Harga Emas Antam 26 Februari 2026 Melonjak Rp 16.000, Cek Rincian Lengkapnya
Harga emas yang diproduksi oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan sebesar Rp 16.000 dalam perdagangan pada hari Kamis, 26 Februari 2026.
Harga emas yang ditawarkan oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami lonjakan signifikan pada perdagangan hari Kamis (26/2). Pada hari ini, harga emas Antam meningkat sebesar Rp16.000, sehingga menjadi Rp 3.039.000 per gram.
Sebelumnya, pada perdagangan hari Rabu, harga emas Antam tercatat Rp3.023.000 per gram. Selain itu, harga buyback emas Antam juga mengalami kenaikan yang sama, yaitu Rp16.000, sehingga harga buyback menjadi Rp2.818.000 per gram. Hal ini berarti jika Anda ingin menjual emas, Antam akan membelinya dengan harga tersebut.
Perlu diketahui bahwa harga buyback adalah harga yang akan diterima ketika Anda menjual emas kepada Antam. Sebagai catatan tambahan, harga emas Antam mencapai rekor tertinggi pada 29 Januari 2026, yaitu Rp3.168.000 per gram, sementara harga buyback saat itu mencapai Rp2.989.000 per gram.
Informasi mengenai harga emas ini bersumber dari situs resmi Logam Mulia, yang merupakan unit bisnis dari PT Aneka Tambang Tbk. Dengan demikian, data yang disajikan dapat diandalkan dan memiliki kredibilitas yang tinggi.
- Daftar Harga Emas AntamHarga emas 0,5 gram: Rp1.569.500.
- Harga emas 1 gram: Rp 3.039.000.
- Harga emas 2 gram: Rp 6.028.000.
- Harga emas 3 gram: Rp 9.024.000.
- Harga emas 5 gram: Rp 15.010.000.
- Harga emas 10 gram: Rp 29.940.000.
- Harga emas 25 gram: Rp 74.685.000.
- Harga emas 50 gram: Rp 149.205.000.
- Harga emas 100 gram: Rp 298.260.000.
- Harga emas 250 gram: Rp 745.340.000.
- Harga emas 500 gram: Rp 1.490.400.000.
- Harga emas 1.000 gram: Rp 2.979.600.000.
Harga Emas di Pasar Global
Pada perdagangan Rabu, 25 Februari (Kamis waktu Jakarta), harga emas menunjukkan penguatan. Kenaikan ini terjadi karena investor beralih ke aset yang lebih aman di tengah kekhawatiran bahwa tarif yang diterapkan dapat memicu inflasi. Selain itu, ketegangan yang terus berlanjut antara Iran dan Amerika Serikat (AS) juga mendorong minat terhadap aset aman. Mengutip CNBC, pada Kamis (26/2), harga emas spot meningkat sebesar 1,1% menjadi USD 5.202,28 per ounce. Di sisi lain, kontrak emas berjangka untuk pengiriman April ditutup naik 1% menjadi USD 5.226,20.
Harga platinum spot juga mengalami kenaikan, mencapai 7,1% menjadi USD 2.320,90 per ounce, yang merupakan titik tertinggi sejak 29 Januari. Sementara itu, harga paladium meningkat 2,6% menjadi USD 1.814,41. "Ada dampak inflasi dari tarif dan harga minyak yang tinggi, terutama jika serangan akan segera terjadi, dan saya pikir ada juga beberapa lindung nilai oleh investor, yang mungkin beralih ke emas," ungkap Bart Melek, Global Head of Commodity Strategy TD Securities.
AS mulai menerapkan tarif impor global sementara sebesar 10% pada hari Selasa, dan seorang pejabat Gedung Putih menyatakan bahwa pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan untuk menaikkannya menjadi 15%.
Dalam pidato kenegaraannya, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa "hampir semua" negara dan perusahaan ingin mempertahankan perjanjian tarif serta investasi yang ada dengan Washington. Trump juga mengungkapkan alasannya untuk kemungkinan serangan terhadap Iran, menegaskan bahwa ia tidak akan membiarkan negara yang dianggap sebagai pendukung terorisme terbesar di dunia tersebut memiliki senjata nuklir. Di sisi lain, Iran dan AS dijadwalkan untuk melaksanakan putaran ketiga pembicaraan nuklir pada hari Kamis di Jenewa.
Fluktuasi Harga Emas
Emas sering dianggap sebagai aset yang aman ketika terjadi ketidakpastian di pasar. Meskipun merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil, emas cenderung meningkat nilainya di tengah suku bunga yang rendah, dan juga berfungsi sebagai pelindung terhadap inflasi.
Pada tanggal 29 Januari, harga emas mencapai rekor tertinggi di angka USD 5.594,82 dan mengalami kenaikan sekitar 20% sepanjang tahun ini. "Investor telah memperlambat laju peningkatan eksposur mereka terhadap emas. Oleh karena itu, kami memperhitungkan periode potensi penurunan harga emas hingga musim semi, meskipun ketidakpastian tarif yang kembali muncul dapat membuat periode konsolidasi relatif singkat," kata Bank of America dalam sebuah catatan.
Bank of America memperkirakan bahwa harga emas dapat mencapai USD 6.000 per ons dalam waktu 12 bulan ke depan. Sementara itu, harga perak spot juga mengalami lonjakan, naik 3,9% menjadi USD 90,73 per ons, yang merupakan level tertinggi dalam tiga minggu terakhir. Pada 29 Januari, harga perak bahkan mencapai puncak tertinggi sepanjang masa di USD 121,64. BofA mencatat bahwa logam putih ini memiliki potensi untuk naik lebih dari USD 100 per ons tahun ini.