Kemenkes Jawab Fenomena Batuk Pilek Meningkat Belakangan Ini
Kasus ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga dilaporkan di beberapa negara Asia Tenggara.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit pernapasan seperti influenza, ISPA, dan pneumonia, seiring memburuknya kualitas udara dan perubahan cuaca di musim pancaroba.
Menurut Aji Myonmas dari Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes, peningkatan kasus ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga dilaporkan di beberapa negara Asia Tenggara seperti Malaysia dan Thailand, berdasarkan data terbaru dari World Health Organization (WHO).
"Influenza tipe A pasti setiap tahun ada, tetapi ada masa-masa tertentu seperti sekarang, saat cuaca lembab dan kualitas udara memburuk, termasuk di Jakarta, sehingga masyarakat sangat mudah sakit," ujar Aji, Rabu (15/10).
Aji menjelaskan, tren kenaikan kasus influenza khususnya tipe A memang rutin terjadi setiap tahun. Namun, kondisi udara yang buruk dan kelembapan tinggi memperburuk penyebaran penyakit saluran pernapasan.
Kelompok Rentan Diminta Waspada
Kelompok anak-anak, ibu hamil, lansia, dan tenaga kerja disebut memiliki risiko lebih tinggi mengalami gejala berat akibat flu dan ISPA.
Kemenkes memanfaatkan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) untuk memantau laporan dari berbagai daerah, termasuk dari balai karantina, guna mendeteksi potensi wabah lebih cepat.
"Kami terus memantau melalui SKDR, dan laporan dari daerah menjadi dasar penting dalam mengantisipasi lonjakan kasus," jelas Aji.
Imbauan Hidup Sehat dan Vaksinasi
Kemenkes mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan gejala seperti batuk, flu, dan radang tenggorokan, serta menjaga pola hidup sehat. Untuk anak-anak, langkah pencegahan meliputi imunisasi dan pemberian ASI, sementara orang dewasa diimbau menjaga kebersihan diri setelah beraktivitas di luar rumah.
"Kami masih terus mengamati dan belum bisa memprediksi karena cuaca yang masih buruk. Jika masyarakat tetap abai, kasus bisa naik. Namun bisa menurun bila pola hidup sehat dibiasakan," tambahnya.
Meski vaksin flu belum menjadi program wajib, Kemenkes mendorong kelompok rentan untuk mempertimbangkan vaksinasi sebagai perlindungan tambahan.
Data Kasus Penyakit Pernapasan
Berdasarkan data Kemenkes hingga Minggu ke-39 tahun 2025, berikut persebaran penyakit pernapasan di Indonesia:
ISPA: Jawa Barat (1.787.725 kasus), Jawa Tengah (1.620.566), Jakarta (1.343.828), Jawa Timur (958.217), dan Banten (578.183).
ILI (Penyakit Serupa Influenza): Jawa Timur (344.664), Jawa Tengah (174.058), Jawa Barat (171.198), Sumatera Utara (145.052), Aceh (48.589).
Pneumonia: Jawa Barat (104.614), Jawa Tengah (82.874), Jawa Timur (73.211), dan Banten (35.838).
Kemenkes juga mencatat kenaikan signifikan pada awal 2025 akibat musim hujan dan perbaikan sistem pelaporan kesehatan.
Situasi Covid-19 dan Tren Influenza
Hingga Minggu ke-40 tahun 2025, total kumulatif kasus Covid-19 sejak 2020 mencapai 6.830.817 kasus dengan 162.066 kematian (CFR 2,37%). Penambahan kasus baru sebanyak 11 kasus di delapan provinsi, tanpa laporan kematian baru.
Kemenkes melakukan pemantauan melalui surveilans ILI-SARI, vaksinasi kelompok berisiko, serta komunikasi risiko PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat).
Dari hasil surveilans Sentinel ILI-SARI di 39 puskesmas dan 35 rumah sakit, tren positivity rate influenza meningkat dari 34% menjadi 38% pada minggu ke-38 tahun 2025. Subtipe dominan yang terdeteksi adalah Influenza A (H3), dengan lonjakan kasus terjadi setiap awal tahun dan menjelang musim hujan.
Reporter Magang: Adinda Washiilah Mo'o