Menkes: Enggak Tahu Kenapa Sekarang Banyak Orang Anti Vaksin
Budi menyatakan Kemenkes telah menyiapkan langkah perencanaan, pengadaan hingga distribusi vaksin.
Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin menyatakan akan menggencarkan edukasi vaksinasi. Sebab, saat ini banyak temuan masyarakat yang anti vaksinasi.
"Ini adalah strategi imunisasi nasional. Yang pertama saya ingin sampaikan bahwa di mata kita, Kemenkes, yang paling penting adalah kita ingin memastikan kalau bisa dalam dua tahun ke depan, sudah selesai penyediaan infrastruktur layanan imunisasi," kata Budi dalam rapat komisi IX DPR, Selasa (23/6).
Budi menyatakan Kemenkes telah menyiapkan langkah perencanaan, pengadaan hingga distribusi vaksin untuk menghadapi pihak yang anti terhadap vaksin.
"Strategi mengenai edukasinya ini kita harus lebih serius, karena nggak tahu kenapa banyak orang-orang yang sekarang yang anti-vaksin," ujarnya.
Terkait anggaran Kemenkes pada 2025-2029, untuk vaksin dan imunisasi butuh anggaran senilai Rp44,49 triliun untuk penyediaan vaksin selama 5 tahun itu
Anggaran Vaksin
"Kita ada catatan, ketersediaan anggaran untuk 2025-2029. Kemudian kebutuhannya itu Rp44 triliun, jadi kita masih ada gap. Tapi ini sampai 2029 kan, masih sampai 2029. Kalau gap 2026-nya sendiri, kita masih ada kekurangan Rp1 triliun, karena kemarin dipotong," ujar Budi.
Budi mengaku anggaran Kemenkes pada 2026 yang dipotong berdampak ke program vaksinasi.
"Bukan ininya ya, vaksinnya saja kita kurang. Kita kekurangan sekitar Rp1 triliun ya. Nah, kita sudah punya rencana sampai 2029 sebenarnya, kita sudah kasih juga ke Kementerian Keuangan dan Bappenas, ini rencana program imunisasi kita. Karena ini kan rutin, berdasarkan jumlah bayi lahir dan lain sebagainya. Jadi masih ada gap sekitar Rp 4,91 triliun sampai 2029," pungkasnya.