Mendagri Ajak PIKI Berkontribusi Wujudkan Indonesia Emas 2045
Menurutnya, kalangan intelektual memiliki tanggung jawab besar untuk melahirkan gagasan dan solusi guna mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki bangsa.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengajak Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) mengambil peran strategis dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. Menurutnya, kalangan intelektual memiliki tanggung jawab besar untuk melahirkan gagasan dan solusi guna mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki bangsa.
Ajakan tersebut disampaikan Tito saat menghadiri Serah Terima Kepengurusan dan Pelantikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PIKI Masa Bakti 2026-2031 di Gereja Paulus, Jakarta, Sabtu (30/5).
Dalam sambutannya, Tito menyatakan optimistis Indonesia dapat menjadi negara maju pada 2045. Keyakinan tersebut didasarkan pada sejumlah keunggulan yang dimiliki Indonesia, mulai dari kekayaan sumber daya alam, jumlah penduduk yang besar, hingga posisi geografis yang strategis.
"Saya termasuk posisi yang confident bahwa itu bisa terjadi," ujarnya.
Menurut Tito, berbagai lembaga internasional juga memproyeksikan Indonesia berpotensi menjadi negara maju pada 2045. Ia menilai prediksi tersebut didukung oleh modal besar yang tidak dimiliki banyak negara, yakni sumber daya alam yang melimpah, tenaga kerja dalam jumlah besar, dan wilayah yang luas.
Selain itu, Indonesia berada di jalur perdagangan internasional yang strategis sehingga memiliki peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Meski demikian, Tito menegaskan bahwa seluruh potensi tersebut tidak akan memberikan hasil optimal tanpa dukungan sumber daya manusia yang berkualitas. Karena itu, ia berharap kalangan intelektual, termasuk PIKI, dapat berkontribusi melalui pemikiran, inovasi, dan gagasan yang mempercepat kemajuan bangsa.
"Inilah tugas para pemikir, tugas para cendekiawan, tugas para inteligensia," katanya.
Kontribusi Kelompok Intelektual
Tito menambahkan, kontribusi kelompok intelektual tidak ditentukan oleh jumlah, melainkan kualitas pemikiran dan pengaruh yang dihasilkan bagi masyarakat dan negara.
"Jadi, kita harapkan dengan kemampuan inteligensia, PIKI akan memberikan sumbangsih bagi bangsa Indonesia," tandasnya.
Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman sekaligus Ketua Umum DPP PIKI Masa Bakti 2026-2031 Maruarar Sirait, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari, serta sejumlah pejabat dan undangan lainnya.