9 Foto Kamar Tidur Anak di Rumah Sarwendah, Ada Playground Lucu yang Bikin Betah
Sarwendah mendesain kamar tidur untuk anak-anak di rumah barunya, yang dilengkapi dengan area bermain serta lorong unik yang menyerupai suasana hotel.
Sarwendah sangat memperhatikan penataan ruang di kediamannya demi kenyamanan buah hatinya, yang dapat dilihat dalam tayangan YouTube Taulany TV.
Di rumahnya yang menjulang lebih dari dua lantai, terlihat desain modern yang elegan. Dalam tayangan berjudul "Sidak Rumah Baru Sarwendah...Keren Banget, Mirip Rumah di Amerika", Sarwendah mengungkapkan betapa pentingnya desain interior bagi dirinya. Ia berusaha menciptakan suasana yang nyaman dan menarik di tempat tinggalnya, termasuk di kamar anak-anaknya.
Perancangan bangunan ini melibatkan pembagian zona yang unik, seperti lorong yang mirip dengan area hotel dan adanya playground yang tertata rapi.
Saat ini, anak-anak Sarwendah tinggal bersamanya setelah rumah tangganya dengan Ruben Onsu berakhir pada 24 September 2024. Kira-kira seperti apa penampakan kamarnya yang terasa nyaman itu? Simak selengkapnya dalam artikel yang dihadirkan oleh Liputan6 pada Rabu (10/6/2026).
Masuklah ke koridor yang mengarah ke ruang tidur anak
Area kamar tidur anak dimulai dari sebuah ruang perantara yang menghubungkan zona umum dengan koridor menuju kamar tidur anak-anak.
Di ruangan ini, terdapat meja panjang berwarna putih yang dikelilingi oleh deretan kursi tinggi yang terbuat dari kain lembut. Tempat ini sering dimanfaatkan sebagai lokasi berkumpul santai atau sekadar menikmati camilan sebelum mereka masuk ke kamar masing-masing. Sarwendah menjelaskan bahwa ruangan yang dilengkapi dengan pintu hitam besar tersebut adalah akses menuju kamar anak-anaknya.
Di dalamnya, desain lantai yang terbuat dari marmer memberikan kesan mewah sekaligus nyaman.
"Jadi ini tuh kamar anak-anak dan kamar aku juga. Jadi, aku tuh inginnya satu lantai sama anak-anak aku," ungkap Sarwendah saat menunjukkan berbagai area tempat tinggalnya di kanal Youtube milik Andre Taulany.
Dengan pengaturan ini, ia berharap bisa lebih dekat dengan anak-anaknya sambil tetap menjaga kenyamanan dalam rumah.
Lorong penghubung kamar memiliki desain interior yang menarik, menciptakan suasana hotel yang nyaman dan elegan
Setibanya di dalam, pengunjung akan segera melewati sebuah koridor yang panjang, dirancang menyerupai lorong hotel. Dinding koridor ini dicat dengan warna putih bersih, menciptakan kesan luas dan rapi sepanjang jalan menuju kamar anak.
Di sisi kiri lorong, terdapat lemari tanam tanpa pintu yang berfungsi untuk menyimpan barang-barang yang sering digunakan sehari-hari. Di bagian atas koridor, terdapat instalasi pencahayaan buatan yang melengkung mengikuti jalur lorong.
Lampu-lampu tersebut menampilkan gambar pemandangan langit biru dengan gumpalan awan putih, seolah-olah pengunjung berjalan di bawah langit terbuka.
“Keren sih ini idenya, jadi begitu pintunya dibuka, masih ada lagi ruangan-ruangan di dalamnya. Wendah, keren banget idenya, sumpah. Gua pikir setelah pintu dibuka langsung kamar, ternyata nggak, masih ada lorong lagi,” kata Andre saat meninjau desain lorong di sana.
“Karena ini kamar tidur anak-anak, jadi di atasnya ada awan-awannya,” timpal Sarwendah. Dengan desain yang inovatif ini, setiap detail diperhatikan untuk menciptakan suasana yang menyenangkan bagi anak-anak. Hal ini menunjukkan bahwa fungsi dan estetika bisa berjalan beriringan dalam sebuah ruang yang dirancang khusus.
Ruang tidur utama milik Thania Putri Onsu
Kamar pertama yang terlihat di sepanjang koridor adalah kamar milik Thania Putri Onsu, anak perempuan bungsu. Ruangan ini cukup luas dan dirancang khusus agar anak balita dapat bergerak dengan leluasa.
Di salah satu dindingnya, terdapat lukisan dinding berbentuk pelangi dengan gradasi warna pastel yang lembut, menciptakan suasana ceria. Tempat tidur diletakkan di tengah ruangan dan menghadap langsung ke jendela besar di ujung kamar. Kasur yang digunakan berwarna ungu muda dan dilengkapi dengan jajaran bantal pelindung di sekelilingnya untuk menjamin keamanan saat tidur.
Andre, yang melihat desain kamar tersebut, tampak sangat terkesan dengan berbagai pernak-pernik dan warna pastel yang lembut. "Wah, cakep banget ini kamarnya. Cakep banget, lucu, lucu, lucu, ini," kata Andre. Kesan yang ditimbulkan dari ruangan ini menunjukkan perhatian yang besar terhadap kenyamanan dan keamanan anak, serta menciptakan suasana yang menyenangkan untuk Thania. Dengan penataan yang baik, kamar ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat tidur, tetapi juga sebagai ruang bermain yang aman dan menyenangkan bagi anak-anak.
Tempat bermain yang diperuntukkan bagi anak bungsu
Area bermain di dalam kamar Thania dirancang agar terintegrasi dengan struktur tempat tidur, sehingga dapat menghemat ruang gerak. Di sisi kanan kasur, terdapat fasilitas permainan panjat dinding mini yang dilengkapi dengan pijakan batu buatan berwarna-warni. Fasilitas ini dirancang dengan ketinggian yang aman untuk anak kecil dan berfungsi untuk melatih motorik kasar anak sejak usia dini. Tepat di bawah ujung papan seluncuran, terdapat kolam bola kecil yang berfungsi sebagai area pendaratan yang aman bagi anak.
Selain itu, dinding belakang kasur dilengkapi dengan rak buku dan mainan yang dirancang menyatu dengan dinding, memiliki bentuk melengkung di bagian atasnya. Sarwendah menjelaskan bahwa ia telah mempertimbangkan dengan matang rencana desain ruang kamar anak-anaknya. Ia mengaku membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menemukan desain interior yang cocok dan sesuai untuk putra-putrinya.
"Karena proses pencarian sampai akhirnya aku menemukan banyak vendor ini sampai hampir beberapa tahun, sih," kata Sarwendah.
Fasilitas kamar mandi yang tersedia untuk anak perempuan
Tak jauh dari area kamar, terdapat pintu yang menghubungkan ke kamar mandi utama untuk kedua putrinya. Kamar mandi ini memiliki desain yang menarik dengan perpaduan warna putih, krem, dan hijau muda pada dinding ubinnya, menciptakan suasana yang segar dan bersih.
Wastafel ganda dipasang pada meja panjang yang dilengkapi dengan lemari penyimpanan untuk handuk dan peralatan mandi di bagian bawahnya.
Cermin besar yang digantung di atas wastafel memiliki bingkai putih yang selaras dengan tema utama ruangan tersebut, memberikan kesan elegan. Area mandi basah dipisahkan menggunakan sekat kaca tebal dengan bingkai besi hitam, yang berfungsi untuk mencegah air membasahi seluruh lantai kamar mandi.
Di dalam area pancuran, terdapat jendela kecil di bagian atas yang berfungsi sebagai saluran masuk cahaya alami dan sirkulasi udara, menciptakan suasana nyaman saat mandi. Untuk membantu anak-anak yang masih kecil menjangkau wastafel, disediakan dua bangku plastik kecil berwarna jingga dan kuning terang di depan meja, sehingga mereka dapat dengan mudah mencuci tangan atau menggosok gigi.
Lantai kamar mandi terbuat dari ubin anti selip yang aman digunakan, mengurangi risiko terpeleset saat kondisi lantai basah. Semua perlengkapan sanitasi di kamar mandi ini disesuaikan ukurannya agar mudah dioperasikan oleh anak-anak tanpa perlu bantuan orang dewasa, memastikan kenyamanan dan keamanan bagi mereka.
Ruang istirahat utama adalah milik Thalia Putri Onsu
Di ruangan selanjutnya, terdapat kamar tidur untuk anak perempuan pertama yang bernama Thalia Putri Onsu. Kamar ini memiliki desain yang mirip dengan kamar adiknya, namun perabotan di dalamnya disesuaikan untuk anak-anak yang berusia sekolah.
Dinding kamar dihiasi dengan pola pelangi vertikal yang menggunakan nuansa warna yang lebih lembut, terutama pada sisi dekat pintu. Ranjang di kamar ini terbuat dari kayu dan dilengkapi dengan sandaran kepala yang tinggi serta berlapis kain merah muda yang empuk, memberikan kenyamanan saat membaca buku sebelum tidur. Selimut tebal yang berwarna senada menutupi seluruh permukaan kasur yang diletakkan rapat di salah satu sisi dinding kamar. Sistem pendingin udara dipasang di bagian atas dinding dengan posisi yang dirancang agar tidak langsung meniup ke arah badan saat tidur.
"Nah ini kamar Cici Thalia, tetap ada mainannya (playground) di dalamnya," kata Sarwendah.
"Cici Thalia itu yang sudah agak besar, ya," tambah Andre. Dengan desain yang ramah anak, kamar ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat tidur, tetapi juga sebagai ruang bermain yang menyenangkan bagi Thalia. Perabotan yang dipilih mencerminkan kebutuhan dan kenyamanan seorang anak yang sedang tumbuh, sehingga ia dapat merasa betah dan bersemangat saat berada di dalam kamar tersebut. Kamar ini diharapkan dapat mendukung perkembangan Thalia dalam belajar dan bermain dengan nyaman.
Ruang Istana Mainan di Kamar Anak Perempuan Pertama
Pada sudut lain di dalam kamar Thalia, terdapat fasilitas permainan berbentuk istana kecil. Mainan bertingkat ini terbuat dari kayu yang dicat putih dan ungu, dilengkapi dengan tangga kecil untuk akses ke bagian atas.
Area atas bangunan ini berfungsi sebagai ruang membaca dengan pagar pembatas di sekelilingnya. Di bawah struktur istana mainan, terdapat tempat penyimpanan barang-barang pribadi seperti tas sekolah dan kotak mainan.
Beberapa kantong belanjaan berisi kebutuhan anak ditata rapi di samping lemari penyimpanan agar mudah diambil saat diperlukan. Penataan ini mengintegrasikan fungsi bermain dan penyimpanan dalam satu ruang yang efisien.
Sebuah lukisan pemandangan yang menggambarkan karakter anak kecil menghiasi dinding sebagai elemen dekorasi untuk mengisi ruang kosong. Lantai di area ini menggunakan material kayu parket, memberikan kesan hangat pada kaki ketika anak-anak bermain tanpa alas kaki.
Jendela kaca besar yang terletak di samping tempat tidur memancarkan cahaya yang cukup untuk menerangi area bermain ini sepanjang siang hari. Dengan desain yang menarik dan fungsional, ruang permainan ini menciptakan suasana yang nyaman dan menyenangkan bagi Thalia saat bermain dan belajar.
Kamar tidur minimalis yang dirancang khusus untuk Betrand Peto
Ruangan kamar anak terakhir di koridor ini adalah milik sang putra, Betrand Peto, yang memiliki konsep desain interior berbeda dari kedua adiknya. Kamar ini dirancang dengan gaya yang lebih maskulin dan minimalis sesuai dengan usia anak yang beranjak dewasa.
Dinding kamar menggunakan kombinasi warna putih polos dengan satu sisi dinding besar berwarna biru tua bertekstur. Tempat tidur berukuran besar diletakkan di sisi kanan dengan seprai bermotif garis-garis kombinasi warna abu-abu dan biru laut. Di atas dinding tempat tidur, dipajang sebuah foto berukuran besar yang menampilkan sosok Betrand saat melakukan sesi pemotretan.
Sebuah meja belajar kayu diletakkan di sisi kiri ruangan, lengkap dengan kursi kerja beroda yang memiliki sandaran punggung tinggi.
"Nah ini kamar cowok, kamarnya Onyo," kata Sarwendah. "Wah ini kamarnya Onyo, ya. Kalau ini desainnya laki banget," kata Andre. Desain interior yang dipilih mencerminkan kepribadian Betrand yang semakin matang, dengan sentuhan yang tetap stylish dan fungsional. Kamar ini tidak hanya menjadi tempat tidur, tetapi juga ruang untuk belajar dan berkreasi, menciptakan suasana yang nyaman bagi Betrand untuk menjalani aktivitas sehari-hari.
Lemari kaca berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan koleksi sepatu
Di kamar tidur putra sulung Sarwendah, terdapat elemen menarik berupa lemari pajangan besar yang menghiasi satu sisi dinding. Lemari ini dilengkapi dengan pintu kaca transparan dan bingkai logam berwarna emas, yang memberikan tampilan rapi pada penyimpanan barang-barang.
Di dalamnya tersimpan koleksi sepatu Betrand Peto yang ditata dengan rapi berdasarkan fungsi dan warna. Sementara itu, di sisi kanan lemari, terdapat rak terbuka untuk menyimpan koleksi mainan robot dan mobil-mobilan kecil. Sebuah kursi santai diletakkan di depan lemari, berfungsi sebagai tempat duduk saat menggunakan atau membersihkan sepatu.
Andre, yang mengagumi desain rumah Sarwendah, menyatakan ketertarikan terhadap penempatan ruang-ruang di dalam hunian tersebut.
"Nggak, gua suka aja sama ide bikin ruangan-ruangan spotnya. Banyak surprise-surprisenya gitu," ungkapnya. Ia juga mencatat bahwa di setiap kamar tidak terdapat televisi, sehingga fungsi kamar menjadi lebih fokus untuk tidur dan istirahat. "Biar ada quality timenya juga," tambah Sarwendah, menjelaskan konsep desain yang diusungnya dalam rumah tersebut.
Anak-anak Sarwendah
Anak-anak Sarwendah adalah Betrand Peto Putra Onsu, Thalia Putri Onsu, dan Thania Putri Onsu. Mereka memiliki nama yang unik dan menarik, mencerminkan karakter masing-masing.
Di rumah mereka, terdapat tiga kamar tidur utama yang dirancang khusus untuk masing-masing anak yang terletak di koridor. Setiap kamar tidur tersebut dirancang dengan baik agar memberikan kenyamanan dan privasi bagi setiap anak.
Kamar tidur Thalia dan Thania dilengkapi dengan fasilitas area bermain pribadi di dalamnya. Hal ini memberikan mereka ruang untuk bermain dan berkreasi, menjadikan kamar mereka lebih menyenangkan.
Sarwendah sendiri mengonsep sebagian besar tata ruang interior rumah baru tersebut dengan bantuan desainer profesional. Proses perancangan ini menunjukkan kreativitas dan keinginan Sarwendah untuk membuat rumah yang nyaman dan sesuai dengan kebutuhan keluarganya.