Harga Emas Antam Hari Ini 28 Februari 2026 Naik Tajam, Masih Untung Beli Sekarang?
Harga emas Antam mengalami lonjakan signifikan pada Sabtu (28/2), mencapai Rp 3.085.000 per gram.
Harga emas yang ditawarkan oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami lonjakan signifikan pada perdagangan hari Sabtu, 28 Februari 2026. Sepanjang minggu ini, harga emas Antam terus menunjukkan tren kenaikan. Mengacu pada informasi dari laman logammulia.com, hari ini harga emas Antam naik sebesar Rp40.000, sehingga menjadi Rp3.085.000 per gram.
Sebelumnya, pada perdagangan hari Jumat, harga emas Antam tercatat Rp3.045.000 per gram. Kenaikan harga ini juga terlihat pada perdagangan hari Kamis dan Jumat yang masing-masing mengalami peningkatan sebesar Rp16.000 dan Rp6.000.
Selain itu, harga buyback emas Antam juga mengalami kenaikan pada hari ini. Dengan tambahan Rp40.000, harga buyback emas Antam ditetapkan menjadi Rp2.864.000 per gram. Penting untuk diketahui bahwa harga buyback ini adalah jumlah yang akan diterima jika Anda menjual emas kepada Antam.
Sebagai catatan, harga emas Antam mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah pada 29 Januari 2026, yaitu Rp3.168.000 per gram, sementara harga buyback saat itu berada di angka Rp2.989.000 per gram. Informasi harga emas Antam ini diambil dari situs resmi Logam Mulia, yang merupakan unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk, sehingga menjamin akurasi dan kredibilitas data yang disajikan kepada publik.
Daftar Harga Emas Antam
- Berikut adalah daftar harga emas Antam pada Sabtu, 28 Februari 2026 untuk Butik BELM Yogyakarta:Harga emas 0,5 gram: Rp 1.592.500
- Harga emas 1 gram: Rp 3.085.000
- Harga emas 2 gram: Rp 6.120.000
- Harga emas 3 gram: Rp 9.162.000
- Harga emas 5 gram: Rp 15.240.000
- Harga emas 10 gram: Rp 30.400.000
- Harga emas 25 gram: Rp 75.835.000
- Harga emas 50 gram: Rp 151.505.000
- Harga emas 100 gram: Rp 302.860.000
- Harga emas 250 gram: Rp 756.840.000
- Harga emas 500 gram: Rp 1.513.400.000
- Harga emas 1.000 gram: Rp 3.025.600.000.
Harga Emas Global Dekati Level Tertinggi
Harga emas global mengalami lonjakan mendekati titik tertinggi dalam sebulan terakhir pada perdagangan hari Jumat. Logam mulia ini bahkan berpotensi mencatatkan kenaikan bulanan yang ketujuh secara berturut-turut, didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik serta penurunan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS).
Dikutip dari CNBC, pada Sabtu (28/2), harga emas spot naik sebesar 0,8% menjadi USD 5.230,56 per ons, setelah sebelumnya mencapai level tertinggi sejak 30 Januari. Selama bulan Februari, harga emas telah mengalami penguatan sekitar 7,6%. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman bulan April ditutup dengan kenaikan 1% ke level USD 5.247,90 per ons.
"Kami melihat banyak kegelisahan terkait geopolitik. Ada kondisi yang mengarah pada probabilitas tinggi operasi militer pada akhir pekan, sehingga terjadi risk-off dan arus dana mengalir ke aset safe haven," ujar kepala analis Blue Line Futures, Phillip Streible.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran menjadi faktor utama yang memicu lonjakan harga emas. Meskipun mediator Oman mengungkapkan adanya kemajuan dalam pembicaraan nuklir pada hari Kamis, negosiasi tersebut belum menghasilkan terobosan yang bisa mencegah kemungkinan serangan militer AS di tengah meningkatnya aktivitas militer. Di sisi lain, Kedutaan Besar AS di Yerusalem telah mengizinkan staf non-esensial serta keluarga mereka untuk meninggalkan Israel dengan alasan keamanan.
Pasar Obligasi di Amerika Serikat
Dari perspektif pasar keuangan, imbal hasil obligasi pemerintah AS dengan tenor 10 tahun telah mencapai titik terendah dalam tiga bulan terakhir. Penurunan ini menjadikan emas, yang tidak memberikan imbal hasil (aset non-yielding), menjadi lebih menarik karena biaya peluang untuk berinvestasi di aset tersebut berkurang.
Streible memproyeksikan bahwa harga emas akan mengalami kenaikan berikutnya menuju kisaran USD 5.450, sementara level dukungan penting berada di sekitar USD 5.120.
Data terbaru menunjukkan bahwa harga produsen di Amerika Serikat mengalami kenaikan yang lebih tinggi dari perkiraan pada bulan Januari. Kenaikan ini menimbulkan kekhawatiran akan kemungkinan peningkatan tekanan inflasi dalam beberapa bulan mendatang. Saat ini, pelaku pasar memperkirakan peluang sekitar 42% bahwa bank sentral AS (Federal Reserve) akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Juni, berdasarkan informasi dari CME FedWatch Tool.
Impor barang dari China
Impor bersih emas China melalui Hong Kong pada bulan Januari mengalami lonjakan sebesar 68,7% dibandingkan bulan Desember, menurut data dari Departemen Sensus dan Statistik Hong Kong. Di sisi lain, bank sentral China telah mengambil tindakan untuk mencegah penguatan yuan dengan menghapus aturan cadangan risiko untuk kontrak forward valuta asing, yang mendorong peningkatan pembelian dolar AS.
Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot mengalami kenaikan sebesar 4,8%, mencapai USD 92,60 per ons, dan berpotensi mencatat kenaikan bulanan sebesar 9,7%. Selain itu, harga platinum juga menguat sebesar 3,4% menjadi USD 2.350,34 per ons, sementara paladium mengalami penurunan sebesar 0,5% menjadi USD 1.775,31, meskipun kedua logam tersebut masih berada dalam jalur kenaikan bulanan.