Kasus Influenza Naik di Malaysia, Kenali 7 Faktanya Sebelum Terlambat
Di Malaysia, ribuan siswa terjangkit influenza, sehingga beberapa sekolah terpaksa diliburkan sementara untuk mencegah penyebaran virus ini.
Kementerian Pendidikan Malaysia menginformasikan bahwa sejumlah sekolah di negara tersebut diliburkan akibat meningkatnya kasus influenza atau flu. Setidaknya, terdapat lebih dari enam ribu siswa di Negeri Jiran yang terpapar virus influenza.
"Pekan lalu, sekitar enam ribu siswa terinfeksi influenza. Hal ini tidak terjadi di satu area saja tapi banyak wilayah," ungkap Direktur Jenderal Kementerian Pendidikan Malaysia, Mohd Azam, seperti yang dilaporkan oleh The Rakyat Post.
Merujuk pada pengalaman dari wabah penyakit menular sebelumnya, termasuk COVID-19, pihak pemerintah mengingatkan sekolah-sekolah untuk mematuhi pedoman yang ada agar penyebaran flu tidak semakin meluas.
"Dan, kami telah mengingatkan sekolah untuk mengikuti panduan, mendorong pemakaian masker dan mengurangi aktivitas kelompok pada para siswa," kata Mohd Azam pada 13 Oktober 2025.
Selain itu, Kementerian Kesehatan setempat juga melaporkan bahwa terdapat 93 klaster penularan influenza pada pekan lalu, meningkat signifikan dari hanya 14 klaster pada pekan sebelumnya.
Fakta tentang Influenza, Bukan Batuk Pilek Biasa
Influenza atau flu sering kali dianggap sebagai penyakit sepele layaknya batuk pilek biasa. Namun, kenyataannya tidak demikian. Berikut adalah beberapa fakta mengenai influenza.
1. Influenza Penyakit karena Virus Influenza adalah penyakit yang disebabkan oleh virus influenza. Terdapat tiga jenis virus influenza, yaitu tipe A, B, dan C. Influenza B cenderung lebih ringan dibandingkan tipe A, meskipun tetap dapat menyebabkan kasus yang berat. Sementara itu, influenza C biasanya hanya menimbulkan gejala flu yang ringan, seperti yang dijelaskan oleh Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr dr. Nastiti Kaswandani, SpA, Subspesialis Respirologi (K).
Tanda-tanda influenza
Influenza memiliki gejala yang jauh lebih serius dibandingkan dengan common cold yang hanya menyebabkan batuk dan pilek, kemudian dapat sembuh dengan cepat. Menurut Nastiti, "Influenza ada demam, ada nyeri badannya, sakit kepala, kemudian lemas. Jadi memang lebih berat," ungkapnya dalam sebuah Media Briefing virtual yang membahas mengenai Influenza A dan B pada Anak, yang diselenggarakan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada Selasa, 30 September 2025.
3. Influenza Bisa Mematikan
Nastiti mengingatkan kepada masyarakat agar tidak meremehkan influenza. Penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi yang serius, bahkan berujung pada kematian.
"Jadi, ada yang salah kalau menyatakan bahwa flu tidak berbahaya kok, tidak mematikan. Kalau common cold, iya. Tapi kalau flu, dia bisa berbahaya dan bisa mematikan," tambahnya.
Kematian yang dilaporkan akibat influenza sebenarnya hanya mencakup sebagian kecil dari total kasus yang ada. Banyak pasien yang meninggal karena masalah pernapasan tanpa pernah didiagnosis dengan flu.
"Artinya yang terlaporkan sebagai kematian akibat flu itu sebenarnya jauh lebih sedikit dibandingkan yang terjadi sebenarnya. Kalau kita lihat gunung es itu permukaannya kecil tapi di dalam laut itu ada gunung yang besar yang tidak terlihat," jelas Nastiti.
Faktor Penyebab Influenza Menjadi Mematikan
Nastiti mengidentifikasi dua faktor yang menyebabkan banyak pasien tidak berhasil diselamatkan dari flu ini.
"Pertama, dia meninggal karena gangguan penafasan demam, batuk, dan pilek. Tetapi tidak pernah terdeteksi bahwa penyebabnya influenza karena tidak dilakukan pemeriksaan diagnosis." Hal ini menunjukkan pentingnya diagnosis yang tepat untuk menangani flu secara efektif. Sementara itu, faktor kedua adalah banyak pasien yang meninggal sebelum sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit.
5. Anak-Anak Paling Rentan Kena Influenza Kelompok yang paling rentan terhadap influenza adalah anak-anak, dengan tingkat serangan mencapai 20--30 persen, yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan orang dewasa yang hanya 5--10 persen.
"Pada anak itu, populasi yang terkena dibandingkan orang dewasa memang lebih besar dan lebih berat," ungkap Nastiti.
Oleh karena itu, perlunya perhatian lebih terhadap kesehatan anak-anak sangatlah penting untuk mencegah penyebaran influenza dan mengurangi angka kematian yang disebabkan oleh virus ini.
Langkah-langkah untuk mencegah influenza
Penerapan etika saat batuk dan bersin, rutin mencuci tangan, serta menjaga jarak sosial tetap menjadi faktor penting dalam mencegah penyebaran influenza. Kebiasaan-kebiasaan ini telah terbukti efektif dalam menurunkan risiko penularan penyakit, terutama di area yang memiliki kepadatan populasi tinggi.
Nastiti mengingatkan, "Kalau terkena influenza, tutup mulut dan hidung dengan tisu atau lengan ketika batuk. Jangan lupa cuci tangan, perbanyak istirahat, serta konsumsi makanan bergizi." Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu menerapkan langkah-langkah pencegahan ini agar kesehatan tetap terjaga dan penyebaran virus dapat diminimalisir.
Vaksin influenza dapat mengurangi jumlah kematian akibat flu
Selain pentingnya menjaga kebersihan, vaksinasi influenza setiap tahun adalah langkah perlindungan yang sangat disarankan. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan agar vaksinasi ini dimulai pada usia 6 bulan. Menurut penjelasan dari Nastiti, vaksin ini tidak terbatas pada musim tertentu dan dapat diberikan kapan saja.
"Kita sepanjang tahun bisa memberikan vaksin, tanpa perlu menunggu apakah virus yang beredar berasal dari Amerika atau Australia. Perlindungan tetap bisa didapatkan," ungkapnya.
Dengan adanya vaksin influenza, terbukti bahwa angka rawat inap dan kematian akibat flu dapat berkurang secara signifikan.
Melalui vaksinasi, risiko komplikasi pada kelompok yang rentan, seperti anak-anak, lansia, dan individu dengan penyakit kronis, dapat dikurangi. Ini menunjukkan bahwa vaksinasi tidak hanya melindungi individu, tetapi juga berkontribusi pada kesehatan masyarakat secara keseluruhan.
Oleh karena itu, sangat penting untuk mengikuti rekomendasi vaksinasi ini agar kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman dari ancaman virus influenza.