Gubernur Khofifah: Pasar Murah Idul Adha Jatim Efektif Kendalikan Harga Pangan
Jelang Hari Raya Idul Adha 2026, Pemerintah Provinsi Jatim gencar menggelar pasar murah untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) secara aktif menggelar pasar murah menjelang Hari Raya Idul Adha 2026. Inisiatif ini bertujuan utama untuk mengendalikan harga bahan pokok dan memastikan ketersediaan pasokan di masyarakat. Gubernur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi warga.
Gubernur Khofifah menyatakan bahwa antusiasme tinggi masyarakat terhadap pasar murah menunjukkan relevansi program ini. Pasar murah dinilai efektif menjaga keterjangkauan harga pangan, terutama saat kebutuhan meningkat. Langkah ini diambil guna memberikan ketenangan kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok.
Pasar murah yang baru-baru ini diadakan di Kediri menawarkan berbagai komoditas penting dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Program ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menekan inflasi. Selain itu, upaya ini juga memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah fluktuasi harga pasar.
Strategi Pengendalian Harga Pangan Menjelang Idul Adha
Gubernur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pasar murah merupakan instrumen efektif dalam pengendalian inflasi daerah. Melalui program ini, pemerintah menyediakan komoditas strategis dengan harga yang telah disubsidi. Harga jual di pasar murah berada di bawah harga pasar umum, sehingga sangat membantu masyarakat.
Penempatan lokasi pasar murah juga menjadi perhatian khusus Pemprov Jatim. Pasar murah ditempatkan di titik-titik yang tidak berdekatan dengan pasar tradisional. Hal ini dilakukan agar ekosistem pasar yang sudah ada tidak terganggu. Pendekatan ini menunjukkan upaya pemerintah menjaga keseimbangan ekonomi lokal.
Komoditas yang ditawarkan dalam pasar murah meliputi beras premium Rp14.000/kg dan beras medium Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Rp11.000/kg. Minyak goreng MinyaKita dijual Rp13.000/liter, sementara gula pasir Rp14.000/kg. Telur ayam ras tersedia seharga Rp22.000/bungkus dan daging ayam ras Rp30.000/bungkus.
Selain itu, tepung terigu dijual Rp10.000/kg, bawang putih Rp6.000/250 gram, dan bawang merah Rp7.000/250 gram. Paket cabai juga disediakan dengan harga Rp5.000/200 gram. Daftar harga ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Kolaborasi Pemerintah Daerah dan Jaminan Pasokan
Penyelenggaraan pasar murah dilakukan secara berkelanjutan dan saling melengkapi antara program provinsi dan kabupaten/kota. Gubernur Khofifah menekankan pentingnya sinergi ini mengingat luasnya wilayah Jawa Timur. Tujuannya adalah mendekatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Pemprov Jatim juga memperkuat koordinasi dengan Bulog, pemerintah daerah, dan pelaku distribusi pangan. Langkah ini diambil untuk menjaga kelancaran pasokan di seluruh wilayah provinsi. Koordinasi yang solid sangat krusial demi memastikan tidak ada hambatan distribusi.
Ketersediaan bahan pangan di Jawa Timur dipastikan dalam kondisi aman dan mencukupi. Namun demikian, pemerintah tetap berfokus menjaga daya beli masyarakat melalui berbagai program afirmatif. Pasar murah menjadi salah satu program utama untuk mencapai tujuan tersebut.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa ketersediaan sembako sangat cukup. Fokus utama adalah menjaga keterjangkauan harga agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan baik. Ini menunjukkan prioritas pemerintah pada kesejahteraan ekonomi warga.
Respon Positif Masyarakat terhadap Pasar Murah
Warga Kota Kediri, Maulidya dari Semampir, mengungkapkan rasa syukurnya atas adanya pasar murah ini. Ia sengaja datang karena harga kebutuhan pokok yang dijual jauh lebih murah dibandingkan di pasaran. Kebutuhan menjelang Idul Adha yang banyak menjadi alasan utamanya berbelanja di sini.
Senada dengan Maulidya, Diana, warga Mojoroto, Kota Kediri, juga sangat terbantu dengan program ini. Ia mengaku sengaja datang lebih awal karena khawatir tidak kebagian barang atau antrean semakin panjang. Perbedaan harga yang lumayan signifikan menjadi daya tarik utama bagi Diana.
Diana mencontohkan, dengan Rp25 ribu, ia sudah bisa mendapatkan beras dan minyak di pasar murah. Harga yang terjangkau ini sangat membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga. Antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa program ini sangat dibutuhkan.
Daftar Harga Komoditas di Pasar Murah Jatim
Sumber: AntaraNews