Pemprov Jatim Intensifkan Stabilisasi Harga Pangan Jelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H
Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) mengambil langkah proaktif dalam stabilisasi harga pangan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H, guna menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi daerah.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) mengintensifkan upaya stabilisasi harga bahan pokok menjelang bulan suci Ramadhan dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Langkah strategis ini diwujudkan melalui penyelenggaraan pasar murah yang berlokasi di Kelurahan Klangon, Bojonegoro, pada Rabu, 28 Januari 2026.
Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah potensi lonjakan harga serta mengendalikan laju inflasi di wilayah Jawa Timur. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa pasar murah ini merupakan bagian integral dari komitmen pemerintah dalam memastikan ketersediaan dan keterjangkauan kebutuhan pokok bagi seluruh warga.
Khofifah menjelaskan bahwa pasar murah adalah salah satu strategi Pemprov Jatim untuk memperluas akses masyarakat terhadap bahan pokok dengan harga terjangkau. Inisiatif ini juga berfungsi sebagai langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas harga ketika permintaan cenderung meningkat signifikan menjelang periode Ramadhan dan Idul Fitri.
Strategi Pemprov Jatim dalam Stabilisasi Harga Pangan
Pemilihan lokasi kegiatan pasar murah di balai desa dan kantor kelurahan merupakan pendekatan yang disengaja untuk mendekatkan pelayanan kepada permukiman warga. Strategi ini juga memastikan bahwa kegiatan tersebut tidak mengganggu aktivitas pasar tradisional yang sudah ada, melainkan bersifat komplementer. Gubernur Khofifah secara tegas menyatakan, "Sekali lagi saya ingin menyampaikan ini bukan kompetitor pasar tradisional. Tapi upaya pemerintah untuk stabilisasi harga. Untuk melakukan pengendalian inflasi."
Program pasar murah ini telah digelar secara masif di berbagai daerah di Jawa Timur, menunjukkan kehadiran pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat pada periode yang rawan lonjakan harga. Inisiatif ini merupakan bentuk dukungan nyata dari Pemprov Jatim untuk meringankan beban ekonomi masyarakat.
Gubernur menambahkan bahwa program ini bersifat melengkapi tugas pemerintah kabupaten/kota dalam melayani masyarakat. Sinergi antara pemerintah provinsi dan daerah menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga stabilitas ekonomi. "Ini sifatnya adalah komplementaritas dengan tugas-tugas Bupati - Wakil Bupati. Jadi kita saling melapisi saja. Apa yang dilakukan Kab/Kota kita melapisi dengan Pasar Murah oleh Pemprov Jatim," ujarnya.
Daftar Harga Kebutuhan Pokok Terjangkau di Pasar Murah
Dalam pasar murah yang diselenggarakan Pemprov Jatim, berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga yang lebih rendah dari harga pasar. Hal ini memberikan keuntungan langsung bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa terbebani harga tinggi. Ketersediaan komoditas penting dengan harga stabil menjadi fokus utama kegiatan ini.
Beberapa komoditas utama yang tersedia meliputi beras premium seharga Rp14.000 per kilogram dan beras medium Rp11.000 per kilogram. MinyaKita dijual seharga Rp13.000 per liter, sementara telur ayam ras ditawarkan Rp22.000 per kemasan.
Selain itu, tepung terigu tersedia dengan harga Rp10.000 per kilogram dan gula pasir Rp14.000 per kilogram. Untuk bumbu dapur, bawang putih dijual Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, serta daging ayam ras Rp30.000 per kemasan.
Khusus di Bojonegoro, Pemprov Jatim juga menyediakan komoditas cabai, yaitu cabai rawit merah Rp4.000 per 100 gram dan cabai merah besar Rp2.000 per 100 gram. Penawaran ini sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan bumbu dapur dengan harga yang sangat terjangkau, terutama menjelang hari besar keagamaan.
Sinergi Pemerintah dan Dukungan UMKM Lokal
Mendekati Ramadhan, kebutuhan logistik rumah tangga cenderung meningkat, dan akan semakin melonjak menjelang Idul Fitri. Oleh karena itu, program pasar murah ini menjadi krusial untuk menjaga daya beli masyarakat. Pemerintah berupaya keras agar masyarakat dapat menyambut hari raya dengan tenang tanpa khawatir akan kenaikan harga yang signifikan.
Kegiatan pasar murah ini tidak hanya berfokus pada penyediaan bahan pokok, tetapi juga melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Partisipasi UMKM memberikan kesempatan bagi mereka untuk memasarkan produk khas Bojonegoro, sekaligus mendukung perekonomian lokal.
Keterlibatan UMKM dalam pasar murah ini menciptakan ekosistem ekonomi yang saling mendukung, di mana masyarakat mendapatkan harga terjangkau dan UMKM mendapatkan platform penjualan. Gubernur Khofifah berharap kegiatan ini membawa berkah dan manfaat bagi semua pihak yang terlibat.
Sumber: AntaraNews