Jakarta, 25 April 2026 – Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menyerukan kepada pemerintah untuk serius meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai vitalnya vaksinasi bagi tumbuh kembang anak. Seruan ini muncul menyusul fakta bahwa masih banyak anak di Indonesia yang belum mendapatkan imunisasi dasar sejak dini.
Lestari Moerdijat menegaskan bahwa vaksinasi dasar adalah fondasi krusial bagi setiap anak. Ini merupakan penentu arah masa depan bangsa, sehingga upaya peningkatan kepercayaan publik terhadap program vaksinasi dasar harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
Kondisi ini menjadi perhatian serius karena berdasarkan data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), per April 2026, lebih dari 2 juta anak di Indonesia masih tergolong zero dose, artinya belum menerima imunisasi dasar lengkap. Angka ini mengkhawatirkan dan berpotensi menghambat pembentukan generasi penerus bangsa yang sehat dan berdaya saing.
Advertisement
Advertisement
Jutaan Anak Belum Terlindungi: Ancaman bagi Masa Depan Bangsa
Data terbaru dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan: lebih dari dua juta anak di Indonesia belum menerima imunisasi dasar per April 2026. Angka ini mencerminkan celah besar dalam upaya perlindungan kesehatan anak di Tanah Air. Kondisi ini membuat tumbuh kembang anak menjadi kurang maksimal dan sangat rentan terhadap berbagai serangan penyakit menular yang seharusnya dapat dicegah.
Rendahnya cakupan imunisasi dasar ini berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang. Tidak hanya pada kesehatan individu anak, tetapi juga pada skala nasional, yang dapat mempengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa depan. Generasi yang tidak terlindungi secara optimal akan menghadapi tantangan kesehatan yang lebih besar, menghambat potensi mereka untuk berkontribusi penuh bagi kemajuan bangsa.
Lestari Moerdijat, yang akrab disapa Mbak Rerie, menekankan bahwa setiap anak berhak mendapatkan perlindungan kesehatan terbaik. Vaksinasi adalah investasi jangka panjang untuk masa depan mereka, memastikan mereka tumbuh menjadi individu yang sehat, cerdas, dan produktif. Oleh karena itu, pemerintah perlu mengambil langkah-langkah strategis untuk mengatasi masalah ini secara komprehensif.
Advertisement
Advertisement
Melawan Misinformasi dan Memperkuat Fondasi Kesehatan
Salah satu penyebab utama rendahnya kesadaran masyarakat terhadap vaksinasi anak adalah maraknya misinformasi. Informasi yang salah, terutama yang berkaitan dengan isu keamanan dan kehalalan vaksin, sering kali menyebar luas dan menimbulkan keraguan di kalangan orang tua. Hal ini secara langsung mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam program imunisasi yang diselenggarakan pemerintah.
Mbak Rerie meminta pemerintah untuk memperkuat peran kader kesehatan di tingkat akar rumput. Mereka adalah garda terdepan yang dapat menyebarkan informasi akurat dan terpercaya tentang pentingnya vaksinasi hingga ke lapisan masyarakat paling bawah. Edukasi yang konsisten dan mudah dipahami sangat diperlukan untuk menangkal hoaks dan membangun kembali kepercayaan publik.
Pemerintah juga diharapkan dapat memanfaatkan berbagai saluran komunikasi, termasuk media digital dan sosial, untuk menyampaikan pesan-pesan positif tentang vaksinasi. Kampanye yang persuasif dan berbasis bukti ilmiah akan membantu masyarakat memahami manfaat vaksinasi, bukan hanya untuk anak mereka sendiri, tetapi juga untuk menciptakan kekebalan komunitas yang lebih luas.
Advertisement
Advertisement
Peningkatan Akses dan Kekebalan Kelompok
Setelah masyarakat teredukasi dengan baik mengenai pentingnya vaksinasi anak, langkah selanjutnya adalah memastikan aksesibilitas. Lestari Moerdijat menyarankan agar pemerintah mulai membangun dan meningkatkan sarana kesehatan yang layak di banyak tempat. Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat dengan mudah menemukan sentra vaksinasi dan mendapatkan layanan imunisasi tanpa hambatan.
Peningkatan fasilitas kesehatan harus diiringi dengan ketersediaan tenaga medis yang memadai dan terlatih. Dengan demikian, setiap anak di pelosok negeri dapat menjangkau layanan vaksinasi yang berkualitas. Upaya ini merupakan bagian integral dari strategi untuk mencapai cakupan imunisasi yang tinggi dan merata di seluruh Indonesia.
Dengan meningkatnya angka vaksinasi dan imunisasi anak, diharapkan dapat terbangun kekebalan kelompok (herd immunity) yang kuat. Kekebalan kelompok ini sangat penting sebagai fondasi untuk mewujudkan generasi penerus bangsa yang sehat, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kemajuan dan kesejahteraan Indonesia.
Advertisement
Sumber: AntaraNews