Gubernur Khofifah Optimistis Ketersediaan Logistik Nataru Aman Melalui Pasar Murah Bersubsidi di Jatim

Jelang Nataru 2025-2026, Gubernur Khofifah Indar Parawansa optimistis ketersediaan logistik Nataru bagi warga Jawa Timur terpenuhi melalui pasar murah bersubsidi yang ke-300, menekan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Gubernur Khofifah Optimistis Ketersediaan Logistik Nataru Aman Melalui Pasar Murah Bersubsidi di Jatim
Gubernur Khofifah Indar Parawansa yakin kebutuhan logistik warga Jawa Timur terpenuhi jelang Natal dan Tahun Baru 2026 berkat Pasar Murah Nataru Jatim yang masif. (AntaraNews)

Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan optimisme tinggi terhadap terpenuhinya kebutuhan logistik warga di penghujung tahun ini. Langkah ini diambil melalui penyelenggaraan pasar murah bersubsidi yang masif di berbagai wilayah.

Pasar murah ke-300 yang digelar Pemprov Jatim ini berlokasi di halaman Balai Desa Kapas, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, pada hari Minggu. Kegiatan ini bertujuan untuk mendekatkan akses masyarakat terhadap bahan pangan dengan harga terjangkau. Khofifah menekankan pentingnya lokasi pasar murah agar tidak berdekatan dengan pasar tradisional guna menjaga ekosistem ekonomi lokal.

Didampingi Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah dan jajaran kepala perangkat daerah, Gubernur Khofifah secara langsung meninjau pelaksanaan pasar murah tersebut. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga kebutuhan pokok yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan dan akhir tahun.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan bahwa pasar murah bersubsidi ini merupakan strategi efektif untuk menekan lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang Nataru. Kenaikan harga seringkali menjadi tantangan bagi masyarakat, sehingga pasar murah hadir sebagai solusi untuk menyediakan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Masyarakat selalu antusias hadir dan memanfaatkan kesempatan menyambut pasar murah.

Harga komoditas yang ditawarkan dalam pasar murah ini telah disubsidi oleh Pemprov Jatim, menjadikannya bagian dari intervensi pemerintah untuk stabilisasi harga dan pengendalian inflasi. Program ini bersifat komplementer atau melengkapi program serupa yang telah dijalankan oleh masing-masing kabupaten/kota di Jawa Timur. Tujuannya adalah untuk menciptakan sinergi dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Intervensi pemerintah ini sangat krusial, terutama mengingat dinamika harga pangan yang berpotensi meningkat menjelang Nataru, yang kemudian akan berlanjut hingga Ramadan dan Idul Fitri 1447 H. Dengan demikian, pasar murah ini berfungsi sebagai langkah antisipasi dini untuk menjaga daya beli masyarakat agar tetap stabil. Pemprov Jatim berkomitmen untuk terus memastikan ketersediaan logistik Nataru.

Berbagai komoditas kebutuhan pokok disediakan dalam pasar murah ini dengan harga yang sangat kompetitif berkat subsidi dari pemerintah provinsi. Berikut adalah beberapa komoditas dan harganya:

  • Beras premium: Rp14.000 per kilogram atau Rp70.000 per sak (5 kg) (stok satu ton).
  • Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP): Rp11.000 per kilogram (stok 10 ton).
  • Gula pasir: Rp14.000 per kilogram.
  • Minyakita: Rp13.000 per liter.
  • Telur ayam ras: Rp22.000 per pak.
  • Bawang, tepung terigu, dan daging ayam ras: Stok mencukupi.

Kelengkapan dan harga terjangkau ini sangat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Salah seorang warga Desa Kapas, Sumiasih, mengungkapkan rasa senangnya atas penyelenggaraan pasar murah di desanya. Ia merasa sangat terbantu karena dapat memenuhi kebutuhan pokok keluarganya dengan harga yang lebih hemat. Respons positif dari masyarakat seperti Sumiasih menunjukkan bahwa program pasar murah ini sangat efektif dan tepat sasaran dalam memastikan ketersediaan logistik Nataru.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi