Dokter Sebut Vaksin Influenza di Indonesia Bisa Dilakukan Kapan Saja
Di negara-negara yang memiliki empat musim, vaksin influenza biasanya diberikan pada awal musim dingin. Berbeda dengan Indonesia.
Masyarakat di negara yang memiliki empat musim disarankan untuk menerima vaksin influenza pada awal musim dingin.
Bahkan, pemerintah di negara-negara maju mengirimkan pesan kepada para lansia untuk mengingatkan mereka tentang pentingnya vaksinasi influenza.
Namun, bagaimana dengan Indonesia yang hanya memiliki dua musim?
Menurut Profesor Dr. dr. Iris Rengganis SpPD-KAI, seorang dokter spesialis penyakit dalam konsultan alergi imunologi klinis, masyarakat Indonesia dapat melakukan vaksin influenza kapan saja.
"Kan kita enggak ada musim dingin, jadi sepanjang tahun bisa divaksinasi, karena virus ini tak kenal musim di Indonesia dan bisa menyerang siapa saja baik anak-anak maupun orangtua," ujar Iris.
Pemerintah di negara-negara maju mengingatkan warganya, terutama lansia, untuk menjalani vaksinasi influenza secara gratis karena penyakit ini dapat berakibat fatal.
Di sisi lain, masyarakat Indonesia belum sepenuhnya menyadari pentingnya vaksinasi ini.
"Kita tidak berharap banyak seperti itu, tapi kita bisa mengedukasi masyarakat Indonesia agar lebih aktif dan mandiri (melakukan vaksinasi influenza)," tambah Iris dalam acara bersama Kalventis di Jakarta pada Senin, 4 Mei 2026.
Dengan demikian, penting bagi masyarakat untuk lebih proaktif dalam menjaga kesehatan mereka melalui vaksinasi.
Siapa saja yang perlu mendapatkan vaksin influenza?
Hampir semua orang dewasa dapat menerima suntikan vaksin influenza, kecuali untuk sejumlah kecil yang memiliki riwayat alergi terhadap vaksin tersebut atau mereka yang pernah mengalami Sindrom Guillain-Barr setelah vaksinasi influenza sebelumnya.
"Namun, kasus individu yang mengalami sindrom Guillain-Barr sangat jarang, hanya satu dari jutaan orang yang divaksinasi influenza. Selama sepuluh tahun terakhir, tidak ada laporan mengenai orang yang mengalami sindrom ini setelah mendapatkan vaksin influenza," ungkap Ketua Satgas Imunisasi Dewasa PB PAPDI, DR. dr. Sukamto, Sp.PD-KAI dalam kesempatan yang sama.
Orang-orang yang disarankan untuk mendapatkan vaksin influenza meliputi mereka yang memiliki penyakit komorbid seperti diabetes, hipertensi, jantung, autoimun, dan penyakit ginjal. Selain itu, ibu hamil pada semua trimester juga dianjurkan untuk mendapatkan vaksinasi influenza.
"Ibu hamil di trimester satu, dua, atau tiga diperbolehkan untuk divaksin. Vaksin ini tidak hanya melindungi ibu, tetapi juga memberikan perlindungan pada bayi saat lahir, karena bayi baru bisa divaksin influenza setelah berumur enam bulan," jelas Kamto.
Selain itu, pasien yang mengidap HIV, kanker, dan mereka yang menjalani kemoterapi juga sangat dianjurkan untuk mendapatkan suntikan vaksin influenza.
"Kelompok ini memiliki respons imun yang lebih rendah, sehingga efektivitas vaksin mungkin sedikit berkurang dibandingkan dengan individu yang sehat," tambah Kamto.
Dengan demikian, vaksin influenza sangat penting untuk melindungi kesehatan berbagai kelompok masyarakat, terutama yang berisiko tinggi.
Kapan seseorang diperbolehkan untuk mendapatkan suntikan vaksin influenza?
Penyuntikan vaksin influenza sebaiknya dilakukan ketika tubuh dalam keadaan sehat dan tidak mengalami demam.
"Kalau demam, ditunda dulu ya, kalau demam sudah turun sudah tidak sakit flu, itu bisa divaksin influenza," tutur Kamto.
Saat ini, vaksin influenza yang digunakan adalah trivalen, sesuai dengan rekomendasi dari WHO. Hal ini disebabkan oleh pemantauan yang dilakukan oleh WHO, yang menunjukkan bahwa strain influenza B Yamagata tidak lagi ditemukan sejak tahun 2020.
Oleh karena itu, vaksin influenza trivalen saat ini memberikan perlindungan terhadap dua galur virus flu jenis A, yaitu H1N1 dan H3N2, serta satu galur virus flu jenis B, yaitu Victoria.
"WHO itu secara rutin melakukan pemantauan terhadap pergerakan virus influenza, dan sejak 2020 virus Yamagata tidak lagi ditemukan. Jadi, vaksin influenza trivalen dinilai lebih efektif di situasi sekarang," kata Iris.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur PT Kalventis Sinergi Farma, Vidi Agiorno, menyatakan bahwa perusahaannya telah meluncurkan vaksin influenza trivalen yang sesuai dengan rekomendasi WHO.
"Upaya ini sejalan dengan komitmen kami untuk menghadirkan solusi kesehatan yang berdampak bagi masyarakat luas," kata Vidi.