Prabowo Resmikan Akad 50.030 KPR Subsidi di Serang: ART hingga Driver Ojol Bisa Punya Rumah dari Gaji Sendiri

Prabowo mengaku meningkatkan jumlah masyarakat penerima bantuan rumah subsidi menjadi lebih banyak.

Muhammad Radityo Priyasmoro
Prabowo Resmikan Akad 50.030 KPR Subsidi di Serang: ART hingga Driver Ojol Bisa Punya Rumah dari Gaji Sendiri
Prabowo Resmikan Akad 50.030 KPR Subsidi di Serang: ART hingga Driver Ojol Bisa Punya Rumah dari Gaji Sendiri (Merdeka.com)

Pemerintah meluncurkan program rumah bersubsidi khusus untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Menurut Presiden Prabowo Subianto, program tersebut sudah dirintis sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebagai penerus, Prabowo mengaku meningkatkan jumlah masyarakat penerima bantuan rumah subsidi menjadi lebih banyak.

"Sekali lagi terima kasih kepada semua pihak, hari ini prestasi luar biasa 50.030 akad massal rumah-rumah subsidi dan ini program ini dimulai dari presiden SBY diteruskan oleh Pak Jokowi, saya teruskan, saya tingkatkan!” kata Prabowo di Serang, Banten, Sabtu (20/12).

Prabowo meyakini, memiliki rumah adalah sebuah hal yang menjadi keinginan hampir sebagian besar rakyatnya. Karenanya, dia bangga mengetahui program tersebut dapat menjangkau para pekerja lepas dan serabutan seperti asisten rumah tangga (ART) dan pengemudi ojek online atau Ojol untuk dapat memiliki rumah sendiri.

“Saya terima kasih sama semua pihak, saya hormat, ini negara yang kita idam-idamkan negara Pancasila, ada asisten rumah tangga bisa punya rumah dari gajinya sendiri, ada guru, ada pengemudi ojek! jadi ini yang kita inginkan,” ujar Prabowo.

Diketahui, selain rumah subsidi layak huni, Menteri Perumahan Maruarar Sirait juga menuturkan adanya program bedah rumah. Dia bersyukur, anggaran untuk program tersebut sudah bisa naik mencapai Rp10 triliun pada tahun depan.

“Anggaran kami, Bapak, naikkan dari Rp5 triliun tahun ini, tahun depan Rp10 triliun lebih,” tutur dia dalam kesempatan senada.

Sosok karib disapa Ara tersebut menyatakan, anggaran tersebut akan digelontorkan dengan porsi 80%. Alasannya, sebanyak 26,9 juta rakyat memiliki rumah tapi tidak layak huni.

“Jadi ada 26,9 juta rakyat yang punya ruang tapi tidak layak huni, tahun ini hanya 45 ribu (rumah dibedah), tahun depan 400 ribu, naiknya 8 kali lipat. Semoga rakyat kita rumahnya bisa lebih banyak yang diperbaiki. Terima kasih, Bapak Presiden,” Ara menandasi.



Rekomendasi