Dirut Bulog Pastikan Stabilitas Harga Pangan di Pasar Wonokromo Surabaya Sesuai Arahan Presiden
Direktur Utama Bulog memantau langsung Pasar Wonokromo, Surabaya, untuk memastikan stabilitas harga pangan sesuai arahan Presiden, menemukan sebagian besar komoditas terkendali dan beberapa mengalami penurunan harga.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, melakukan pemantauan langsung harga sejumlah bahan pangan di Pasar Wonokromo, Surabaya, pada Sabtu (04/4). Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan stabilitas harga di tingkat pasar tradisional. Pemantauan ini juga menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan tidak boleh ada kenaikan harga komoditas pangan.
Dalam kegiatan tersebut, Ahmad Rizal Ramdhani didampingi oleh pimpinan Bulog, Satgas Pangan, Kepala Pasar, perwakilan dari Kodam V Brawijaya, serta Dinas Koperasi UMKM dan Dinas Pertanian Jawa Timur. Mereka bersama-sama mengecek kondisi harga pangan secara fisik di lapangan. Pengecekan langsung ini bertujuan untuk membuktikan apakah ada kenaikan harga atau tidak, sejalan dengan hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XI DPR RI yang juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga.
Pemantauan harga kebutuhan bahan pangan ini krusial untuk menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi, terutama menjelang momen-momen penting. Komitmen pemerintah melalui Bulog dalam menjaga harga pangan tetap stabil menjadi prioritas utama. Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang wajar dan terjangkau di pasar tradisional.
Pemantauan Harga Pangan di Pasar Tradisional
Kunjungan Direktur Utama Bulog ke Pasar Wonokromo merupakan implementasi langsung dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menginstruksikan agar tidak terjadi kenaikan harga pangan. Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa pemantauan ini penting untuk memastikan arahan tersebut benar-benar terlaksana hingga ke tingkat pasar tradisional. Kehadiran berbagai pihak, mulai dari Bulog, Satgas Pangan, hingga dinas terkait, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengawal stabilitas harga pangan.
Proses pengecekan dilakukan secara menyeluruh terhadap berbagai komoditas utama yang menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Ini termasuk beras, minyak goreng, telur, daging ayam, hingga daging sapi. Tujuan utama dari pemantauan harga pangan ini adalah untuk mengidentifikasi potensi masalah pada rantai pasok dan distribusi yang dapat memicu kenaikan harga. Dengan demikian, langkah-langkah intervensi dapat segera diambil jika diperlukan.
Koordinasi yang erat antara Bulog, Satgas Pangan, dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga. Melalui pemantauan rutin seperti ini, diharapkan setiap gejolak harga dapat dideteksi sejak dini. Hal ini memungkinkan pemerintah untuk merespons dengan cepat dan efektif, sehingga pasokan dan harga pangan tetap terkendali di seluruh wilayah, termasuk di Pasar Wonokromo, Surabaya.
Hasil Pengecekan Komoditas Utama
Dari hasil pengecekan langsung di Pasar Wonokromo, Ahmad Rizal Ramdhani melaporkan bahwa sebagian besar komoditas utama terpantau stabil. Harga beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan MinyaKita, misalnya, tetap terkendali. Minyakita bahkan terpantau stabil di harga Rp15.700. Kondisi ini menunjukkan efektivitas program stabilisasi yang dijalankan oleh Bulog dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga beras serta minyak goreng di pasaran.
Lebih lanjut, terdapat kabar baik terkait harga komoditas lain. Harga telur dan daging ayam ras justru mengalami penurunan yang signifikan. Harga telur yang sebelumnya berkisar antara Rp30 ribu hingga Rp32 ribu, kini turun menjadi Rp29 ribu per kilogram. Sementara itu, daging ayam ras yang sempat mencapai Rp40 ribu hingga Rp45 ribu, kini berada di kisaran Rp35 ribu hingga Rp36 ribu per kilogram. Penurunan harga ini tentu sangat membantu meringankan beban pengeluaran masyarakat.
Stabilitas dan penurunan harga pada komoditas-komoditas ini merupakan indikator positif dari upaya pemerintah dalam menjaga ketersediaan pasokan dan mengendalikan inflasi. Meskipun demikian, Bulog tetap berkomitmen untuk terus memantau pergerakan harga secara berkala. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa tren positif ini dapat dipertahankan dan masyarakat tidak terbebani oleh lonjakan harga yang tidak wajar.
Tantangan Harga Daging Sapi dan Tindak Lanjut Bulog
Meskipun banyak komoditas menunjukkan stabilitas atau penurunan harga, Ahmad Rizal Ramdhani mencatat bahwa harga daging sapi masih menjadi perhatian serius. Saat ini, harga daging sapi berada pada level Rp140 ribu per kilogram, yang relatif tinggi dibandingkan komoditas pangan lainnya. Berdasarkan pengakuan pedagang, harga daging sapi telah mengalami kenaikan hingga empat kali, yang berdampak langsung pada penurunan daya beli masyarakat.
Pedagang juga mengungkapkan kesulitan dalam mendapatkan pasokan sapi dari Rumah Potong Hewan (RPH) Kedurus. Mereka menyatakan bahwa pemasok mengalami kendala stok, sehingga juragan pun sulit mendapatkan sapi. Kondisi ini mengindikasikan adanya masalah di tingkat hulu distribusi yang perlu segera ditangani. Kenaikan harga daging super dari Rp120 ribu menjadi Rp140 ribu per kilogram menjadi bukti nyata adanya tekanan pada pasokan.
Menanggapi permasalahan ini, Ahmad Rizal Ramdhani memastikan bahwa Bulog akan segera melakukan penelusuran lebih lanjut. Penelusuran akan difokuskan pada tingkat hulu distribusi daging sapi, khususnya di RPH, dengan melibatkan Satgas Pangan. Bulog berencana untuk memaksimalkan upaya ini, bahkan mungkin akan langsung mendatangi RPH pada malam hari untuk melihat secara langsung kendala yang terjadi. Tujuannya adalah untuk mencari solusi agar pasokan daging sapi kembali lancar dan harganya dapat distabilkan.
Sumber: AntaraNews