Prabowo Targetkan 400 Ribu Rumah Direnovasi dalam Program Perumahan Rakyat
Presiden Prabowo berkomitmen untuk mempercepat program perumahan rakyat di seluruh Indonesia dengan sasaran renovasi sebanyak 400 ribu rumah tahun ini.
Presiden Prabowo Subianto mengadakan rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, pada hari Senin, (6/2) untuk membahas percepatan program perumahan rakyat di tingkat nasional. Dalam pertemuan tersebut, Maruarar Sirait selaku Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan akses hunian yang layak melalui berbagai strategi, termasuk peningkatan program bedah rumah untuk masyarakat.
“Barusan kami rapat bersama Bapak Presiden dan dukungan yang luar biasa dari Bapak Presiden Prabowo untuk perumahan rakyat. Satu di antaranya ada langkah strategis untuk peningkatan bedah rumah, bedah rumah rakyat. Sedang dipersiapkan bersama dengan Menteri Keuangan dan Bapak Mensesneg dan Pak Seskab untuk renovasi rumah rakyat di seluruh Indonesia,” ucap Ara, sapaan akrabnya, seperti yang dikutip dari siaran pers, Senin (6/4/2026). Program ini, lanjutnya, mengalami peningkatan yang signifikan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dengan target pemerintah untuk merenovasi sebanyak 400 ribu rumah pada tahun ini.
“Tahun ini semua kabupaten/kota di seluruh Indonesia mendapatkan program bedah rumah dari Bapak Presiden Prabowo. Ini program yang sangat signifikan dan akan menggerakkan ekonomi dan juga akan berkeadilan,” jelas Ara. Ia juga menambahkan bahwa Presiden Prabowo mengarahkan agar pemanfaatan lahan negara, terutama yang terletak di kawasan strategis perkotaan, dioptimalkan untuk pembangunan rumah susun. Lahan yang dimiliki oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN), termasuk sektor perkeretaapian, juga akan menjadi prioritas dalam mendukung kebutuhan hunian masyarakat.
“Jadi bagaimana lahan-lahan negara ini bisa dikelola untuk perumahan rakyat. Nanti dikombinasi juga untuk masyarakat berpenghasilan rendah, juga yang menengah, supaya ada kombinasi,” kata Ara, menekankan pentingnya pengelolaan lahan untuk memenuhi kebutuhan perumahan rakyat yang beragam.
Tidak Hanya di Jakarta
Lebih jauh, Ara menyampaikan bahwa pemanfaatan lahan ini tidak hanya terbatas di Jakarta, tetapi juga akan meluas ke beberapa daerah lain seperti Bandung. Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah mengidentifikasi beberapa lahan yang berpotensi untuk pembangunan hunian tersebut.
"Atas arahan Presiden Prabowo, hasil beliau turun ke lapangan dua minggu lalu di daerah Senen, itu sudah mulai dibangun di kawasan Jalan Kramat, itu saya bersama Pak Doni, arahan Pak Rosan juga, sekitar 300 rumah di kawasan Senen. Kemudian juga sedang dipersiapkan oleh kereta api, KAI, 500 rumah berikutnya yang akan segera diproses. Kalau yang di Senen itu akan jadi 15 Juni, berarti dua bulan lagi, 15 Juni 2026," jelasnya.
Dia juga menambahkan bahwa Presiden Prabowo telah menginstruksikan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala BPN Nusron Wahid untuk mempercepat proses penyediaan lahan.
"Nantinya lahan yang dipersiapkan Pak Nusron, kita juga sudah mendapatkan arahan untuk bisa dipersiapkan pembiayaannya dan pembangunannya oleh danantara. Jadi sinergi ini tadi sudah diputuskan dan untuk bisa dikerjakan dengan masif," tutup Ara.