Panduan Waktu Vaksinasi yang Tepat bagi Anak Setelah Sembuh dari Campak
Vaksin MR berfungsi untuk melindungi anak dari campak dan rubella.
Anak yang telah terinfeksi campak namun belum mendapatkan vaksin MR tetap memerlukan vaksinasi tersebut.
Vaksin measles rubella (MR) atau measles mumps rubella (MMR) sebaiknya diberikan sekitar satu bulan setelah anak sembuh dari campak.
Menurut dokter spesialis anak konsultan infeksi dan pediatri tropis, Nina Dwi Putri, individu yang sudah pernah mengalami campak tidak akan terinfeksi lagi.
Namun, vaksin MR tetap penting karena tidak hanya melindungi dari campak, tetapi juga dari rubella. Oleh karena itu, vaksinasi ini tetap diperlukan.
Selain itu, terdapat vaksin MMR yang berfungsi melindungi anak dari campak, rubella, dan juga mumps (gondongan).
"Jadi, kita tetap butuh vaksin mumps atau rubella," ungkap Nina dalam webinar awam IDAI yang digelar Minggu, (19/4/2026).
Ketika anak mengalami campak, sistem kekebalan tubuhnya cenderung menurun. Oleh sebab itu, sebaiknya ada jeda sekitar satu bulan sebelum melakukan vaksinasi MR, MMR, atau vaksinasi lainnya agar daya tahan tubuh anak kembali optimal.
"Beri jeda supaya daya tahan tubuh kembali, sehingga bisa merespons vaksin rubela dan gondongan yang diberikan," jelas Nina.
Dengan memberikan waktu pemulihan yang cukup, anak akan lebih siap menerima vaksinasi dan mendapatkan perlindungan yang maksimal dari penyakit-penyakit tersebut.
Memahami Penyakit Campak, Mumps, dan Rubella
Campak adalah penyakit infeksi yang sangat menular, ditandai dengan gejala seperti demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, dan ruam merah pada kulit.
Jika seseorang terinfeksi campak, komplikasi serius dapat muncul, termasuk infeksi telinga, radang paru-paru, dan radang otak (encephalitis) yang dapat mengakibatkan kejang, tuli, serta retardasi mental pada 1-2 dari 2000 orang yang terjangkit.
Sebagaimana dijelaskan dalam laman IDAI, penyakit gondongan atau mumps dapat menyebabkan anak-anak mengalami demam, sakit kepala, dan pembengkakan pada satu atau dua sisi pipi bagian belakang atau rahang bawah.
Komplikasi serius seperti radang selaput otak (meningitis) bisa terjadi pada 4-6 dari 100 individu yang terinfeksi gondong. Selain itu, gangguan pendengaran yang biasanya bersifat permanen dan radang buah zakar (testis) yang berisiko menimbulkan masalah kesuburan juga merupakan komplikasi yang mungkin terjadi.
Di sisi lain, penyakit campak jerman (rubella) menunjukkan gejala demam selama 2-3 hari dan muncul bercak-bercak merah.
Penyakit ini dapat menyebabkan cacat berat pada janin, dikenal sebagai sindrom rubela congenital, jika menyerang ibu hamil, terutama pada awal kehamilan. Mengingat dampak serius yang dapat ditimbulkan oleh campak, mumps, dan rubella, vaksinasi menjadi langkah perlindungan yang sangat penting.