Dirut BTN dan KAI Temui Seskab Teddy, Bahas Pembangunan Rumah di Atas Lahan KAI hingga Progres Redesain Stasiun Gambir
BTN bersama KAI dan Kementerian Perumahan berkomitmen membangun hunian vertikal di atas lahan milik KAI, salah satunya di Manggarai, Jakarta.
Direktur Utama (Dirut) PT Bank Tabungan Negara (BTN) Persero, Nixon Napitupulu dan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin menemuai Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya di kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Rabu (22/4). Pertemuan membahas perkembangan hunian layak untuk masyarakat, terutama di kawasan perkotaan.
"Pertemuan ini membahas tindak lanjut arahan Presiden Prabowo dalam penyediaan hunian layak bagi masyarakat, khususnya di kawasan perkotaan," kata Teddy melalui akun Instagram Sekretariat Kabinet, Rabu (22/4).
Teddy menyampaikan BTN bersama KAI dan Kementerian Perumahan berkomitmen membangun hunian vertikal di atas lahan milik KAI, salah satunya di Manggarai, Jakarta. Hunian tersebut telah mulai dibangun sebanyak 5.000 unit rumah susun dengan luas 45 dan 54 meter persegi.
"Hunian ini dirancang terjangkau melalui skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP)," ujar dia.
Selain itu, Teddy bersama Dirut BTN dan KAI membahas progres redesain Stasiun Gambir serta peningkatan kualitas layanan kereta api, baik untuk penumpang maupun kebutuhan logistik di seluruh Indonesia.
"Serta mendorong pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) sebagai simpul perekonomian baru yang terintegrasi," tutur Teddy.
Prabowo Ingin Bangun Hunian Layak
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 6 April 2026, untuk membahas percepatan program perumahan rakyat secara nasional. Dalam rapat tersebut, pemerintah menegaskan komitmen kuat untuk memperluas akses hunian layak melalui berbagai langkah strategis, salah satunya peningkatan bedah rumah rakyat.
“Barusan kami rapat bersama Bapak Presiden dan dukungan yang luar biasa dari Bapak Presiden Prabowo untuk perumahan rakyat. Satu di antaranya ada langkah strategis untuk peningkatan bedah rumah, bedah rumah rakyat. Sedang dipersiapkan bersama dengan Menteri Keuangan dan Bapak Mensesneg dan Pak Seskab untuk renovasi rumah rakyat di seluruh Indonesia,” ucap Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP), Maruarar Sirait dalam keterangannya.
Program tersebut, kata Maruarar, akan mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun ini, pemerintah menargetkan sebanyak 400 ribu rumah untuk direnovasi.
“Tahun ini semua kabupaten/kota di seluruh Indonesia mendapatkan program bedah rumah dari Bapak Presiden Prabowo. Ini program yang sangat signifikan dan akan menggerakkan ekonomi dan juga akan berkeadilan,” kata Maruarar.
Dalam rapat tersebut, menurut Maruarar, Presiden turut memberikan arahan agar pemanfaatan lahan negara, khususnya yang berada di kawasan strategis perkotaan dioptimalkan untuk pembangunan rumah susun. Lahan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), termasuk sektor perkeretaapian turut diprioritaskan untuk mendukung kebutuhan hunian masyarakat.
“Jadi bagaimana lahan-lahan negara ini bisa dikelola untuk perumahan rakyat. Nanti dikombinasi juga untuk masyarakat berpenghasilan rendah, juga yang menengah, supaya ada kombinasi,” kata dia.
Lebih lanjut, Maruarar menyampaikan bahwa pemanfaatan lahan ini nantinya tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di sejumlah wilayah lainnya seperti Bandung. Menurutnya, pemerintah telah mengidentifikasi sejumlah lahan potensial untuk pembangunan hunian tersebut.
“Atas arahan Presiden Prabowo, hasil beliau turun ke lapangan dua minggu lalu di daerah Senen, itu sudah mulai dibangun di kawasan Jalan Kramat, itu saya bersama Pak Doni, arahan Pak Rosan juga, sekitar 300 rumah di kawasan Senen. Kemudian juga sedang dipersiapkan oleh kereta api, KAI, 500 rumah berikutnya yang akan segera diproses. Kalau yang di Senen itu akan jadi 15 Juni, berarti dua bulan lagi, 15 Juni 2026,” ujar Maruarar.