Seskab Sebut Presiden Prabowo Setujui Penambahan Program Bedah Rumah pada 2027
Presiden Prabowo menerima laporan perkembangan Program Bedah Rumah dan Program 3 Juta Rumah, termasuk rencana perluasan pada 2027.
Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (9/6/2026). Pertemuan tersebut membahas perkembangan sejumlah program prioritas pemerintah di sektor perumahan.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan salah satu agenda yang dilaporkan Maruarar kepada Presiden adalah pelaksanaan Program Bedah Rumah yang saat ini tengah berjalan di berbagai daerah.
"Program Bedah Rumah menargetkan perbaikan 400 ribu unit rumah tidak layak huni menjadi rumah layak huni yang aman dan nyaman bagi masyarakat di berbagai daerah," kata Teddy dalam keterangan tertulis.
Menurut Teddy, program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah.
Prabowo Setujui Penambahan Program Tahun 2027
Dalam pertemuan tersebut, Maruarar juga menyampaikan rencana perluasan Program Bedah Rumah pada tahun 2027.
Penambahan program tersebut ditujukan untuk memperluas cakupan penerima manfaat dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang masih tinggal di rumah tidak layak huni.
"Termasuk rencana penambahan Program Bedah Rumah pada tahun 2027 guna memperluas jangkauan manfaat program bagi masyarakat yang membutuhkan, yang telah mendapat persetujuan Presiden," ujar Teddy.
Persetujuan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah mempercepat peningkatan kualitas hunian di berbagai wilayah Indonesia.
Progres Rusun Subsidi dan Program 3 Juta Rumah
Selain Program Bedah Rumah, Maruarar juga melaporkan perkembangan pembangunan rumah susun subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi.
Proyek tersebut merupakan bagian dari percepatan Program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah di sektor perumahan.
"Kemajuan pembangunan rumah susun subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, sebagai bagian dari percepatan Program 3 Juta Rumah, yang saat ini telah memasuki tahapan land clearing dan groundbreaking," jelas Teddy.
Pemerintah, lanjut Teddy, terus mendorong berbagai program strategis di bidang perumahan, mulai dari pembangunan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah, pembangunan rumah susun, penataan kawasan kumuh, hingga pengembangan skema pembiayaan yang lebih mudah dijangkau masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut turut hadir Presiden Direktur Standard Chartered Indonesia Rino Santodiono Donosepoetro.