Tak Sekadar Flu, Influenza Bisa Ganggu Paru, Jantung, dan Otak
Prof. Miko mengungkapkan bahwa influenza dapat menyebabkan pneumonia, masalah jantung, serta dampak pada otak.
Banyak orang masih beranggapan bahwa influenza adalah penyakit ringan yang dapat diatasi dengan istirahat dan obat-obatan biasa. Namun, gejala seperti batuk, pilek, dan demam dapat berkembang menjadi kondisi yang serius dan bahkan mengancam jiwa.
Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang dan anggota Satgas Imunisasi IDAI, Prof. DR. Dr. Soedjatmiko, Sp.A (K), menegaskan bahwa pandangan mengenai influenza sebagai penyakit sepele perlu diperbaiki. Menurutnya, virus influenza, terutama tipe A dan B, dapat menyebabkan penyakit berat, terutama pada kelompok yang rentan.
"Influenza itu bukan sekadar batuk pilek biasa. Dalam kondisi tertentu, bisa menyebabkan penyakit berat bahkan kematian," kata Miko.
Virus influenza menyerang organ apa? Influenza adalah infeksi saluran pernapasan yang biasanya dimulai dengan demam. Jika infeksi cukup parah, Miko menjelaskan bahwa suhu tubuh bisa meningkat tinggi disertai gejala lain seperti nyeri otot, kelemahan, dan kehilangan nafsu makan. Yang perlu diperhatikan adalah virus ini dapat menyebar dan menyerang organ-organ vital.
"Kalau menyerang paru-paru bisa menyebabkan pneumonia, napas menjadi sesak. Bisa juga ke jantung dan otak, itu yang berbahaya," tambah Miko. Risiko ini lebih tinggi pada bayi, balita, lansia, serta individu dengan penyakit penyerta atau komorbid seperti diabetes, gangguan jantung, dan kelainan darah.
Walaupun tidak selalu terlihat di publik, kasus influenza berat sebenarnya ada, termasuk di kalangan anak-anak. Miko menyatakan bahwa sejumlah kasus ditemukan di rumah sakit, meskipun tidak semuanya dipublikasikan.
"Ada kasus yang sampai berat, tapi memang jarang dipublikasikan. Bisa karena faktor privasi keluarga atau alasan lain," ujarnya.
Dalam kasus yang parah, pasien dapat mengalami kekurangan oksigen dan memerlukan bantuan alat medis. Pemeriksaan lanjutan seperti swab diperlukan untuk memastikan apakah penyebabnya adalah virus influenza.
Influenza dan pilek
Masih banyak orang yang kesulitan membedakan antara influenza dan pilek biasa atau common cold. Meskipun keduanya disebabkan oleh virus yang berbeda, penting untuk memahami perbedaannya.
"Kalau pilek biasa, penyebabnya bukan virus influenza, tapi rhinovirus atau coronavirus. Biasanya gejalanya lebih ringan," jelas Miko. Di sisi lain, influenza dapat menimbulkan gejala yang lebih parah dan berisiko menyebabkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan tepat.
Sejarah mencatat bahwa pandemi Influenza A yang terjadi antara tahun 1918 hingga 1919 telah merenggut nyawa sekitar 50 hingga 100 juta orang di seluruh dunia. Ini menjadi pengingat bahwa influenza bukanlah penyakit yang bisa dianggap sepele. Oleh karena itu, masyarakat perlu lebih waspada, terutama jika mengalami gejala berat seperti demam tinggi, sesak napas, atau penurunan kondisi tubuh yang drastis.
"Kalau gejalanya berat, jangan ditunda untuk periksa. Deteksi dini itu penting agar tidak berkembang menjadi komplikasi," tegas Miko.