Prabowo: Saya Baik dengan Presiden Putin dan Trump, tapi Kerap Disalahkan
Prabowo pun heran dirinya kerap disalahkan, termasuk soal sering melakukan kunjungan ke luar negeri. Namun, Prabowo tak mempermasalahkannya.
Presiden Prabowo Subianto mengatakan dirinya memiliki hubungan yang baik dengan para pemimpin negara sahabat. Salah satunya Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Prabowo pun heran dirinya kerap disalahkan, termasuk soal sering melakukan kunjungan ke luar negeri. Namun, Prabowo tak mempermasalahkannya.
"Sekarang saya baik sama Presiden Putin, baik saya. Tapi saya baik juga sama Presiden Trump. Di sini saya disalahkan di situ saya disalahkan. Tapi enggak ada masalah," kata Prabowo saat menghadiri pembukaan Munas ke-XVIII HIPMI di Hotel Novotel, Lampung, Rabu (10/6).
Dia menegaskan prinsip politik luar negeri Indonesia yakni, bebas aktif atau non-blok. Prabowo menyampaikan Indonesia bersahabat denga semua negara dan tak mau terlibat dalam pakta militer siapapun.
"Politik luar negeri Indonesia adalah politik non aligned, politik non-blok kita bersahabat sama semua negara, kita bersahabat sama semua kekuatan, kita tidak mau terlibat dengan pakta-pakta militer siapapun," jelasnya.
Prinsip Dipegang Prabowo
"Begitu saya menerima mandat sebagai Presiden, saya langsung, saya langsung gariskan politik luar negeri kita meneruskan politik non aligned, politik non-blok, politik bebas aktif," sambung Prabowo.
Dia memegang prinsip bahwa 1.000 kawan terlalu sedikit dan satu lawan terlalu banyak. Kendati ada kritikan dari sejumlah pihak, Prabowo menekankan dirinya tak akan ragu selagi membawa manfaat untuk rakyat Indonesia.
"Saudara-saudara noise selalu ada yang penting kita yakin garis kita di mana. Selama saya yakin saya kerja untuk bangsa dan rakyat Indonesia selamanya saya tidak ragu-ragu," pungkas Prabowo.