Satgas Pangan Polda Jabar Telusuri Kenaikan Harga Sembako di Cimahi Jelang Ramadhan
Satgas Pangan Polda Jabar bergerak cepat menelusuri kenaikan harga sembako di Cimahi menjelang Ramadhan. Temukan komoditas apa saja yang terpantau naik dan langkah tegas yang diambil untuk menjaga stabilitas harga.
Satuan Tugas (Satgas) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Barat (Jabar) aktif menelusuri kenaikan harga sejumlah komoditas pangan. Penelusuran ini dilakukan di Pasar Atas Cimahi menjelang bulan suci Ramadhan, sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar Kombes Pol Wirdhanto memimpin langsung pemeriksaan ini pada Jumat (13/2). Pemeriksaan meliputi berbagai komoditas penting seperti beras, telur, daging ayam, daging sapi, bawang merah, hingga bawang putih.
Langkah ini diambil untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pasokan bahan pokok. Tujuannya adalah melindungi konsumen dari praktik penimbunan atau penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Penyelidikan Komoditas Pangan di Pasar Cimahi
Dalam penelusuran di Pasar Atas Cimahi, Satgas Pangan Polda Jabar menemukan beberapa komoditas masih dijual sesuai HET yang berlaku. Namun, ada pula beberapa jenis pangan yang mengalami kenaikan harga signifikan, memicu kekhawatiran menjelang Ramadhan.
Kombes Pol Wirdhanto menyatakan bahwa setelah pemeriksaan di tingkat pedagang, timnya akan menelusuri lebih lanjut ke distributor. Penelusuran ini juga akan mencakup tempat pemotongan jika diperlukan untuk mengetahui akar masalah kenaikan harga secara komprehensif.
Fokus utama penyelidikan adalah memastikan tidak ada praktik spekulasi yang merugikan masyarakat. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Satgas Pangan menjaga daya beli masyarakat, terutama menjelang hari besar keagamaan.
Komoditas yang Terpantau Mengalami Kenaikan Harga Sembako
Beberapa harga pangan terpantau mengalami kenaikan, termasuk daging sapi yang naik dari Rp130.000 menjadi Rp140.000 per kilogram. Daging ayam ras juga menunjukkan kenaikan, dari kisaran Rp34.000-Rp36.000 menjadi Rp40.000 hingga Rp42.000 per kilogram.
Harga telur ayam ras juga tidak luput dari kenaikan, dari Rp29.000 menjadi Rp31.000 per kilogram. Sementara itu, harga beras medium dan Minyakita relatif stabil, masing-masing di sekitar Rp13.000 per kilogram dan Rp16.000 per liter.
Kenaikan harga sembako ini menjadi perhatian serius bagi Satgas Pangan. Mereka berupaya mengidentifikasi penyebab utama lonjakan harga tersebut, apakah karena faktor pasokan, permintaan, atau praktik penimbunan.
Langkah Tegas Satgas Pangan dan Koordinasi Lintas Sektor
Satgas Pangan Polda Jabar langsung memberikan surat teguran kepada pedagang yang menjual daging ayam ras di atas harga acuan pemerintah. Harga acuan untuk daging ayam ras telah ditetapkan sebesar Rp40.000 per kilogram.
Teguran serupa juga diberikan terkait harga telur, yang akan ditindaklanjuti oleh Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perindustrian (Disperindag) Kota Cimahi. Tujuannya agar penjualan telur kembali sesuai harga acuan Rp30.000 per kilogram.
Mengenai minyak goreng, Kombes Pol Wirdhanto menegaskan bahwa banyak yang masih dijual di atas harga. Pihaknya tidak hanya akan menegur penjual, tetapi juga menelusuri distributor jika diperlukan untuk memastikan Minyakita dijual sesuai HET Rp15.700 per liter.
Komitmen Pengawasan Berkelanjutan Jelang Ramadhan
Satgas Pangan Polda Jabar berkomitmen untuk terus melakukan pengecekan rutin di pasar-pasar lain di wilayah Jawa Barat. Pengawasan ini akan mengacu pada data harga dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Disperindag.
Fokus pengawasan adalah terhadap 14 komoditas yang telah memiliki HET atau harga acuan pemerintah. Pihaknya juga memastikan distribusi dari Bulog berjalan lancar, sehingga pedagang mendapatkan pasokan sesuai harga yang telah ditetapkan.
Masyarakat diimbau untuk tidak khawatir karena pengawasan akan terus dilakukan bersama pemerintah daerah. Upaya ini bertujuan menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di seluruh wilayah Jawa Barat.
Sumber: AntaraNews