Program Bedah Rumah Sasar 5.053 Hunian Milik Seniman dan Budayawan
Tim Kementerian PKP selanjutnya akan melakukan verifikasi terhadap rumah-rumah tersebut selama dua pekan.
Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) serta Kementerian Kebudayaan bakal menyalurkan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), atau bedah rumah kepada 5.053 unit rumah milik seniman dan budayawan.
Hal ini tercetus dalam pertemuan antara Menteri PKP Maruarar Sirait dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon di ruang kerja Menteri PKP, Jakarta, Senin (18/5).
Maruarar Sirait alias Ara menyampaikan, tim Kementerian PKP selanjutnya akan melakukan verifikasi terhadap rumah-rumah tersebut selama dua pekan. Untuk kemudian hasilnya diumumkan pada 2 Juni 2026 mendatang.
"Karena program ini harus segera jalan, jalannya itu kurang lebih 5 bulan, mau nggak mau kita masih kerja keras 2 minggu ini harus verifikasi lapangan, faktual," ujar Menteri PKP.
Dalam proses verifikasi, Kementerian PKP menentukan sejumlah syarat serupa dengan program BSPS pada umumnya. Antara lain, hunian tersebut milik kelompok masyarakat pada tingkatan sangat miskin hingga rentan (Desil 1-4), belum pernah menerima bantuan BSPS, dan rumah bersangkutan memang benar-benar tidak layak huni.
Dana program bedah rumah seniman dan budayawan ini berasal dari anggaran program BSPS 2026. Adapun total anggaran BSPS tahun ini sekitar Rp 8,57 triliun yang menyasar 400 ribu unit rumah tak layak huni.
"Anggarannya dari APBN, dari negara, jadi sama-sama," imbuh Ara.
Usul Fadli Zon
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menambahkan, pihaknya telah menyodorkan daftar rumah yang bakal direnovasi kepada Kementerian PKP. Bantuan ini nantinya bakal disalurkan kepada para pelaku seni hingga penjaga situs cagar budaya.
"Tentu dari Kementerian Kebudayaan yang kita usulkan adalah yang terkait dengan para pelaku budaya, seniman yang membutuhkan, ada juru pelihara-juru pelihara yang menjaga situs-situs cagar-cagar budaya di seluruh Indonesia yang memang membutuhkan juga dukungan ini," ungkapnya.
"Kita sudah ajukan, dan kita berharap nanti dalam waktu dekat di awal Juni untuk menerima hasilnya dari verifikasi," kata Fadli Zon.