Trivalen atau Kuadrivalen? Ini Bedanya Vaksin Influenza yang Perlu Diketahui
Indonesia sedang beralih ke penggunaan vaksin influenza trivalen sebagai langkah untuk meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat.
Influenza sering dianggap sebagai penyakit ringan yang dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, dalam beberapa situasi, infeksi ini dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius dan bahkan berujung pada kematian.
Diperkirakan antara 290.000 hingga 650.000 orang meninggal setiap tahun akibat influenza di seluruh dunia.
Oleh karena itu, vaksin influenza menjadi langkah penting untuk mencegah keparahan infeksi jika seseorang terinfeksi virus tersebut.
"Vaksinasi influenza tahunan merupakan tindakan pencegahan utama untuk mengurangi kasus kematian dan rawat inap yang disebabkan virus influenza," ungkap Ketua Satgas Imunisasi Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PB PAPDI), dokter Sukamto SpPD-KAI.
Di Indonesia, saat ini tersedia dua jenis vaksin influenza, yaitu trivalen dan kuadrivalen. Vaksin kuadrivalen memberikan perlindungan terhadap empat strain virus influenza, yaitu virus influenza A (H1N1), influenza A (H3N2), influenza B tipe Victoria, dan influenza B tipe Yamagata.
Sementara itu, vaksin trivalen hanya melindungi dari tiga strain, kecuali influenza tipe B Yamagata. Berdasarkan pemantauan dari WHO Global Influenza Surveillance and System (GISRS), sejak Maret 2020, influenza tipe B Yamagata tidak lagi beredar.
Oleh karena itu, WHO merekomendasikan penggunaan vaksin trivalen. Rekomendasi ini didasarkan pada situasi dan kondisi yang ada serta bukti ilmiah.
"Rekomendasi WHO ini tidak sembarangan, tapi melihat penelitian selama 4 tahun lebih," jelas Ketua PERALMUNI (Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia), Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, Sp.PD-KAI, saat diskusi media yang diselenggarakan oleh Kalbe Kalventis di Jakarta pada Senin, 4 Mei 2026.
Lebih lanjut, Iris menjelaskan bahwa di Amerika Serikat, penggunaan vaksin influenza trivalen sudah dimulai pada tahun 2024-2025.
Hal ini juga diikuti oleh European Medicines Agency yang telah meminta komposisi vaksin influenza trivalen sejak tahun 2025.
Ini menunjukkan bahwa perubahan dalam kebijakan vaksinasi berdasarkan data terbaru sangat penting untuk menjaga kesehatan masyarakat global.
Masa Transisi Indonesia Menuju Vaksin Influenza Trivalen
Bagaimana dengan kondisi vaksinasi di Indonesia? Iris menjelaskan bahwa saat ini negara kita sedang dalam tahap transisi menuju penggunaan vaksin influenza trivalen.
"Sudah mengarah ke trivalen karena kita berbasis pada rekomendasi pada WHO," ungkap Iris.
Meskipun demikian, jika masih tersedia vaksin influenza kuadrivalen, masyarakat tetap diperbolehkan untuk menggunakannya.
"Jadi, saat ini kalau dapat vaksin influenza kuadrivalen ya tidak masalah juga," tambahnya.