Apa Itu Campak? Ini Gejala Awal, Penularan, dan Cara Mencegahnya
Penyakit campak adalah infeksi virus yang sangat menular.
Campak adalah infeksi virus yang sangat menular dan dapat mempengaruhi siapa saja, terutama anak-anak yang belum menerima imunisasi secara lengkap.
Meskipun sering dianggap sebagai penyakit ringan dengan gejala demam dan ruam, campak dapat menyebabkan komplikasi serius yang berujung pada kematian.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mencatat bahwa kasus campak masih menjadi perhatian serius.
Penurunan cakupan imunisasi diakui berdampak signifikan terhadap peningkatan kasus dan Kejadian Luar Biasa (KLB) di berbagai daerah.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menyatakan bahwa salah satu penyebab penurunan cakupan imunisasi adalah banyaknya misinformasi yang beredar, terutama di media sosial.
"Penolakan imunisasi terjadi karena banyaknya misinformasi mengenai imunisasi yang beredar di media, terutama media sosial. Penurunan cakupan imunisasi berdampak sangat signifikan terhadap peningkatan kasus," ungkap Aji, seperti yang dikutip dari Antara pada Kamis, 5 Maret 2026.
Data dari Kemenkes menunjukkan bahwa pada tahun 2025 terdapat KLB campak di 87 kabupaten/kota, sementara pada tahun 2026 tercatat KLB di 24 kabupaten/kota.
Meskipun terdapat penurunan, masih ada 10 daerah yang mengalami KLB campak selama dua tahun berturut-turut.
Gejala dan Risiko Komplikasi Campak
Campak umumnya dimulai dengan gejala demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, dan diikuti oleh ruam kemerahan yang menyebar ke seluruh tubuh.
Virus campak sangat mudah menular karena penularannya melalui percikan droplet saat orang yang terinfeksi batuk atau bersin, terutama di lingkungan yang padat. Aji mengingatkan bahwa campak bukanlah penyakit yang sepele.
"Campak merupakan penyakit yang sangat menular dan dapat mengakibatkan komplikasi hingga kematian apabila tidak terdeteksi secara dini dan tidak segera dirujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan," katanya.
Komplikasi yang dapat terjadi akibat campak meliputi diare berat, radang paru (pneumonia), infeksi telinga, hingga radang otak (ensefalitis). Risiko komplikasi ini lebih tinggi pada anak-anak yang memiliki daya tahan tubuh rendah atau yang belum mendapatkan imunisasi.
Pentingnya Imunisasi untuk Cegah Penularan
Cakupan imunisasi yang tinggi dan merata merupakan kunci utama untuk memutus rantai penularan campak.
Pemerintah telah mengambil berbagai langkah, termasuk melakukan Outbreak Response Immunization (ORI) di daerah yang mengalami KLB serta Imunisasi Kejar Serentak (Catch Up Campaign) di wilayah-wilayah berisiko.
"Cakupan imunisasi yang tinggi dan merata di daerah merupakan kunci utama untuk mencegah dan memutus rantai penularan," tambah Aji.
Selain itu, kesadaran orang tua untuk segera memeriksakan anak ketika muncul gejala demam dan ruam juga sangat penting.
Deteksi dini dapat membantu mencegah komplikasi serta mempercepat penanganan medis. Dokter spesialis anak subspesialis respirologi, Dr. dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A(K), juga menekankan pentingnya melengkapi imunisasi anak, terutama menjelang periode mudik atau perjalanan jauh.
"Untuk mendapatkan perlindungan selama perjalanan maka vaksin itu memerlukan waktu yang cukup untuk menimbulkan kekebalan. Minimal 14 hari atau dua pekan," jelas Nastiti.
Dia mengingatkan agar orang tua tidak melakukan vaksinasi mendadak sehari sebelum bepergian.
"Jangan mau perginya besok baru divaksinasi hari ini, karena belum cukup waktu untuk membentuk kekebalan dan bisa muncul demam atau nyeri di tempat suntikan," tutupnya.
Jangan Mudah Percaya Informasi Tak Benar
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat agar tidak cepat percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, terutama yang berkaitan dengan imunisasi.
"Kami mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya maupun menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Pastikan informasi berasal dari sumber resmi seperti Dinas Kesehatan setempat dan Kementerian Kesehatan," kata Aji.
Oleh karena itu, penting untuk memahami penyakit campak dan risiko yang ditimbulkannya sebagai langkah awal dalam melindungi anak-anak.
Melakukan imunisasi secara lengkap, melakukan deteksi dini, serta mendapatkan informasi yang akurat merupakan kunci untuk memastikan anak tumbuh sehat dan terhindar dari kemungkinan komplikasi yang serius.