BNPB Percepat Verifikasi 26 Ribu Rumah Terdampak Bencana di Bireuen untuk Pembangunan Huntap

BNPB intensif melakukan verifikasi 26 ribu unit rumah terdampak bencana hidrometeorologi di Bireuen. Verifikasi rumah terdampak bencana Bireuen ini penting untuk menentukan penerima bantuan hunian tetap.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BNPB Percepat Verifikasi 26 Ribu Rumah Terdampak Bencana di Bireuen untuk Pembangunan Huntap
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sedang melakukan verifikasi 26 ribu unit rumah terdampak bencana hidrometeorologi di Bireuen, memastikan data akurat untuk pembangunan hunian tetap. (AntaraNews)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tengah gencar memverifikasi puluhan ribu unit rumah yang mengalami dampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Bireuen, Aceh. Sebanyak 26 ribu unit rumah menjadi target utama dalam proses verifikasi ini. Langkah ini diambil untuk memastikan data yang akurat sebelum tahapan selanjutnya.

Plt Kalak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen, Doli Mardian, menyatakan bahwa tim verifikator telah diterjunkan ke lapangan. Sekitar 200 petugas verifikasi bekerja di setiap desa untuk mengumpulkan data. Mereka telah mengikuti bimbingan teknis pada Senin (19/1) guna menyelaraskan prosedur.

Proses verifikasi rumah terdampak bencana Bireuen ini bertujuan mengidentifikasi tingkat kerusakan, mulai dari hilang, rusak berat, rusak sedang, hingga rusak ringan. Setelah verifikasi lapangan, data akan diuji publik di desa masing-masing. Hal ini memastikan transparansi dan akurasi data sebelum penetapan bantuan.

Mekanisme Verifikasi dan Uji Publik Data Kerusakan Rumah

Tim verifikator yang berjumlah 200 orang ini memiliki tugas penting dalam mengklasifikasikan kondisi rumah. Mereka memilah data berdasarkan kategori kerusakan yang telah ditetapkan oleh BNPB. Setiap desa mendapatkan dua petugas verifikasi untuk memastikan cakupan yang merata.

Setelah data kerusakan rumah terkumpul dan diverifikasi di lapangan, tahapan selanjutnya adalah uji publik. Daftar rumah-rumah yang terdampak akan diumumkan secara terbuka di desa-desa. Proses ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memeriksa dan memberikan masukan terkait data.

Uji publik menjadi krusial untuk mencegah kesalahan atau ketidaksesuaian data. Setelah proses uji publik selesai dan data dianggap valid, barulah tahapan berikutnya dapat dilanjutkan. Akurasi data ini sangat fundamental untuk penyaluran bantuan yang tepat sasaran.

Rencana Pembangunan Hunian Tetap (Huntap) di Bireuen

Bagi pemilik rumah yang hilang atau rusak berat dan memilih hunian tetap (huntap) mandiri, pembangunannya akan dilakukan langsung oleh BNPB. Proses pembangunan huntap ini direncanakan akan dimulai pada awal Februari 2026. Sebelumnya, BNPB telah membangun tiga unit rumah contoh di Gampong Balee Panah, Juli.

Selain huntap mandiri, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Bireuen, Fadli, mengungkapkan adanya rencana huntap terpusat. Pihaknya telah mengirimkan data hunian tetap terpusat kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Total 48 unit huntap terpusat direncanakan dibangun di Gampong Krueng Simpo, Kecamatan Juli.

Dari 48 unit huntap terpusat tersebut, 31 unit akan berlokasi di Dusun Bivak, sementara 17 unit lainnya di Dusun Alue Keumiki. Kementerian PKP berfokus pada pembangunan huntap yang terkonsentrasi di satu titik, menyerupai kompleks perumahan. Fadli berharap Kementerian PKP juga dapat mendukung pembangunan huntap mandiri di desa-desa terdampak.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi