Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah di Lamongan, Jaga Harga Bahan Pokok Jelang Lebaran 2026

Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menggelar Pasar Murah Jatim di Lamongan untuk mengendalikan harga bahan pokok dan menjaga daya beli masyarakat menjelang Lebaran 2026.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah di Lamongan, Jaga Harga Bahan Pokok Jelang Lebaran 2026
Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menggelar Pasar Murah Jatim di Lamongan untuk mengendalikan harga bahan pokok dan menjaga daya beli masyarakat menjelang Lebaran 2026. (AntaraNews)

Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) mengambil langkah proaktif dengan menggelar pasar murah di Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 4 Maret 2026, sebagai bagian dari upaya stabilisasi harga bahan pokok. Pasar murah ini bertujuan utama mengendalikan harga komoditas esensial menjelang perayaan Lebaran 2026 yang akan datang.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menjelaskan bahwa inisiatif pasar murah ini merupakan bagian integral dari strategi sinergis. Program ini dirancang untuk bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota dalam menjaga stabilitas harga. Langkah ini sangat penting untuk melindungi daya beli masyarakat di tengah potensi dinamika harga yang cenderung meningkat menjelang hari raya.

Khofifah menegaskan bahwa pasar murah ini akan terus digulirkan di berbagai daerah lain di Jawa Timur secara bertahap. Tujuannya adalah untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok esensial bagi seluruh lapisan masyarakat. Berbagai komoditas penting dijual dengan harga yang jauh lebih rendah dari harga pasar, memberikan keringanan signifikan bagi konsumen.

Penyelenggaraan Pasar Murah Jatim oleh Pemprov Jatim di Lamongan memiliki tujuan krusial, yaitu menstabilkan harga bahan pokok dan menjaga daya beli masyarakat. Gubernur Khofifah Indar Parawansa secara langsung menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan respons terhadap kecenderungan dinamika harga yang kerap terjadi menjelang Lebaran. Inisiatif ini diharapkan dapat meredam lonjakan harga yang berpotensi memberatkan masyarakat.

Program pasar murah ini juga menjadi bukti nyata sinergi antara Pemprov Jatim dan pemerintah kabupaten/kota. Khofifah menyampaikan bahwa pasar murah ini hadir untuk saling melengkapi dengan program serupa yang telah dijalankan oleh bupati dan wali kota di berbagai titik. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen bersama dalam mengoptimalkan upaya stabilisasi harga di seluruh wilayah Jawa Timur.

Lebih lanjut, pasar murah ini tidak hanya berhenti di Lamongan, melainkan akan terus berlanjut di sejumlah daerah lain. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa manfaat ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok dapat dirasakan oleh masyarakat secara lebih luas. Dengan demikian, Pemprov Jatim berupaya menciptakan kondisi ekonomi yang lebih stabil bagi warganya, terutama dalam menghadapi kebutuhan Lebaran.

Pasar Murah Jatim di Lamongan menawarkan berbagai komoditas penting dengan harga yang sangat terjangkau, jauh di bawah harga pasar. Hal ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok tanpa harus terbebani oleh kenaikan harga. Kehadiran pasar murah ini sangat membantu dalam menekan pengeluaran rumah tangga.

  • Cabai merah besar: Rp2.000 per 100 gram
  • Cabai rawit: Rp4.000 per ons
  • Bawang putih: Rp6.000 per 250 gram
  • Bawang merah: Rp7.000 per 250 gram
  • Tepung terigu: Rp10.000 per kilogram
  • Telur ayam ras: Rp22.000 per kilogram
  • Daging ayam: Rp30.000 per kilogram (dari harga pasar sekitar Rp42.000)
  • Gula pasir: Rp14.000 per kilogram
  • Minyakita: Rp13.000 per liter
  • Beras SPHP kemasan 5 kilogram: Rp55.000
  • Beras premium kemasan 5 kilogram: Rp70.000

Dalam kesempatan ini, Gubernur Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada Perum Bulog atas dukungan mereka dalam penyediaan beras SPHP. Ketersediaan beras dengan harga terjangkau sangat vital bagi masyarakat. Dukungan dari Bulog diharapkan dapat membantu pemenuhan kebutuhan logistik rumah tangga secara optimal.

Kehadiran Pasar Murah Jatim disambut antusias oleh masyarakat, yang merasa sangat terbantu dengan harga komoditas yang lebih murah. Salah satu warga, Sunarsih (54), mengungkapkan rasa syukurnya karena dapat membeli beras dan telur dengan harga yang lebih terjangkau. Pengalaman ini mencerminkan dampak positif langsung dari program pemerintah terhadap kesejahteraan warga.

Selain penjualan komoditas murah, Gubernur Jatim juga menyalurkan bantuan beras SPHP kemasan 5 kilogram kepada lanjut usia di sekitar lokasi kegiatan. Bantuan sosial ini menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kelompok rentan. Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada stabilisasi harga, tetapi juga pada penyediaan akses pangan bagi mereka yang membutuhkan.

Secara keseluruhan, Pasar Murah Jatim merupakan langkah konkret Pemprov Jatim dalam menjaga stabilitas ekonomi dan sosial masyarakat. Melalui program ini, pemerintah berupaya memastikan bahwa setiap warga dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang wajar, terutama menjelang momen penting seperti Lebaran 2026. Upaya sinergis ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh masyarakat Jawa Timur.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi