Seskab Teddy: Kelebihan Biaya Kunjungan Luar Negeri Ditanggung Uang Pribadi Prabowo
Teddy menjelaskan bahwa semua biaya di luar kewajiban negara ditanggung Prabowo dengan memakai uang pribadinya.
Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya merespons pernyataan mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal yang menilai Presiden Prabowo Subianto sering berpergian ke luar negeri. Termasuk, soal anggaran kunjungan luar negeri yang disebut Dino memakan biaya besar.
Teddy menjelaskan bahwa semua biaya di luar kewajiban negara ditanggung Prabowo dengan memakai uang pribadinya. Sehingga, biaya kunjungan Prabowo ke luar negeri tak sepenuhnya dibebankan kepada keuangan negara.
"Masalah biaya bila ke luar negeri. Ini sudah dijelaskan beberapa kali. Jadi segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara, itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo," jelas Teddy melalui video yang diunggah di akun media sosial Sekretariat Kabinet, dikutip Selasa (2/6).
Tak hanya itu, jumlah rombongan yang ikut dalam kunjungan Prabowo ke luar negeri juga dipangkas lebih dari 50 persen. Hal ini mengurangi dan menghemat biaya perjalanan ke luar negeri.
"Kalau dulu itu sekali ke luar negeri bisa lebih dari 120 orang, zaman Pak Dino seperti itu. Nah, zaman Presiden Prabowo jumlahnya antara 50-60 orang maksimal," tuturnya.
Jadwal Pertemuan
Terkait jadwal pertemuan dengan kepala negara dalam forum internasional, Teddy menyampaikan bahwa hal tersebut ditentukan Presiden Pdabowo dan saran Menteri Luar Negeri RI Sugiono. Menurut dia, Prabowo memahami pembahasan dan pertemuan yang harus diprioritaskan.
"Beliau-beliau lah yang mengetahui mana yang prioritas, mana pertemuan yang harus diutamakan, mana pertemuan yang bisa langsung ataupun cukup lewat telepon, mana pertemuan yang perlu diberitakan, mana yang tidak diberitakan," jelas Teddy.
Teddy menyampaikan terima kasih atas masukan yang telah diberikan Dino Patti Djalal selaku mantan diplomat dan Wamenlu yang cermat serta terukur. Dia menilai seharusnya diplomat hebat memahami bagaiman proses saat Kepala Negara melakukan kunjungan luar negeri.
"Saya rasa semua diplomat hebat tahu itu. Jadi kurang elok rasanya kalau itu masih dipermasalahkan, ya. Jadi ruang untuk setiap masukan tentu kita terima, tapi jangan sampai kita mengaburkan fakta tentang semua hasil yang telah kita capai," pungkas Teddy.