram.
Harga emas dari Galeri24 dijual dalam berbagai kuantitas, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Emas UBS tersedia dalam kuantitas dari 0,5 gram hingga 500 gram, sedangkan harga emas Antam di Sahabat Pegadaian hanya ditampilkan untuk kuantitas 0,5 hingga 100 gram.
Untuk informasi lebih lanjut, harga emas Antam di laman resmi Logam Mulia diperbarui setelah pukul 08.30 WIB. Berikut adalah daftar lengkap harga emas di Pegadaian untuk masing-masing produk, sebagaimana dikutip dari Antara:
- Galeri240,5 gram: Rp 1.465.000
- 1 gram: Rp 2.794.000
- 2 gram: Rp 5.520.000
- 5 gram: Rp 13.698.000
- 10 gram: Rp 27.323.000
- 25 gram: Rp 67.939.000
- 50 gram: Rp 135.769.000
- 100 gram: Rp 271.404.000
- 250 gram: Rp 676.843.000
- 500 gram: Rp 1.353.685.000
- 1.000 gram: Rp 2.707.370.000
- Antam0,5 gram: Rp 1.512.000
- 1 gram: Rp 2.918.000
- 2 gram: Rp 5.774.000
- 3 gram: Rp 8.634.000
- 5 gram: Rp 14.356.000
- 10 gram: Rp 28.654.000
- 25 gram: Rp 71.506.000
- 50 gram: Rp 142.929.000
- 100 gram: Rp 285.776.000
- UBS0,5 gram: Rp 1.517.000
- 1 gram: Rp 2.807.000
- 2 gram: Rp 5.570.000
- 5 gram: Rp 13.764.000
- 10 gram: Rp 27.383.000
- 25 gram: Rp 68.325.000
- 50 gram: Rp 136.369.000
- 100 gram: Rp
- 250 gram: Rp 681.373.000
- 500 gram: Rp 1.361.147.000
Harga Emas di Pasar Global
Sebelumnya, harga emas dunia mengalami penurunan yang signifikan, mencapai level terendah dalam lebih dari seminggu pada perdagangan yang berlangsung pada Jumat, 15 Mei 2026. Penurunan harga ini terjadi seiring dengan menguatnya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) serta nilai dolar AS.
Selain itu, meningkatnya kekhawatiran inflasi yang disebabkan oleh konflik di Timur Tengah semakin memperkuat spekulasi akan adanya kenaikan suku bunga. Mengutip dari CNBC, pada Sabtu (16/5), harga emas spot tercatat turun sebesar 2% menjadi USD 4.556,46 per ounce, yang merupakan level terendah sejak 5 Mei.
Dalam rentang waktu seminggu, harga emas mengalami penurunan lebih dari 3%. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman bulan Juni juga menunjukkan penurunan, yaitu sebesar 2,7% menjadi USD 4.561,50.
"Terjadi aksi jual di seluruh (logam mulia) karena beberapa alasan. Dolar AS cukup kuat hari ini. Kita juga melihat bukan hanya peningkatan di AS, tetapi juga peningkatan global dalam tingkat imbal hasil (obligasi)," kata Analis Marex, Edward Meir.
Kenaikan imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun yang menjadi acuan telah mencapai level tertinggi dalam hampir satu tahun, sehingga meningkatkan biaya peluang emas batangan yang tidak menghasilkan imbal hasil.
Dolar AS diperkirakan akan mencatatkan kenaikan mingguan tertinggi dalam dua bulan terakhir, yang membuat harga emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi pembeli dari luar negeri. Hal ini menunjukkan bahwa faktor-faktor eksternal, seperti penguatan dolar dan imbal hasil obligasi yang meningkat, memiliki dampak signifikan terhadap harga emas global.
Trump Muai Hilang Sabar dengan Iran
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa kesabarannya terhadap Iran telah mencapai batas dan mengungkapkan bahwa tidak ada kemajuan signifikan dari Tiongkok dalam hal perdagangan maupun bantuan nyata untuk mengakhiri konflik.
"China benar-benar tidak menawarkan banyak bantuan dalam menyelesaikan konflik, dan kita melihat harga minyak mentah naik, yang memperkuat narasi inflasi dan itu sangat bearish untuk logam mulia," ungkapnya.
Kenaikan harga minyak mentah yang telah terjadi lebih dari 40% sejak dimulainya perang antara AS dan Israel di Iran ini berkontribusi pada inflasi yang lebih tinggi di seluruh dunia. Bank sentral biasanya cenderung menaikkan suku bunga saat inflasi meningkat, yang pada gilirannya dapat mengurangi daya tarik emas batangan karena tidak memberikan imbal hasil.
Sebagian besar pedagang telah memperkirakan penurunan suku bunga di AS tahun ini, sementara ekspektasi untuk kenaikan suku bunga semakin meningkat, sebagaimana diindikasikan oleh FedWatch Tool dari CME.