Waspada ISPA! Tercatat 8.990 Kasus di Malang, Dinkes Imbau Warga Disiplin Pakai Masker
Dinas Kesehatan Kota Malang mencatat 8.990 kasus ISPA hingga September 2025. Warga diimbau untuk disiplin memakai masker dan menerapkan PHBS demi mencegah paparan ISPA saat musim pancaroba.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang secara resmi mengimbau seluruh warganya untuk disiplin mengenakan masker saat beraktivitas di ruang publik. Imbauan ini bertujuan sebagai langkah antisipasi dini terhadap paparan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang berpotensi meningkat selama musim pancaroba.
Kepala Dinkes Kota Malang, dr. Husnul Muarif, menyampaikan bahwa perubahan cuaca yang tidak menentu menjadi pemicu utama. "Cuaca sekarang terkadang paginya panas dan sorenya mendung terus hujan," ujarnya di Kota Malang, Jawa Timur, Minggu.
Ia menambahkan, penggunaan masker di tempat keramaian umum menjadi pelindung vital agar masyarakat tidak mudah terjangkit ISPA. Data Dinkes Kota Malang menunjukkan adanya 8.990 kasus ISPA hingga akhir September 2025, menandakan perlunya kewaspadaan tinggi.
Lonjakan Kasus ISPA dan Kelompok Rentan
Berdasarkan catatan terbaru dari Dinkes Kota Malang, total kasus ISPA telah mencapai angka 8.990 hingga penghujung September 2025. Angka ini dilaporkan cenderung stagnan jika dibandingkan dengan laporan bulan-bulan sebelumnya.
Dari total kasus tersebut, kelompok usia produktif menjadi yang paling banyak terdampak. Sebanyak 4.598 kasus ISPA terdeteksi menjangkiti masyarakat dengan rentang usia 19 hingga 59 tahun.
Selain itu, kelompok usia remaja juga menunjukkan angka yang signifikan, dengan 1.618 kasus ISPA ditemukan pada rentang usia 10 hingga 18 tahun. Sementara itu, kelompok lansia berusia 60 tahun ke atas mencatat 1.463 kasus, dan anak-anak usia 5 sampai 9 tahun sebanyak 1.311 kasus.
Melihat data yang ada, dr. Husnul Muarif menekankan pentingnya masyarakat untuk memproteksi diri secara maksimal. Peningkatan kewaspadaan terhadap potensi ISPA menjadi krusial bagi semua lapisan usia.
Pentingnya Masker dan Pola Hidup Bersih Sehat
Dr. Husnul Muarif kembali menegaskan bahwa penggunaan masker adalah langkah pencegahan yang paling sederhana namun efektif. "Paling tidak ketika beraktivitas di tempat keramaian umum gunakan masker sebagai pelindung supaya tidak terkena ISPA," kata dr. Husnul.
Selain disiplin memakai masker, warga juga diminta untuk kembali memperkuat penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). PHBS harus diterapkan baik sebelum maupun setelah melakukan aktivitas, baik di dalam ruangan maupun di ruang publik.
Menurutnya, penggunaan masker dan penerapan PHBS merupakan benteng pertahanan awal terhadap paparan penyakit pernapasan ini. Langkah-langkah ini sangat penting untuk menjaga kesehatan individu dan komunitas.
Penting juga untuk menjaga imunitas tubuh dengan memperhatikan asupan nutrisi sehari-hari yang seimbang. Konsumsi makanan bergizi dapat membantu tubuh lebih kuat melawan infeksi.
Deteksi Dini dan Penanganan ISPA
Masyarakat yang mulai merasakan gejala awal ISPA diimbau untuk tidak menunda pemeriksaan medis. Segera memeriksakan diri ke dokter dapat memastikan penanganan yang tepat dan cepat.
Apabila terdeteksi ISPA, penanganan medis yang cepat dapat mencegah kondisi menjadi lebih parah. Ini juga membantu mengurangi risiko penularan kepada orang lain di sekitar.
Dr. Husnul menjelaskan gejala ISPA dapat bervariasi, mulai dari keluhan yang tidak nyaman pada hidung hingga saluran pernapasan atas. "ISPA itu datang dengan keluhan tidak enak, mulai dari hidung sampai saluran pernapasan atas. Bisa serik, bersin, dan ada batuk sudah masuk ISPA," tegasnya.
Sumber: AntaraNews