Pesan Prabowo Depan Pengusaha Muda: Indonesia Butuh Pengusaha Militan Tidak Kenal Menyerah
Prabowo berharap kader Hipmi terus meningkatkan kapasitas serta keberaniannya dalam berwirausaha.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya peran pengusaha dalam mendorong kemajuan ekonomi nasional. Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) berlangsung di Lampung, Rabu (10/6).
Di hadapan para pengusaha muda, Prabowo mengatakan Indonesia membutuhkan lebih banyak pelaku usaha yang memiliki daya juang tinggi, berani menghadapi tantangan, serta mampu beradaptasi di tengah perubahan kondisi ekonomi global.
"Indonesia butuh pengusaha-pengusaha yang militan, yang semangat, yang cerdas, yang tidak mengenal menyerah," kata Prabowo.
Pengusaha Muda Diminta Pantang Menyerah
Menurutnya, karakter pantang menyerah menjadi modal utama bagi pengusaha untuk berkembang. Prabowo menggambarkan seorang pengusaha sejati sebagai sosok yang mampu bangkit setiap kali menghadapi kegagalan.
"Dia jatuh, bangkit lagi, jatuh lagi, bangkit lagi," imbuh Prabowo.
Prabowo menilai keberadaan pengusaha muda memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan kerja, memperkuat perekonomian, dan meningkatkan daya saing Indonesia. Oleh karena itu, dia berharap kader Hipmi terus meningkatkan kapasitas serta keberaniannya dalam berwirausaha.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Prabowo menekankan bahwa Indonesia memerlukan semakin banyak pelaku usaha yang mampu menciptakan peluang dan tidak mudah menyerah menghadapi berbagai tantangan.
Prabowo Titip Pesan Persatuan untuk Kader Hipmi
Selain berbicara mengenai dunia usaha, Prabowo juga menitipkan pesan penting kepada seluruh kader Hipmi agar senantiasa menjaga persatuan dan semangat gotong royong.
Menurutnya, berbagai upaya untuk memecah belah masyarakat masih kerap terjadi. Karena itu, ia mengingatkan agar para pengusaha muda tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang berusaha menciptakan perpecahan.
"Selalu saya titip, kita harus bersatu, gotong royong, kalau ada yang menghasut, memecah belah, yakin lah dia bekerja untuk orang lain, bukan untuk orang indonesia," pungkasnya.